Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bupati Gresik Dorong UMKM Lokal Masuk Ekosistem Industri Lewat Inkubasi Bisnis

Fajar Yuliyanto • Minggu, 30 November 2025 | 14:15 WIB
TERINTEGRASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat berbagai produk yang sudah masuk Inkubasi Bisnis Diskoperindag di Gresik, Sabtu (29/11).
TERINTEGRASI: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat berbagai produk yang sudah masuk Inkubasi Bisnis Diskoperindag di Gresik, Sabtu (29/11).

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat peran UMKM agar terintegrasi dalam ekosistem industri. Komitmen ini ditegaskan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat membuka kegiatan Business Matching dan Inkubasi Bisnis yang digelar Diskoperindag di Gresik, Sabtu (29/11).

Gus Yani menegaskan UMKM harus menjadi bagian dari pertumbuhan industri, bukan sekadar menjadi penonton. Melalui program ini, pelaku usaha lokal difasilitasi untuk terhubung langsung dengan perusahaan dan kawasan industri di Gresik.

“Gresik adalah tempat investasi yang tepat karena kolaborasi kuat antara pemerintah, industri, dan UMKM. Produk UMKM kita tidak kalah dengan daerah lain,” kata Bupati Yani. Ia menambahkan, komitmen bersama antara perusahaan dan UMKM harus dibangun agar pelaku usaha lokal mampu masuk dalam rantai pasok industri.

Menurutnya, tujuan akhir program ini adalah mengakselerasi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya penerima bantuan sosial, melalui UMKM yang maju dan mandiri.

Dukungan juga datang dari Direktur BKMS, Agung P. Guritno, yang menilai UMKM memiliki peran vital dalam perekonomian Gresik. Kolaborasi menjadi kunci agar berkembangnya industri selaras dengan pertumbuhan UMKM.

“Kegiatan ini memiliki peran besar untuk menghubungkan UMKM dengan perusahaan dan kawasan industri. JIIPE siap mendukung forum seperti ini karena UMKM Gresik memiliki potensi besar,” ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari program inkubasi bisnis untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas UMKM. Sebanyak 30 pelaku usaha terlibat, terdiri dari 10 pengusaha batik, 9 usaha konveksi, dan 11 usaha makanan-minuman.

Selama proses inkubasi, peserta mendapatkan materi strategis meliputi legalitas usaha, branding, digital marketing, strategi produksi, kualitas kemasan, serta penguatan model bisnis. Mereka juga mengikuti sesi coaching untuk memastikan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.

“Kami berharap kegiatan ini menciptakan kolaborasi konkret antara UMKM dan perusahaan, membuka peluang pasar baru, dan membangun kemitraan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” jelas Darmawan. (jar/han)

 

Editor : Hany Akasah
#Bisnis #Ekosistem #gresik #UMKM #Industri #inkubasi #BUPATI