Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Petrokimia Gresik Serius Naikkan Kelas UMK Lewat Pelatihan Ekspor Mandiri

Hany Akasah • Selasa, 25 November 2025 | 19:24 WIB
TEMBUS PASAR EKSPOR: VP TJSL Petrokimia Gresik, Kadek Ardhika WK membuka Workshop UMK Mandiri Ekspor sebagai bagian dari pembinaan UMK berkelanjutan untuk menyiapkan 15 UMK binaan tembus internasional
TEMBUS PASAR EKSPOR: VP TJSL Petrokimia Gresik, Kadek Ardhika WK membuka Workshop UMK Mandiri Ekspor sebagai bagian dari pembinaan UMK berkelanjutan untuk menyiapkan 15 UMK binaan tembus internasional


RADAR GRESIK  - Petrokimia Gresik semakin serius mendorong 15 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaannya naik kelas dan merambah pasar internasional. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menggelar “Workshop UMK Mandiri Ekspor” di Gresik, Jawa Timur, sebagai langkah konkret mempersiapkan pelaku UMK memasuki rantai perdagangan global yang semakin kompetitif.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa pembinaan UMK dilakukan secara berkelanjutan, mencakup peningkatan kapasitas, pengembangan pasar, hingga pendampingan manajemen. Workshop ini menjadi pintu masuk penting bagi pelaku UMK untuk memahami seluruh proses ekspor secara mandiri.

“Workshop ini kami siapkan sebagai upaya mendorong UMK meluaskan pasar ke luar negeri, mulai dari pencarian buyer, korespondensi, negosiasi, administrasi keuangan, hingga pengurusan ekspedisi baik offline maupun digital,” jelas Daconi.

Vice President TJSL Petrokimia Gresik, Kadek Ardhika WK, menambahkan workshop diikuti 29 peserta dari 15 UMK, dengan narasumber profesional sesuai bidangnya. Peserta berasal dari berbagai sektor, mulai fesyen, kerajinan, hingga kuliner.

UMK yang mengikuti program ini di antaranya Batik Bangsawan, Batik Zulpah, Tenun Gedog Zaenal, Batik Sariwarni, OG Jewelry, Djasmine Bordir, Madu Tasman, Tape Crispy, Bawang Goreng Hunay, Rebana Gresik Tiga Putri, Sarung BTM, Omah Tiwul, Tirta Shanum, Tarnie’s Leather, dan Deweluxe. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Gresik, Sidoarjo, Madura, Bondowoso, Probolinggo, Malang, Tuban, Pacitan, hingga Kudus.

Kadek menegaskan, pelaku UMK harus semakin cermat membaca peluang pasar di tengah gejolak ekonomi global.

“Kami memahami bahwa tren ekonomi global sedang menurun dan tidak mudah merebut hati buyer. Namun melalui workshop ini, kami berharap pelaku UMK dapat mengasah kemampuan dan memahami tips serta trik untuk menembus pasar ekspor,” ujarnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#UMK #ekspor #TJSL #Binaan #Petrokimia Gresik #pasar internasional