Kebomas – Siapa sangka, asap pabrik yang biasanya dianggap limbah ternyata bisa diubah menjadi energi baru. Inovasi ini dikembangkan oleh Petrokimia Gresik melalui teknologi bernama INTHERVAL (Integrated Thermal Valorization System for Fuel Recovery in Process Boilers).
Dengan teknologi ini, gas sisa dari proses produksi yang masih mengandung energi, seperti hidrogen dan metana, tidak lagi dibuang ke udara. Sebaliknya, gas tersebut diproses ulang untuk bahan bakar ketel uap (boiler) di pabrik.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menjelaskan bahwa teknologi ini mampu memangkas pemborosan energi hingga 99 persen.
“Sebelumnya, energi yang hilang bisa mencapai 5.340 MMBTU per bulan. Setelah ada INTHERVAL, angka itu turun drastis menjadi hanya 51 MMBTU,” ungkapnya, Senin (29/9).
Selain menghemat biaya, pemanfaatan gas buang ini juga menekan polusi dan emisi karbon. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2050.
Daconi menjelaskan, INTHERVAL bekerja dengan cara mengoptimalkan dua jalur utama yakni Package Boiler dengan cara memanfaatkan gas buang sebagai bahan bakar tambahan. Selain itu juga dengan Waste Heat Boiler, yaitu memanfaatkan panas sisa untuk menghasilkan uap.
"Dengan begitu, limbah yang dulu tak berguna kini justru menjadi sumber energi alternatif," imbuhnya
Atas terobosan ini, Petrokimia Gresik menerima Penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek) dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan langsung diserahkan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Pemerintah menilai teknologi ramah lingkungan ini penting agar industri nasional bisa lebih efisien sekaligus berdaya saing.
“Inovasi ini akan terus kami kembangkan, tidak hanya di Petrokimia Gresik, tapi juga bisa diterapkan di sektor industri lain,” tambah Daconi.
Editor : Cak Fir