Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Distribusi Logistik Terganggu Akibat Gelombang Tinggi di Perairan Gresik, Harga Bahan Pokok di Bawean Melonjak

Fajar Yuliyanto • Minggu, 7 September 2025 | 17:49 WIB
Khofifah bersama Gus Yani memantau perkembangan bahan pokok yang bakal didistribusikan ke Gresik.
Khofifah bersama Gus Yani memantau perkembangan bahan pokok yang bakal didistribusikan ke Gresik.

RADAR GRESIK -  Gelombang tinggi di perairan Gresik sejak akhir Agustus lalu membuat distribusi logistik ke Pulau Bawean terhambat. Kondisi ini memicu lonjakan harga bahan pokok yang signifikan. Harga daging ayam di Bawean dilaporkan menembus Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, sementara telur ayam mencapai Rp60 ribu per kilogram.

Kondisi ini terjadi karena kapal barang sudah tidak beroperasi sejak 29 Agustus 2025, disusul kapal penumpang yang berhenti berlayar mulai 1 September. Akibatnya, pasokan logistik ke Bawean menipis drastis dan supply chain terganggu.

Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengambil langkah cepat dengan mengirim bantuan logistik menggunakan KRI Surabaya 591. Pelepasan bantuan dilakukan dari Dermaga Semampir Baru Koarmada II Surabaya, Sabtu (6/9).

“Bisa dibayangkan hampir semingguan suplai logistik berkurang karena tingginya gelombang laut sehingga kapal barang tidak bisa beroperasi. Kehadiran pemerintah melalui pengiriman bantuan ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov Jatim untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” tegas Khofifah.

Adapun bantuan yang dikirim cukup lengkap, antara lain 10 ton beras Bulog, 5.000 paket sembako, 1 ton minyak goreng, 1 ton telur, 1 ton gula, 750 kg daging ayam, bawang merah dan putih masing-masing 100 kg, cabai merah besar 50 kg, cabai rawit 50 kg, 750 kg ayam frozen, serta mobil cold storage untuk menjaga kualitas bahan pangan segar.

Selain itu, turut dikirim 487 kardus air mineral, 100 kotak biskuit, 100 kotak susu, 100 botol madu, dan 50 tabung gas ukuran 12 kg.

Tidak hanya mengangkut logistik, KRI Surabaya 591 juga membawa sekitar 50 warga Bawean yang sempat tertahan di Gresik akibat tidak ada kapal penumpang yang beroperasi.

“Ini segera akan diberangkatkan KRI Surabaya 591 membawa berbagai bantuan untuk saudara kita di Bawean. Kita berharap besok pagi sudah bisa merapat dan segera didistribusikan,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Bulog, Koarmada II, dan Kodareral V yang telah membantu memperlancar pengiriman. Ia menegaskan, kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa jalur laut merupakan urat nadi distribusi yang vital bagi masyarakat kepulauan.

“Kondisi ini membuktikan betapa kelancaran distribusi logistik sangat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Mudah-mudahan seluruh bantuan ini bisa segera sampai dan meringankan beban warga Bawean,” pungkasnya. (rir/han)

 

 

Editor : Hany Akasah
#logistik #kHOFIFAH #gresik #Harga bahan pokok #perairan #Sembako #distribusi #BAWEAN