Kebomas – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Standar Pelayanan Publik (SPP) guna meningkatkan aksesibilitas data statistik bagi masyarakat. Acara ini dihadiri oleh lima unsur pengguna data, yaitu media, akademisi, perwakilan desa, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik.
Kegiatan ini menjadi forum diskusi penting dalam memastikan pelayanan publik yang lebih efektif, terutama dalam menyambut Sensus Ekonomi 2026. Melalui forum ini, BPS Gresik ingin memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan data dapat memperolehnya dengan mudah, akurat, dan komprehensif.
Dalam FGD ini, BPS Gresik juga memaparkan perubahan dalam standar pelayanan publik. Jika pada tahun 2019 terdapat 6 jenis layanan, maka pada tahun 2024 standar tersebut telah disederhanakan menjadi 4 jenis layanan utama yaitu, Perpustakaan, Konsultasi Statistik, baik secara langsung maupun online, Produk Statistik Berbayar, termasuk publikasi, peta wilayah kerja statistik, dan data mikro serta rekomendasi Kegiatan Statistik Sektoral.
Kepala BPS Gresik, Indriya Purwaningsih dalam sambutannya menekankan pentingnya standar pelayanan yang lebih terbuka dan inklusif. Ia menegaskan bahwa data bukan sekadar angka, tetapi memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.
"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap pengguna data dapat mengakses informasi dengan lebih mudah dan transparan. Dengan penyederhanaan standar pelayanan, kami ingin memberikan layanan yang lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," kata Indriya.
Selain itu, ia juga tengah mempersiapan Sensus Ekonomi 2026 yang memerlukan kolaborasi kuat antara BPS, pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta.
"Sensus Ekonomi mendatang merupakan agenda penting bagi pemetaan perekonomian daerah. Dengan adanya sinergi antarstakeholder, kami berharap dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan relevan untuk pembangunan ekonomi di Gresik," imbuhnya.
Dalam acara ini, FGD dipandu oleh Hafidhotul Aini, yang menyampaikan materi terkait standar pelayanan publik dan pentingnya penyediaan data yang mudah diakses. FGD kali ini menjadi yang ketiga sejak pertama kali diselenggarakan pada awal tahun 2019.
Forum ini menjadi sarana bagi para peserta untuk menyampaikan kendala serta memberikan masukan terkait layanan data statistik. Perwakilan dari berbagai sektor juga menyampaikan harapan mereka agar BPS semakin meningkatkan keterbukaan data, terutama bagi dunia usaha dan riset akademik.
Editor : Cak Fir