Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Percepat Perbaikan Smelter Gresik, Freeport Indonesia Datangkan Material dari Jerman dengan Pesawat Raksasa Antonov

Muhammad Firman Syah • Rabu, 5 Maret 2025 | 15:52 WIB
Percepat Perbaikan : PT Freeport Indonesia mempercepat perbaikan Smelter Gresik dengan mendatangkan material kritikal dari Jerman dengan pesawat kargo Antonov.
Percepat Perbaikan : PT Freeport Indonesia mempercepat perbaikan Smelter Gresik dengan mendatangkan material kritikal dari Jerman dengan pesawat kargo Antonov.

Surabaya – PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant di smelter PTFI dengan mendatangkan perlengkapan dan komponen kritikal dari luar negeri. Pengiriman dilakukan menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 dan Boeing 747 melalui Bandara Juanda, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan darat ke Gresik.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan langkah ini diambil agar proses pemulihan smelter dapat berjalan efektif dan efisien sehingga produksi bisa segera kembali normal.

"Kami berupaya semaksimal mungkin agar proses recovery ini berjalan efektif dan efisien agar smelter secepatnya kembali berproduksi. Pemilihan pesawat kargo karena waktu tempuh pengiriman komponen dari luar negeri hanya 35 jam, jauh lebih cepat dibandingkan kapal laut yang memerlukan sekitar 60 hari," jelas Tony.

Baca Juga: Freeport Indonesia Perkuat Ekosistem UMKM Gresik, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Kota Pudak

Tony menambahkan bahwa logistik udara menjadi solusi tepat untuk menghemat waktu berminggu-minggu dalam perbaikan CGC Plant. Komponen yang mengalami kerusakan harus segera diproduksi ulang dan dikirim dalam waktu singkat.

"Penggunaan Antonov dipilih karena beberapa komponen penting seperti Wet Electrostatic Precipitator internals (bundel tabung) dan metal expansion joints yang diproduksi di Jerman memiliki ukuran terlalu besar untuk pesawat kargo reguler. Sementara pengiriman laut akan memakan waktu sangat lama," ujarnya.

PTFI telah menjadwalkan tiga kali pengiriman dengan pesawat Antonov dengan total berat kargo mencapai 75,7 ton. Jadwal pengiriman pertama: 6 Februari 2025, pengiriman kedua 25 Februari 2025 dan Pengiriman ketiga 2 Maret 2025.

Semua pengiriman dilakukan langsung dari Frankfurt, Jerman, ke Bandara Juanda, Surabaya, dengan waktu tempuh 35 jam. Selain menggunakan Antonov, Freeport juga memanfaatkan pesawat Boeing 747 untuk pengiriman perdana komponen pada 29 November 2024, dengan berat total 58 ton.

Baca Juga: Tanam 50 Ribu Mangrove di Gresik Freeport Indonesia Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir dan Dukung Rehabilitasi Lingkungan

Tony menegaskan bahwa pengiriman komponen ini merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kelancaran logistik.

"Terima kasih kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, TNI AL dan AU, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Kantor Bea Cukai Juanda, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Gresik, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus, Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan, serta Otoritas Bandara Juanda," tutupnya.

Editor : Cak Fir
#Smelter #freeport indonesia #gresik #Perbaikan