Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Petrokimia Gresik Perkuat Kerja Sama Pupuk Multinasional untuk Swasembada Pangan Nasional dan Global

Muhammad Firman Syah • Rabu, 19 Februari 2025 | 11:09 WIB
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo memberikan penjelasan kepada DUBES Eurasian Economic Union (EAEU) saat mengunjungi Exhibition Building Wisma Kebomas Petrokimia Gresik.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo memberikan penjelasan kepada DUBES Eurasian Economic Union (EAEU) saat mengunjungi Exhibition Building Wisma Kebomas Petrokimia Gresik.

Kebomas- PT Petrokimia Gresik menyatakan kesiapannya dalam memperkuat kerja sama pupuk multinasional guna mendukung ketahanan pangan nasional dan global. Langkah strategis ini dikembangkan melalui sinergi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia. Pada momen ini Kemenlu tengah menjajaki potensi kolaborasi dengan negara-negara Eurasian Economic Union (EAEU) dan Mercosur.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengungkapkan, kunjungan Kemenlu ke Petrokimia Gresik merupakan bagian dari upaya mengidentifikasi peluang kerja sama dalam sektor pertanian dan peternakan.

Menurutnya, negara-negara anggota EAEU seperti Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan dan Kirgistan yang dikenal sebagai pemain utama dalam industri pupuk global dengan teknologi mutakhir dan mekanisme pembiayaan yang efisien. Sementara negara-negara Mercosur, seperti Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay memiliki potensi besar dalam sektor peternakan.

"Saat ini, Kemenlu masih melakukan observasi di lapangan untuk mengidentifikasi potensi strategis dalam pengembangan kerja sama pertanian dan peternakan. Langkah ini bertujuan untuk merancang implementasi konkret guna mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Dwi Satriyo.

Petrokimia Gresik menegaskan, swasembada pangan merupakan prioritas utama pemerintah, sebagaimana tertuang dalam Asta Cita. Untuk itu, perusahaan siap berkontribusi melalui peningkatan kapasitas produksi pupuk dan penguatan sektor peternakan, terutama di Jawa Timur.

Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk nasional sekitar 14,6 juta ton per tahun, termasuk produksi yang dihasilkan oleh Petrokimia Gresik. Namun, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Indonesia masih memerlukan suplai bahan baku dari mitra internasional, termasuk negara-negara EAEU yang dikenal sebagai pemasok utama amoniak, fosfat, dan kalium.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi pupuk dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasokan bahan baku secara lebih efisien. Langkah ini akan mendukung keberlanjutan produksi pupuk nasional dan memastikan ketahanan pangan yang lebih stabil," jelas Dwi Satriyo.

Sebagai pemain utama dalam industri pupuk nasional, Petrokimia Gresik siap mengoptimalkan kerja sama multinasional ini untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Editor : Cak Fir
#PUPUK #dubes #Petrokimia Gresik #ketahanan pangan #kemenlu