Petrokimia Gresik Perluas Program Makmur 2025 Sebagai Strategi Berkelanjutan untuk Swasembada Pangan Nasional
Muhammad Firman Syah• Senin, 17 Februari 2025 | 02:51 WIB
Direktur Keuangan dan Umum (DKU), PT Petrokimia Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sinergi Gula Nasional, PT Rajawali I, dan PG Candi Baru.
Kebomas – Komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat oleh Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan, khususnya produksi gula, Petrokimia Gresik menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Sinergi Gula Nasional, PT Rajawali I, dan PG Candi Baru.
Langkah strategis ini menegaskan peran Petrokimia Gresik dalam mengembangkan Program Makmur 2025, yang tahun ini ditargetkan mencakup 190.000 hektare (ha) lahan pertanian di berbagai daerah di Indonesia. Ekspansi ini juga menjadi bagian dari visi besar mendukung program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam aspek swasembada pangan nasional.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Robby Setiabudi Madjid menegaskan, kerja sama dengan industri gula nasional merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah berlangsung sejak 2021. Dari tahun ke tahun, dampak positif Program Makmur semakin nyata, ditandai dengan peningkatan luas lahan yang dikelola dan produktivitas yang terus meningkat.
"Melalui Program Makmur, kami memastikan pertanian nasional semakin produktif dengan penerapan teknologi pertanian yang lebih efisien. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mencapai swasembada gula konsumsi pada 2028 dan swasembada gula industri pada 2030," ujar Robby.
Data historis menunjukkan bahwa luas lahan yang dikelola dalam Program Makmur terus mengalami peningkatan signifikan:
2021: 6.747 ha
2022: 47.700 ha
2023: 53.888 ha
2024: 60.501 ha
2025 (target): 190.000 ha
Pada 2024, realisasi program ini mencapai 170.295 ha, atau 129% dari target awal sebesar 132.000 ha. Tidak hanya pada komoditas tebu, program ini juga mencakup berbagai tanaman strategis seperti padi, hortikultura, jagung, kelapa sawit, bawang merah, jeruk, dan jeruk nipis. Lebih dari 60.588 petani telah merasakan manfaatnya, tersebar di berbagai wilayah termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi.
Tidak hanya berfokus pada ekspansi lahan, Petrokimia Gresik juga menjalin kolaborasi dengan dunia akademik. Melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sawit Indonesia dan Politeknik LPP Yogyakarta, perusahaan berupaya meningkatkan kapasitas petani serta efektivitas implementasi teknologi pertanian.
"Kami membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pendampingan langsung melalui program Taruna Makmur. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat penerapan teknologi pertanian, tetapi juga menciptakan generasi penerus yang kompeten dalam mendukung ketahanan pangan nasional," jelas Robby.
Dengan semakin luasnya cakupan Program Makmur, Petrokimia Gresik terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Melalui inovasi berkelanjutan, sinergi dengan berbagai pihak, serta optimalisasi sumber daya pertanian, perusahaan ini berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pertanian yang produktif, efisien, dan berdaya saing global.
Ke depan, Petrokimia Gresik akan terus berinovasi dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional, memastikan keberlanjutan sektor pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui teknologi dan praktik agribisnis modern.