Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Freeport Indonesia Kirim 125 Kg Emas Batangan Produksi Smelter Gresik ke ANTAM

Muhammad Firman Syah • Kamis, 13 Februari 2025 | 20:32 WIB
Perdana : Emas batangan produksi Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dikirim ke ANTAM.
Perdana : Emas batangan produksi Smelter PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dikirim ke ANTAM.

Manyar – PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi mengirimkan emas batangan perdana ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) sekaligus menandai pencapaian sebagai perusahaan tambang tembaga pertama di Indonesia yang berhasil memurnikan lumpur anoda menjadi emas batangan. Pengiriman ini dilakukan dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) Smelter PTFI ke ANTAM di Pulogadung, Jakarta, pada Rabu (12/2).

Sebanyak 125 kilogram emas batangan dengan kadar kemurnian 99,99 persen dikirim dalam tahap awal ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 207 miliar. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PTFI dalam mendukung program hilirisasi industri pertambangan nasional serta visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa pengiriman emas batangan perdana ini adalah bukti nyata keseriusan PTFI dalam menjalankan hilirisasi tambang. Meskipun sempat menghadapi insiden di salah satu fasilitas kompleks smelter, perusahaan tetap berkomitmen untuk terus berproduksi dan memenuhi target hilirisasi.

"PTFI berhasil memproses sekitar 12,56 ton lumpur anoda dari PT Smelting, yang menghasilkan total 189 kilogram emas batangan. Dari jumlah tersebut, 125 kilogram telah mencapai kemurnian 99,99 persen, sementara 64 kilogram lainnya masih dalam tahap casting ulang agar memenuhi standar fine gold purity," jelas Tony.

Ia juga mengungkapkan bahwa PMR PTFI kini menjadi salah satu produsen emas murni batangan di Indonesia, dengan kapasitas pemurnian mencapai 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun, serta produksi logam kelompok platinum seperti 30 kg platinum dan 375 kg paladium.

"Sebagai perusahaan dengan rantai nilai terintegrasi dari hulu ke hilir, PTFI telah merealisasikan hilirisasi tembaga dan kini hilirisasi emas. Dalam waktu dekat, kami juga akan merealisasikan hilirisasi perak," tambahnya.

Kolaborasi antara PTFI dan ANTAM menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian Indonesia di sektor pertambangan dan logam mulia. Direktur Utama ANTAM, Nico Kanter, menyambut baik sinergi ini, yang dinilai akan meningkatkan daya saing industri pengolahan mineral nasional serta mengurangi ketergantungan pada produk impor.

"Kemitraan antara PTFI dan ANTAM adalah langkah konkret dalam mendukung industrialisasi dalam negeri. Dengan penyerapan bahan baku emas dari PTFI, ANTAM dapat memperkuat lini bisnis emas logam mulia dan memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berinvestasi emas," ujar Nico.

Selain itu, kemitraan ini juga mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang dicanangkan pemerintah, sehingga produk emas yang dihasilkan memiliki nilai tambah lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar global.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, pada November 2024, PTFI dan ANTAM telah menandatangani perjanjian jual beli emas dengan kadar kemurnian 99,99 persen. Kesepakatan ini disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung.

Dalam perjanjian tersebut, ANTAM akan membeli hingga 30 ton emas batangan per tahun dari PTFI. Bahan baku emas yang diperoleh akan diolah lebih lanjut di Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia ANTAM, sebelum dipasarkan sebagai produk emas logam mulia ANTAM.

"Dengan adanya pasokan emas dari PTFI, kami semakin memperkuat posisi ANTAM sebagai pemain utama di industri emas dalam negeri. Ini juga merupakan bagian dari strategi kami untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menjawab permintaan emas yang terus meningkat di pasar domestik maupun global," tambah Nico.

Langkah strategis yang diambil oleh PTFI dan ANTAM selaras dengan visi pemerintah untuk mendorong hilirisasi industri tambang dan mineral. Dengan memproses hasil tambang di dalam negeri, nilai tambah yang dihasilkan akan lebih besar, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja dan meningkatkan perekonomian nasional.

Kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa hilirisasi bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi realitas yang mampu mengubah struktur industri pertambangan di Indonesia. Dengan adanya fasilitas pemurnian emas dalam negeri, Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pemain utama dalam rantai pasok global industri logam mulia.

Dengan demikian, PTFI dan ANTAM tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi bagian dari roadmap besar dalam mencapai Indonesia Emas 2045, di mana industri tambang dan mineral berperan sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor : Cak Fir
#smelter gresik #emas batangan #Freeport #antam