Kota- Petrokimia Gresik memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan melakukan peremajaan kendaraan operasional perusahaan. Sebanyak 150 kendaraan lama digantikan dengan 160 kendaraan listrik baru bermerek Evits, yang dikembangkan oleh PT ITS Tekno Sains.
Kendaraan ini merupakan hasil inovasi anak bangsa, mencerminkan dukungan terhadap pengembangan teknologi dalam negeri sekaligus langkah nyata mengurangi emisi karbon.
Direktur Utama PT Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menegaskan, langkah ini tidak hanya mendukung inovasi lokal tetapi juga berkontribusi pada upaya global dalam mengurangi jejak karbon.
"Hari ini kami mengganti 150 kendaraan listrik lama dengan 160 kendaraan listrik baru Evits yang merupakan mahakarya anak bangsa,” ujarnya dalam acara serah terima kendaraan di halaman K3PG Gresik.
Selain mengganti kendaraan operasional, perusahaan mengimplementasikan strategi lain untuk meminimalkan emisi karbon, seperti pemanfaatan karbon sebagai bahan baku pupuk, memproduksi CO2 cair dan dry ice, serta memanfaatkan purge gas sebagai bahan bakar tambahan.
Langkah-langkah ini mampu menekan emisi karbon hingga ribuan ton per tahun. Selain itu, pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN turut mendukung transformasi menuju energi hijau dengan pengurangan emisi setara 22.550 ton per tahun.
Dalam acara yang sama, direksi Petrokimia Gresik juga meresmikan K3PG Corner sebagai bentuk dukungan kepada UMKM mitra binaan perusahaan. Fasilitas ini turut menyediakan berbagai kebutuhan komunitas, seperti perlengkapan tim voli perusahaan. Langkah ini mencerminkan sinergi antara keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Kolaborasi dengan PT ITS Tekno Sains diapresiasi oleh Wakil Rektor ITS, Agus Muhammad Hatta. Menurutnya, kendaraan listrik Evits adalah bagian dari upaya mewujudkan 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
“Langkah ini sesuai dengan komitmen lingkungan dan keberlanjutan,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan kendaraan ini mendapat masukan yang positif untuk peningkatan kualitas ke depan.
“Kendaraan ini kami rancang tahan korosi, dengan manajemen baterai yang handal dan sistem kendali canggih. Dari sisi TKDN, sudah mencapai 60 persen,” tambahnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gresik, Siti Zubaidah, juga mengapresiasi inisiatif ini karena sejalan dengan visi daerah untuk mengedepankan industri ramah lingkungan. Ia menyatakan bahwa roadmap Petrokimia Gresik mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan rendah karbon.
Melalui berbagai inovasi dan kolaborasi ini, Petrokimia Gresik menunjukkan peran sebagai pelopor energi hijau, memberikan teladan bagi industri lain, serta menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Editor : Cak Fir