Presiden Joko Widodo Resmikan Smelter Gresik, PT Freeport Indonesia Jadi Perusahaan Tambang Hulu Hilir Tembaga Terbesar Di Dunia
Muhammad Firman Syah• Selasa, 24 September 2024 | 01:51 WIB
Resmi Produksi : Presiden RI, Joko Widodo didampingi sejumlah menteri dan pimpinan PT Freeport Indonesia meresmikan produksi Smelter Gresik.
Manyar- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo secara resmi meresmikan fasilitas pemurnian tembaga Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Senin (23/09). Dalam kesempatan yang sama Jokowi yang didampingi Menteri BUMN, Erik Thohir, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dan Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani juga menyaksikan produksi katoda tembaga pertama yang diproduksi PTFI.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memberikan apresiasi karena PT Freeport Indonesia akhirnya mampu menyelesaikan kewajibannya membangun fasilitas pemurnian tembaga dalam kurun waktu 30 bulan.
Jokowi mengakui, membangun Smelter ini bukan pekerjaan yang mudah karena ada biaya dan investasi yang sangat besar sehingg tidak jarang negosiasinya cukup panjang.
"Investasi untuk membangun Smelter ini Rp 56 triliun. Bukan uang yang kecil sehingga saya sadar perusahaan harus melakukan hitung-hitungan,," kata Presiden Jokowi.
Presiden menjelaskan, disela-sela tinjauannya melihat berbagai infrastruktur Smelter Freeport Indonesia Gresik diatas lahan 104 hektar itu dirinya melakukan hitung-hitungan jika setelah Smelter beroprasi negara akan mendapatkan tambahan penerimaan pajak sebesar Rp 80 triliun.
"Hitung-hitungan saya angka itu berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), PPh badan, PPh karyawan, bea keluar, pajak daerah yang lain. Ini lebih menguntungkan dibanding hanya ekspor bahan mentah. Ini merupakan upaya kita semua agar Indonesia menjadi negara mandiri yang mampu mengolah sumber daya alamnya sendiri di dalam negeri," imbuhnya.
Tidak hanya itu, Presiden Jokowi melihat potensi lain dari hadirnya pabrik Smelter Freeport Indonesia ini akan memberikan efek terhadap sektor UMKM lokal. Jokowi juga berharap paska diresmikannya Smelter akan mendorong hadirnya pabrik lain.
"Kita sudah menyaksikan bersama ada industri Copper Foil yang hadir. Kedepan diharapkan akan mendorong berdirinya pabrik kabel maupun perusahaan semi konduktor," tandasnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, dimulainya produksi Smelter Gresik selain akan menambah penerimaan bagi negara juga sekaligus menempatkan PTFI sebagai perusahaan tambang tembaga hulu hilir terbesar di dunia.
"Kami mengambil material dari tambang tembaga bawah tanah terbesar didunia, kemudian dimurnikan di smelter tembaga Single Line terbesar di dunia. Hal ini menjadikan Freeport indonesia menjadi perusahaan tambang tembaga hulu hilir terbesar di dunia," kata Tony Wenas.
Dalam operasinya nanti, Smelter Gresik akan menghasilkan 600.000 ton katoda tembaga, 50 ton emas dan 210 ton perak. Disamping itu, PTFI menyerap 2 ribu karyawan dengan rincian 800 karyawan tetap dibawah PTFI dan 1.200 karyawan sub kontraktor.
"Ini sesuai pada waktunya, atas dukungan pemerintah pusat dan daerah selalu mendukung, lalu Kementerian BUMN, Kementerian Investasi, Kementerian ESDM. Dan ini adalah bagian program hilirisasi pak Presiden (Jokowi) dan untuk suplai kebutuhan tembaga untuk Electric Vehicle (EV) dan transisi energi," pungkasnya.