Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Freeport Indonesia Smelter Manyar Gresik Bakal Beroperasi Bulan Ini, Kira-kira Kapan Dilaunching ya?

Hany Akasah • Sabtu, 1 Juni 2024 | 17:48 WIB
Puas : Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (kiri) memberikan apresiasi karena tim proyek telah menunjukkan komitmennya dalam penyelesaian proyek Smelter.
Puas : Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas (kiri) memberikan apresiasi karena tim proyek telah menunjukkan komitmennya dalam penyelesaian proyek Smelter.

RADAR GRESIK-PT Freeport Indonesia (PTFI) smelter Manyar Gresik berjanji akan beroperasi pada bulan ini. Namun, hingga kini pemerintah belum melaunching kepastian kapan dan tanggal berapa akan beroperasi sesuai dengan komitmennya.

Sebelumnya, Presiden Direktur (Presdir) PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas memastikan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) perusahaan di kawasan JIIPE, Gresik, Jawa Timur siap beroperasi Juni 2024.

"Saya berkunjung ke Smelter untuk memantau perkembangan penyelesaian pembangunan Smelter PTFI. Saat ini kami tengah melakukan proses commissioning yaitu pengujian, percobaan, trial, untuk memastikan peralatan dan sistem yang didesain, diinstal, dan dioperasikan sudah sesuai sebagai upaya menyelesaikan proyek smelter ini untuk selesai secara substansial. Diharapkan pada bulan Juni sudah bisa beroperasi," ujar Tony saat berkunjung ke smelter Gresik, Sabtu (25/5).

Toni menjelaskan pembangunan smelter merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan mendukung kebijakan hilirisasi industri yang dicanangkan oleh pemerintah.

Proyek smelter kedua perusahaan yang dibangun sejak Oktober 2021 dirancang mampu memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas peleburan konsentrat tembaga sebesar 1,7 juta ton per tahun, yang menjadikan smelter ini sebagai tempat pemurnian tembaga dengan rancangan terbesar di dunia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso mengatakan, dengan rencana operasional PT Freeport Indonesia di smelter Gresik. Maka pemerintah sudah memperpanjang izin eksport konsentrat hingga 31 Desember 2024. "Harus diperpanjang," kata Budi.

Jika Indonesia tidak memperpanjang maka akan rugi Rp 30 tril;iun jika relaksasi izin eksporr konsentrat tembaga tidak diperpanjang. (han)

Editor : Hany Akasah
#Smelter #Juni #Konsentrat #Freeport #gresik #Tembaga #Tony Wenas