RADAR GRESIK-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik optimistis akan banyaki investor yang bakal menanamkan modalnya di Kota Santri. Pasalnya, Gresik makin dikenal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) yang sangat potensial.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani mengatakan, KEK JIIPE merupakan salah satu bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Maka arah kebijakan di daerah harus selaras dengan apa yang diinginkan oleh pemerintah pusat.
“KEK JIIPE tahun 2023 dinobatkan oleh pemerintah menjadi kawasan industri yang terbaik. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan infrastruktur seperti jalan yang langsung ke kawasan tersebut,” kata Gus Yani sapaan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Cina di Surabaya, Xu Yong saat kunjungan di KEK JIIPE, Senin (20/5/2024).
Untuk mempercepat itu, kata Gus Yani, Pemkab Gresik bersama Pemprov Jatim mendapat tugas menyiapkan sarana infrastruktur dengan pembebasan lahan mulai dari exit tol Manyar Gresik menuju ke JIIPE.
Menurut Gus Yani, terkait pembebasan lahan itu, pihaknya sudah mensosialisasikan ke masyarakat. Hal itu karena keberadaan KEK JIIPE ke depannya bermanfaat sebagai tujuan investor menanamkan modalnya.
“Ini terbukti ada beberapa perusahaan terbesar seperti smelter Freeport Indonesia serta investor China, Hailiang Group, yang membangun pabrik foil tembaga terbesar di Asia Tenggara,” kata Gus Yani.
Ia menambahkan, dengan banyaknya investor yang mengembangkan usahanya di Gresik. Diharapkan juga bisa menyerap tenaga kerja. Pasalnya, tingkat pengangguran terbuka di daerahnya masih di angka 6,82 persen di tahun 2023.
Editor : Hany Akasah