RADAR GRESIK - Program klasterisasi atau pengelompokan usaha terus digalakkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan di Kabupaten Gresik. Kali ini PNM Mekaar melakukan klasterisasi kepada puluhan nasabah disektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pembuatan aneka kue kering di Kecamatan Kebomas.
Dalam program klasterisasi di Kecamatan Kebomas, nasabah PNM Mekaar mendapatkan pelatihan tentang tata cara dan strategi dalam mengembangkan penjualan aneka kue kering agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, dalam program klasterisasi kali ini PNM Mekaar mengundang perwakilan PT Shoopee Internasional Indonesia sebagai narasumber sekaligus pembimbing program.
Camat Kebomas, M Jusuf Ansori yang berkesempatan membuka program klasterisasi menyampaikan apresiasinya kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan yang telah memfasilitasi masyarakat di Kecamatan Kebomas untuk meningkatkan usahanya melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Menurut Jusuf, tidak banyak lembaga permodalan yang mau memperhatikan keberlangsungan usaha nasabahnya seperti PNM.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik mendukung penuh program PNM Mekaar di Kecamatan Kebomas. Menurut kami pelatihan seperti ini memang sangat dibutuhkan oleh para UMKM utamanya ibu-ibu. Sebab, selain mereka bisa menjual produknya melalui tatap muka juga bisa memasarkan aneka kue yang dibuat secara online," kata Jusuf Ansori.
Diungkapkan, Pemerintah daerah siap bekerjasama dengan PNM untuk memberikan fasilitas layanan guna mendukung program PKU, di Kecamatan Kebomas. Antara lain seperti pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengurusan sertifikasi halal hingga pelatihan E-Catalog bagi para nasabah PNM Mekaar agar bisa menjual produknya dilingkungan Pemerintah daerah.
"Semoga pelatihan yang didapatkan hari ini bisa bermanfaat dan meningkatkan omset penjualan," tandasnya.
Ditempat yang sama, Pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan, Anang Fatkhur menambahkan, program klasterisasi ini merupakan tahap lanjutan dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang selama ini menjadi ciri khas layanan PNM.
Menurut Anang, program klasterirasi merupakan hal yang penting bari pelaku UMKM karena para pelaku dengan usaha yang sejenis bisa saling menguatkan.
"Pelaku UMKM selama ini sudah teruji tahan terhadap berbagai guncangan. Melalui klasterisasi ini kami ingin mereka tidak hanya tahan saja melainkan memiliki lompatan pendapatan," imbuh Anang.
Dikatakan, sesuai dengan prinsip Produk Life Circle dimana dalam menjalankan usaha para pelaku UMKM akan memulainya dengan mencari bahan baku, kemudian melakukan proses produksi hingga menjualnya ke konsumen sehingga tercipta rantai hubungan.
Untuk itu melalui klasterisasi ini apabila dalam satu rantai para pelaku UMKM menemui kendala,mereka akan melakukan sharing maupun memberikan support satu sama lain.
"Kami berharap melalui klasterisasi ini, pelaku UMKM yang juga merupakan nasabah PNM Mekaar bisa saling melengkapi," tandas Anang.
Anang menyebut jumlah nasabah PNM di Kecamatan Kebomas saat ini telah mencapai 8.000 orang lebih yang terbagi ke dalam dua kantor unit.
Dengan banyaknya nasabah ini, pihaknya mencatat realisasi kredit yang dikucurkan rata-rata mencapai Rp 3 miliar perbulan dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. (Fir/Han)
Editor : Hany Akasah