Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pemdes Yosowilangun Gandeng Akademisi Demi Majukan Potensi Desa Melalui SDGs

Hany Akasah • Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:21 WIB
PENGEMBANGAN DESA: Pemerintah Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar menggandeng akademisi menggandeng tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya untuk mengembangkan potensi desa.
PENGEMBANGAN DESA: Pemerintah Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar menggandeng akademisi menggandeng tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya untuk mengembangkan potensi desa.

GRESIK - Untuk menggali potensi desa, Pemerintah Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar menggandeng akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. Hal tersebut dibuktikan saat digelarnya Forum Group Discussion (FGD) antara perangkat Desa Yosowilangun bersama tim dosen STIESIA, Selasa (22/8) lalu.

Tim Pengabdian dari STIESIA diketuai oleh Dr. Titik Mildawati, SE.,M.Si.,Ak.,CA dan beranggotakan empat dosen yaitu Juwita Sari SM.,M.SM., Wimba Respatia, SE, M.Ak., Muhammad Reza Pahlawan, S.Kom.,M.Kom., Rachmad Abdullah, S.T., M.MT. serta mahasiswa bernama Nariswari Putri Arif.

Kepala Desa Yosowilangun, H Abdur Rosyid  mengatakan, melalui kegiatan ini sangat menginisiasi pemetaan potensi desa. Menurutnya, meskipun Desa Yosowilangun berstatus Desa Mandiri, namun masih butuh kerjasama dengan berbagai pihak agar mampu memajukan potensi desa.

“Salah satunya menggandeng akademisi, dimana melalui kegiatan pengabdian STIESIA Surabaya dalam memajukan potensi desa melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Kami juga telah memberikan gambaran UMKM di Desa Yosowilangun, yang sebagian besar adalah pengusaha kuliner,” terang Rosyid.

Sementara itu ketua tim pengabdian STIESIA Dr. Titik Mildawati , menuturkan bahwa statusnya sebagai Desa Mandiri, mengindikasikan kehidupan warga desa cukup sejahtera.

“Perangkat Desa Yosowilangun masih mengalami beberapa kesulitan untuk menentukan potensi desa mereka, baik kekurangan, maupun kekuatan desa. Hal ini dapat berpotensi mengalami penurunan status apabila perangkat desa tidak segera menentukan kebijakan yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan warganya,” terang Titik.

Kegiatan pengabdian itu menjadi langkah awal untuk segera memetakan potensi sosial desa. Diharapkan juga kegiatan ini akan terus berjalan secara maksimal.

“Kami akan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi, yakni pemetaan potensi desa. Kedepannya kami memberikan rekomendasi kebijakan yang mampu membantu perangkat desa dalam memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” imbuhnya.

Melalui berbagai rekomendasi yang diberikan, diharapkan dapat membantu perangkat desa dalam menyusun kebijakan yang berkelanjutan sehingga mewujudkan program SDGs. Selain membantu peningkatan kesejahteraan warga, program pemetaan ini juga mampu membantu pemenuhan indikator SDGs desa. Jika hasil SDGs yang memuaskan, maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Yosowilangun sudah sejahtera dan dapat menjadi desa percontohan bagi desa lainnya.(Rir/han)

Editor : Hany Akasah
#Yosowilangun #UMKM #SDGs #STIESIA