GRESIK - Sebanyak 25 nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan di Kabupaten Gresik mendapatkan pelatihan membuat kerajinan anyaman dari bahan sintetis. Nasabah yang mendapatkan pelatihan ini sehari-harinya merupakan pengrajin anyaman berbahan dasar kayu rotan.
Kegiatan yang diberinama Klasterisasi Anyaman Kerajinan Anyaman Rotan digelar di balai Dusun Kletak Desa Putat Lor Kecamatan Menganti. Acara ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Cabang PNM Cabang Lamongan, Anang Fatkhur Rochman dan Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Gresik, Sunik. Serta perwakilan UPT Kerajinan Diskoperindag Jawa Timur, Hamim sebagai narasumber pelatihan.
Dalam sambutannya, Pimcab PNM Cabang Lamongan, Anang Fatkhur Rochman mengatakan, digelarnya kegiatan Klasterisasi bagi nasabah Anyaman Rotan di Kabupaten Gresik ini merupakan wujud nyata jika PNM Mekaar tidak hanya memberikan modal usaha saja melainkan juga memberikan pendampingan agar usaha nasabah bisa tumbuh dan berkembang dengan adanya PKU(Pengembangan Kapasitas Usaha)
"Kegiatan klasterisasi ini bisa juga menjadi media Sinau Bareng agar usaha para nasabah bisa naik kelas," kata Anang.
Dikatakan, kegiatan Klasterisasi merupakan program rutin yang diberikan PNM Mekaar kepada nasabahnya minimal tiga kali dalam satu tahun. Menurut Anang, kegiatan ini tidak hanya diharapkan menjadi sarana meningkatkan skill dan usaha nasabah melainkan juga menciptakan sebuah enganggement antara korporasi dengan para kreditur.
"Pelatihan anyaman dari bahan sintetis ini diharapkan menjadi alternatif jika suatu saat kedepan supply produk rotan mulai turun atau nasabah kesulitan mendapatkan bahan baku. Dengan menguasai teknik anyaman bahan sintetis usaha nasabah bisa terus bergerak sehingga perekonomian rumah tangga tetap bisa berputar," imbuhnya.
Anang menyebutkan, sepanjang PNM Mekaar berdiri hingga saat ini tercatat lebih dari 97.000 nasabah asal Kabupaten Gresik mendapatkan kucuran kredit permodalan. Puluhan ribu nasabah tersebut tergabung ke dalam 5.630 kelompok dengan nilai penyaluran kredit Rp 1,3 triliun.
"Melalui 26 kantor unit yang ada di Gresik, kami menyasar nasabah ultramikro hingga tingkat RT dan RW dengan rata-rata pemberian pinjaman Rp 5 juta - Rp 10 juta setiap nasabah," paparnya.
Ditempat sama, Kepala Bidang Perindustrian Diskoperindag Gresik, Sunik memberikan apresiasi kepada PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Lamongan yang selama ini masih memberikan bantuan permodalan kepada para pelaku usaha di Kabupaten Gresik.
"Kami memberikan dukungan pendampingan akses pasar, sedangkan PNM Mekaar memberikan dukungan permodalan. Hal ini menjadi salah satu bentuk sinergitas dan wujud kongkrit dalam mendorong perekonomian masyarakat khususnya pelaku usaha di Kabupaten Gresik," kata Sunik.
Sementara itu, salah satu peserta Klasterisasi Anyaman Rotan, Siti Rohmah menuturkan, sebelum menjadi nasabah PNM Mekaar Unit Menganti 3 usaha kerajinan anyaman rotan yang dijalaninya selama belasan tahun tidak berkembang. Namun setelah mendapatkan akses permodalan dari PNM Mekaar kini Bu Siti justru kewalahan melayani permintaan pesanan lantaran banyak buyer baru yang datang.
"Dulu satu minggu hanya mampu ambil bahan baku rotan 25 kilo. Namun setelah mendapatkan bantuan modal dari PNM Mekaar saya bisa bahan baku rotan hingga 120 kilo seminggu. Dari banyaknya bahan baku akhirnya saya mulai berani melayani pesanan dalam jumlah besar bahkan menciptakan lapangan pekerjaan untuk tetangga sekitar," kata perempuan yang akrab disapa Bu Atin itu. (*/fir)
Editor : Hany Akasah