Presiden Direktur PC Ketapang II Ltd. dan Country Head Petronas Indonesia Yuzaini Md Yusof mengatakan, Petronas telah menemukan cadangan minyak di sumur Hidayah-1 pada tahun 2021 dan saat ini memasuki tahap pengembangan.
"Petronas Indonesia baru saja memasuki fase pengembangan (development phase) setelah mendapatkan persetujuan yang diberikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada akhir bulan Desember lalu untuk rencana pengembangan pertama atau Plan of Development I (POD I) lapangan Hidayah," kata Yuzaini, di Gresik, kemarin (5/4).
Lapangan Hidayah yang berlokasi sekitar 6 kilometer di utara Pulau Madura miliki estimasi cadangan minyak sekitar 88,55 Million Stock Tank Barrel (MMSTB). Lapangan ini diproyeksikan menjadi salah satu kontributor penting untuk mencapai target produksi minyak 1 juta barel di tahun 2030. Dengan disetujuinya POD I Lapangan Hidayah, kegiatan pembangunan fasilitas produksi dapat segera dilakukan. Diharapkan lapangan ini akan mulai berproduksi (onstream) pada awal tahun 2027 dengan tingkat produksi saat itu pada kisaran 8.973 barrel oil per day (BOPD).
"Lapangan ini akan mencapai puncak produksi pada tahun 2033 dengan kisaran produksi 25.276 BOPD. Lapangan ini diperkirakan akan aktif berproduksi selama 15 tahun (2027-2041)," imbuhnya.
Adapun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengembangan Lapangan Hidayah antara lain terdiri dari biaya investasi (di luar sunk cost) yang diperkirakan sekitar 926 juta dollar AS, biaya operasi termasuk PBB sampai lapangan mencapai keekonomian limit sebesar sekitar 1,99 miliar dollar AS; dan biaya Abandonment and Site Restoration (ASR) sebesar sekitar 201 juta dollar AS.
"Kami juga baru saja merampungkan proyek pengembangan lapangan Bukit Tua Fase-2B pada awal bulan Maret lalu dan menargetkan pelaksanaan survei seismik untuk Wilayah Kerja North Ketapang pada kuartal keempat tahun ini." tandasnya.
Ditempat sama, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Nurwahidi mengapresiasi Petronas karena telah banyak berkontribusi di Jatim. Menurutnya, ada banyak program yang sudah dikontribusikan Petronas, selain kegiatan yang berbentuk program pengembangan masyarakat atau CSR dan kegiatan yang langsung berkaitan dengan penghijauan, yang tidak kalah penting dari sisi produksi. Kedepan banyak program yang dicanangkam Petronas untuk Jatim dalam proses pengambangan dua lapangan, Lapangan Hidayah 1 dan Bukit Tua ORF.
Baca Juga : DPR RI Berharap Akuisisi Smelting ke Freeport Menguntungkan Negara
"Pengembangan Lapangan Hidayah ini akan mampu penambaham cukup besar dan signifikan Sekarang sudah mulai bergerak pengembangan, juga untuk Nort Ketapang sedang melaksanakan program seismik," kata Nurwahidi.
Meski demikan, ada problem terkini yang terjadi di Jatim dan Jateng, yaitu kondisi over suplai yang harus menjadi perhatian bersama.
"Tahun lalu, posisi kita kekurangan gas sekarang menjadi kelebihan gas. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi kita. Mungkn kita lebih fokus mencari diisi hulu tetapi lupa untuk hilirnya. Ini PR bagi kita bagaimana gas yang siap mengalir bisa terserap, juga lapangan baru yang sedang eksplorasi dan akan dieksploitasi," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah