Bagaimana tidak, sepanjang dua tahun terakhir di kawasan jalan lingkar itu sedikitnya berdiri 6 perumahan. Menariknya para pengembang perumahan yang hadir di kawasan ring road Gresik ini semuanya hadir dengan konsep hunian premium.
Baca Juga : AKR Land Optimis Pasar Hunian DI Gresik Masih Prospektif
Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan DPD Real Estate Indonesia Gresik, Widodo Feriyanto mengatakan, kawasan ring road Gresik dulunya adalah makadam yang berbatasan dengan kawasan tambak. Namun jalan itu seringkali menjadi jalur alternatif warga Cerme yang mau ke Kebomas.
"Dua tahun terakhir kawasan ring road Gresik ini berkembang pesat sehingga menjadi incaran pengusaha properti," kata Widodo.
Dikatakan, semula harga tanah di kawasan ring road Gresik itu hanya dikisaran ratusan ribu permeter. Namun kini sejak banyak developer hadir harganya melonjak tajam bahkan hingga jutaan rupiah permeter persegi.
"Pengusaha properti jeli melihat potensi ekonomi disini. Apalagi setelah Pemkab Gresik melakukan pembangunan jalan tipe C yang secara otomatis membuat geliat ekonomi meningkat," imbuh CEO Perumahan Graha Amerta Boulevard itu.
Baca Juga : Tahun Ini, Pemkab Gresik Akan Perbaiki Jalan Antar Desa yang Rusak
Selain itu, Antok sapaan akrab Widodo Ferianto melihat kedepan prospek kawasan ring road Gresik cukup menjanjikan. Hal itu terlihat dari mulai ditanamnya jaringan pipa air Perumda Giri Tirta yang mengalirkan air Umbulan ke kawasan tersebut. Belum lagi adanya jaringan pipa gas yang kedepan akan ditanam oleh PGN yang membuat kawasan ini menjadi area mandiri baru di Gresik.
"Tidak salah jika banyak yang berbondong-bondong datang untuk investasi di kawasan ring road selagi harganya saat ini masih bisa dijangkau. Saya tidak bisa membayangkan mungkin tahun depan atau dua tahun lagi kawasan ini bisa seperti jalan protokol," pungkasnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah