Seremonial pelepasan ekspor rumput laut kering dilakukan langsung oleh Kepala Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur I, Padmoyo Tri Wikanto dan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Mahalatul Fardah. Tidak ketinggalan Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto juga ikut mendampingi.
Dalam kesempatan itu, Bier Budy menuturkan, jika pelepasan ekspor rumput laut kering ke Jepang dan Cina ini merupakan yang ke-7 semenjak CV Savibdo Subur Abadi mendapatkan pendampingan dari Bea Cukai Gresik.
"Ekspor produk rumput laut kering kali ini ke negara Cina dengan jumlah sebesar 3 Kontainer 40 Feet dengan perkiraan nilai ekspor sebesar 13.800 Dollar AS atau senilai lebih dari Rp 200 juta dan akan digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk di negara tersebut," ujarnya.
Dijelaskan, kerja tim Klinik Ekspor Bea Cukai Gresik dan Tim Secondmen DJP DJBC diantaranya melakukan pendampingan asistensi dokumen dan pemberian fasilitas kemudahan ekspor akhirnya berhasil melakukan ekspor. Diharapkan kedepan, akan banyak UMKM yang bisa menembus pasar ekspor sehingga usahanya berkembang.
"Sebelum Ekspor hari ini CV Savindo Subur Abadi sudah melakukan 6 kali ekspor dalam kurun waktu 6 bulan terakhir ke berbagai negara tujuan dengan nilai yang berhasil tercatat lebih dari Rp 500 juta," kata Bier.
Baca Juga : HUT RI ke 77, Bea Cukai Gresik Ajak Stakeholder Jalan Sehat dan Lomba
Sementara itu, Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur, Padmoyo Tri Wikanto mengajak semua UMKM yang ada di wilayahnya meningkatkan kualitas produksi dan nilai tambah agar bisa menemukan pasar ekspor. Dia mengapresiasi upaya CV Savindo Subur Abadi bersama Tim Secondment dari Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai yang telah memberikan asistensi dan pendampingan kepada eksportir UMKM hingga mereka berhasil menemukan pasar ekspor di luar negeri.
“Upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Keuangan yang meminta jajarannya di DJBC da DJP membantu pengusaha UMKM agar memiliki daya saing untuk mengekspor produknya ke luar negeri. Dan DJBC Jatim 1 hingga saat ini sudah mendorong 30 pebisnis UMKM mengekspor produksinya,” kata Padmoyo.
Kadisperindagkop Gresik, Malahatul Wardah yang ikut hadir di pelepasan ekspor menjelaskan, pihaknya bersama Bea Cukai bersinergi membangun kekuatan UMKM Kabupaten Gresik agar sejajar dengan perusahaan eksportor lainnya.
“Pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi iklim usaha di Gresik. Baik usaha menengah atas lebih khusus lagi UMKM,” kata Wardah.
Sementara itu, Direktur CV Savindo Subur Abadi, Sakti Indra mengaku, sangat terbantu dengam pendampingan dan asistensi dari DJBC Bea Cukai Gresik. Pihaknya yang selama ini kurang paham dokumen ekspor dan pembiayaan akhirnya dibantu hingga menemukan pasar di luar negeri.
“Hari ini kami mengekspor 60 ton rumput laut yang berasal dari seluruh pesisir pantai di Indonesia. Setelah ini permintaan dari Cina terus berdatangan. Harapan kami bantuan dan pendampingan terus disampaikan dan kami mengajak UMKM lainnya bisa mengekspor produknya,” kata Sakti didampingi Widia, Komisaris CV Savindo Subur Abadi. (fir/han) Editor : Hany Akasah