Penandatanganan konsesi dilakukan langsung antara Kepala Kantor KSOP Kelas II Gresik, Totok Mukarto dengan Direktur PT SMT, Marianus Oei yang disaksikan langsung Direktur Jendral Perhubungan Laut (Dirjen Hubla), R Agus H Purnomo bersama Presiden Direktur PT Maspion Group, Alim Markus.
Dirjen Agus melihat perjuangan yang telah dilakukan dari TUKS hingga melakukan pelayanan umum dengan izin sementara disupport dan dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan konsesi untuk jangka waktu 43 tahun full operasi oleh PT SMT dengan fee 2,5 persen yang diberikan kepada pemerintah. “Harapannya dengan konsesi ini ekonomi tumbuh dan kesempatan kerja juga tumbuh,” kata Agus.
Hadirnya SMT sebagai pelabuhan umum baru ditengah BUP milik Pelindo III Group yang sudah ada saat ini akan membuat peluang baru bagi kegiatan perekonomian di Indonesia.
Presiden Direktur PT Maspion Group, Alim Markus menyebut, dirinya sudah menyiapkan kawasan industri di Gresik (KIG) dan juga kawasan industri Sidoarjo (KIS). “Kami menargetkan terminal Petikemas itu hingga 3 juta TEUs pertahun,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PT SMT, Marianus Oei mengaku, dengan adanya konsesi ini, PT SMT menjadi BUP swasta murni pertama di Propinsi Jawa Timur yang mendapatkan penunjukan konsesi sebagai Pelaksana Kegiatan Pengusahaan Jasa Kepelabuhanan di Pelabuhan Gresik.
“Kapasitas operasional PT SMT sampai saat ini adalah rata-rata 4.500.000 ton/tahun. Dari jumlah itu 65 persen curah kering dan general cargo, 35 persen curah cair dan gas,” imbuhnya. (fir/han) Editor : Hany Akasah