alexametrics
26 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Pentingnya Muslim Memahami Transaksi yang Berlandaskan Syariah

GRESIK – Menjalankan suatu peraturan dalam ekonomi yang berdasarkan syariah Islam adalah kewajiban bagi seorang muslim. Karena ada berbagai dampak dan masalah jika manusia tidak melaksnaakan perintah Allah satu saja. Melalaikan perintah Allah berdasarkan syariah tentu yang rugi manusia bukan Allah atau yang lainnya.

Dalam pelaksanaan keseharian manusia, masalah ekonomi dan Islam tidak bisa dipisahkan. Banyak orang berpikir Islam atau ekonomi tidak berkaitan satu sama lain. Tentu saja hal ini keliru, karena Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin yang mengatur seluruh aktivitas dan kehidupan manusia.

Dari aturan tersebut diharapkan manusia dapat melaksanakan sebaik-baiknya juga merasakan dampak apabila benar-benar taat kepada hukum Allah. Transaksi ekonomi dalam Islam juga bisa diterapkan di setiap zaman, walaupun sudah berganti dan teknologi sudah berkembang, misalnya simpan pinjam tanpa bunga, transaksi jual beli dengan online dan jual beli produk halal.

Hal-hal tersebut adalah contoh dari perkembangan transaksi ekonomi yang sedang berlaku. Untuk itu, Islam tidak melarang dan juga membatasi, namun tetap menjalankan hal tersebut berdasarkan prinsip- prinsip transaksi ekonomi Islam yang sudah Allah tetapkan. Di antaranya, adanya akad atau perjanjian. Akad ini juga berfungsi agar satu sama lain bisa menjalankan dengan keterbukaan dan transapransi, sehingga di lain waktu tidak ada yang merasa dirugikan atau dibohongi. Prinsip lainnya yakni berniaga dengan jalan suka sama suka. Dalam transaksi tersebut tidak boleh ada paksaan ataupun hati yang tidak ikhlas ketika melakukannya.

Prinsip transaksi Islam dilandasarkan larangan penipuan. Harta yang dijalankan dari proses menipu tidak berkah. Penipuan membawa efek mudharat mereka sendiri, sepeti,tidak akan dipercaya, membangun moral yang buruk, dan hilangnya keimanan pada titik tertentu.

Prinsip transaksi islam juga harus akuntansi dan kejelasan transaksi. Misal dalam peminjaman hutang, maka baiknya ada pencatatan dan juga pembuktian bahwa kita pernah membeli atau memberikan uang kepada siapa, ditanggal kapan, dan saksi yang dapat dipercaya. Untuk hari ini, saksi sudah dapat berkembang, adanya Mesin Print, CCTV, rekaman scanning, dsb bisa membuktikan transaksi seseorang. Hal ini bisa mencagah manusia untuk berbuat kejahatan dan melakukan penipuan. Tentu saja akan mudah diketahui jika melakukan penipuan.

Hal-hal diatas adalah prinsip transaksi ekonomi Islam yang harus dijalankan manusia. Semoga umat Islam dapat menjalankan perekonomiannya dengan terus berdasarkan kepada Rukun Islam, dasar Hukum Islam, Fungsi Iman pada Allah SWT dan Rukun iman. (*)

 

GRESIK – Menjalankan suatu peraturan dalam ekonomi yang berdasarkan syariah Islam adalah kewajiban bagi seorang muslim. Karena ada berbagai dampak dan masalah jika manusia tidak melaksnaakan perintah Allah satu saja. Melalaikan perintah Allah berdasarkan syariah tentu yang rugi manusia bukan Allah atau yang lainnya.

Dalam pelaksanaan keseharian manusia, masalah ekonomi dan Islam tidak bisa dipisahkan. Banyak orang berpikir Islam atau ekonomi tidak berkaitan satu sama lain. Tentu saja hal ini keliru, karena Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin yang mengatur seluruh aktivitas dan kehidupan manusia.

Dari aturan tersebut diharapkan manusia dapat melaksanakan sebaik-baiknya juga merasakan dampak apabila benar-benar taat kepada hukum Allah. Transaksi ekonomi dalam Islam juga bisa diterapkan di setiap zaman, walaupun sudah berganti dan teknologi sudah berkembang, misalnya simpan pinjam tanpa bunga, transaksi jual beli dengan online dan jual beli produk halal.

-

Hal-hal tersebut adalah contoh dari perkembangan transaksi ekonomi yang sedang berlaku. Untuk itu, Islam tidak melarang dan juga membatasi, namun tetap menjalankan hal tersebut berdasarkan prinsip- prinsip transaksi ekonomi Islam yang sudah Allah tetapkan. Di antaranya, adanya akad atau perjanjian. Akad ini juga berfungsi agar satu sama lain bisa menjalankan dengan keterbukaan dan transapransi, sehingga di lain waktu tidak ada yang merasa dirugikan atau dibohongi. Prinsip lainnya yakni berniaga dengan jalan suka sama suka. Dalam transaksi tersebut tidak boleh ada paksaan ataupun hati yang tidak ikhlas ketika melakukannya.

Prinsip transaksi Islam dilandasarkan larangan penipuan. Harta yang dijalankan dari proses menipu tidak berkah. Penipuan membawa efek mudharat mereka sendiri, sepeti,tidak akan dipercaya, membangun moral yang buruk, dan hilangnya keimanan pada titik tertentu.

Prinsip transaksi islam juga harus akuntansi dan kejelasan transaksi. Misal dalam peminjaman hutang, maka baiknya ada pencatatan dan juga pembuktian bahwa kita pernah membeli atau memberikan uang kepada siapa, ditanggal kapan, dan saksi yang dapat dipercaya. Untuk hari ini, saksi sudah dapat berkembang, adanya Mesin Print, CCTV, rekaman scanning, dsb bisa membuktikan transaksi seseorang. Hal ini bisa mencagah manusia untuk berbuat kejahatan dan melakukan penipuan. Tentu saja akan mudah diketahui jika melakukan penipuan.

Hal-hal diatas adalah prinsip transaksi ekonomi Islam yang harus dijalankan manusia. Semoga umat Islam dapat menjalankan perekonomiannya dengan terus berdasarkan kepada Rukun Islam, dasar Hukum Islam, Fungsi Iman pada Allah SWT dan Rukun iman. (*)

 

Most Read

Berita Terbaru

/