alexametrics
29.3 C
Gresik
Friday, 12 August 2022

Menjadi Game Programmer Lewat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

SURABAYA – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirilis oleh Kemendikbudristek menjadi program yang mewadahi mahasiswa untuk menguasai berbagai bidang ilmu di luar kelas perkuliahan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan mata kuliah untuk memperkuat pengalaman dan kompetensinya. MBKM tersebut memiliki berbagai macam program yang dapat dipilih, salah satunya adalah Studi Independen.

Melalui Studi Independen, mahasiswa dapat mempelajari kompetensi yang spesifik, praktis, dan dibutuhkan di masa depan. Mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan para pakar untuk memahami penerapan mengenai studi yang diambil. Pada akhir program, mahasiswa diharapkan dapat mempraktekkan kompetensi tersebut dalam sebuah proyek riil.

Dalam kesehatan ini PT. Mitra Edukasi Pratama atau ICE Institute menjadi salah satu perusahaan yang menerima mahasiswa dalam program MBKM Studi Independen dalam mempelajari pembuatan game menggunakan aplikasi Unity. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform pembelajaran yang disediakan oleh pihak terkait. Peserta mahasiswa dapat memilih peran dalam pembuatan game, seperti Game Programmer, Game Artist, Game Designer, Project Manager, dan Educational Game Developer.

Dalam kurun  waktu kegiatan studi independen selama 4 bulan, PT. Mitra Edukasi Pratama memberikan materi yang sesuai dengan peran yang diambil oleh mahasiswa selama 3 bulan. Setelah menyelesaikan pembelajaran, mahasiswa dikelompokkan dengan berbagai peran untuk membuat sebuah gim sendiri dalam kurun waktu 1 bulan.

Rifki Riza Alfiansyah salah satu mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur menjadi peserta yang mengikuti kegiatan sebagai Game Programmer. Rifki bersama timnya  berhasil membuat sebuah game bernuansa lokal bernama  “Khodam Guardian of Human” yang mengusung jenis Sidescrolling Shooter RPG.

“Saya berkesempatan  mengambil peran Game Programmer dan bertanggung jawab dalam pembuatan semua mekanisme yang ada dalam game tersebut,” tutur Rifki.

Khodam Guardian of Human menceritakan seorang karakter remaja bernama Bayu yang pergi mendaki bersama pacarnya, Laras. Mereka pergi mendaki ke sebuah gunung yang terkenal mengandung mistis bernama Gunung Cakala. Ketika hendak mengambil air, Laras tiba-tiba berteriak karena diculik oleh Buto Ijo.

“Dari sana bayu yang mendengar teriakan Laras langsung menghampirinya, namun Bayu kehilangan kesadaran ketika berusaha menyelamatkan Laras. Dengan khodam yang dimilikinya, Bayu memulai aksinya untuk menyelamatkan Laras,” katanya.

Mitra Edukasi Pratama beserta para pakar dari beberapa instansi atau perusahaan dipilih untuk menjadi penilai dari proyek-proyek yang dihasilkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Gim “Khodam Guardian of Human” berhasil meraih peringkat ke-3 dan menarik perhatian para pakar dalam kegiatan tersebut.

Selain mendapat pengalaman yang menyenangkan mahasiswa yang menjadi  pengembang game juga mendapat kompetensi serta sertifikat kelulusan dalam menyelesaikan materi-materi yang dipelajari selama kegiatan tersebut. (*)

SURABAYA – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dirilis oleh Kemendikbudristek menjadi program yang mewadahi mahasiswa untuk menguasai berbagai bidang ilmu di luar kelas perkuliahan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih dan menentukan mata kuliah untuk memperkuat pengalaman dan kompetensinya. MBKM tersebut memiliki berbagai macam program yang dapat dipilih, salah satunya adalah Studi Independen.

Melalui Studi Independen, mahasiswa dapat mempelajari kompetensi yang spesifik, praktis, dan dibutuhkan di masa depan. Mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan para pakar untuk memahami penerapan mengenai studi yang diambil. Pada akhir program, mahasiswa diharapkan dapat mempraktekkan kompetensi tersebut dalam sebuah proyek riil.

Dalam kesehatan ini PT. Mitra Edukasi Pratama atau ICE Institute menjadi salah satu perusahaan yang menerima mahasiswa dalam program MBKM Studi Independen dalam mempelajari pembuatan game menggunakan aplikasi Unity. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform pembelajaran yang disediakan oleh pihak terkait. Peserta mahasiswa dapat memilih peran dalam pembuatan game, seperti Game Programmer, Game Artist, Game Designer, Project Manager, dan Educational Game Developer.

-

Dalam kurun  waktu kegiatan studi independen selama 4 bulan, PT. Mitra Edukasi Pratama memberikan materi yang sesuai dengan peran yang diambil oleh mahasiswa selama 3 bulan. Setelah menyelesaikan pembelajaran, mahasiswa dikelompokkan dengan berbagai peran untuk membuat sebuah gim sendiri dalam kurun waktu 1 bulan.

Rifki Riza Alfiansyah salah satu mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur menjadi peserta yang mengikuti kegiatan sebagai Game Programmer. Rifki bersama timnya  berhasil membuat sebuah game bernuansa lokal bernama  “Khodam Guardian of Human” yang mengusung jenis Sidescrolling Shooter RPG.

“Saya berkesempatan  mengambil peran Game Programmer dan bertanggung jawab dalam pembuatan semua mekanisme yang ada dalam game tersebut,” tutur Rifki.

Khodam Guardian of Human menceritakan seorang karakter remaja bernama Bayu yang pergi mendaki bersama pacarnya, Laras. Mereka pergi mendaki ke sebuah gunung yang terkenal mengandung mistis bernama Gunung Cakala. Ketika hendak mengambil air, Laras tiba-tiba berteriak karena diculik oleh Buto Ijo.

“Dari sana bayu yang mendengar teriakan Laras langsung menghampirinya, namun Bayu kehilangan kesadaran ketika berusaha menyelamatkan Laras. Dengan khodam yang dimilikinya, Bayu memulai aksinya untuk menyelamatkan Laras,” katanya.

Mitra Edukasi Pratama beserta para pakar dari beberapa instansi atau perusahaan dipilih untuk menjadi penilai dari proyek-proyek yang dihasilkan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Gim “Khodam Guardian of Human” berhasil meraih peringkat ke-3 dan menarik perhatian para pakar dalam kegiatan tersebut.

Selain mendapat pengalaman yang menyenangkan mahasiswa yang menjadi  pengembang game juga mendapat kompetensi serta sertifikat kelulusan dalam menyelesaikan materi-materi yang dipelajari selama kegiatan tersebut. (*)

Most Read

Berita Terbaru

/