alexametrics
26.8 C
Gresik
Friday, 12 August 2022

Ciptakan Game Entertainment 2D Bertema Boba Melalui Studi Independen

SURABAYA – Studi Independen merupakan salah satu kegiatan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau bisa disebut MBKM. Program ini adalah kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim. Tujuannya memberikan fasilitas mahasiswa untuk belajar dan mencari ilmu pada bidang maupun non bidang yang ditekuni di bangku perkuliahan masing-masing.

Banyak pilihan bidang yang dapat diambil oleh para mahasiswa dalam mengikuti Studi Independen. Selain menentukan bidang yang ingin dipilih, diharuskan juga menentukan mitra mana yang ingin mahasiswa percaya selama kegiatan berlangsung. Tentunya bidang dan mitra yang bagus, terpercaya, juga ahli dalam memberikan materi.

Seperti pengalaman Aditya Primayudha, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ini mengambil peran Game Programmer dalam program yang berlangsung.  Adit bersama dengan kelompoknya berhasil membuat sebuah game Entertainment bertipe Side Scrolling 2D dan mampu meraih nilai 82,79 dari para juri.

Game yang dibuat Adit bersama kelompoknya mengusung tema tren saat ini yaitu Boba. Nama gamenya sendiri adalah Boba Adventure. Boba Adventure adalah permainan yang mengisahkan sebuah minuman boba kosong yang memerlukan komposisi minuman boba, seperti air, boba, topping dan lainya.

“Dalam game ini pada awalnya boba kosong akan berjalan di area yang dipilih oleh player, kemudian boba kosong akan berjalan mencari komposisi minuman yang diperlukan sampai isi minuman memenuhi target. Boba akan melewati setiap rintangan benda-benda tajam yang membuat boba nanti akan kehilangan poin atau mati,” terang Adit.

Dalam pelaksanaannya Adit memilih ICE Institute sebagai satu mitra didalamnya yang membawakan materi dalam bidang pengembangan game. Dilaksanakan selama satu semester dimulai pada tanggal 15 Februari dan berakhir pada 1 Juli 2022. ICE Institute dalam pelaksanaannya memberikan lima pilihan jalur yang masing-masing memiliki peran dalam pengembangan Game. Yakni Game Programmer, Game Artist, Game Designer, Game Project Management, dan Educational Game Programmer.

Mahasiswa yang menjadi peserta akan mendapatkan pemberian dari para mentor universitas ternama. Dalam pembekalan tersebut peserta diberikan waktu yang sangat fleksibel untuk mempelajarinya, sehingga tidak takut dalam ketinggalan pelajaran dari kampusnya masing-masing.

“Kami diwajibkan membuat logbook kegiatan setiap minggu untuk mengawasi jalannya pembelajaran. Ada juga tugas yang harus dikerjakan sesuai jalur masing-masing agar nilai dan ilmu yang didapatkan maksimal,” ungkap Adit.

Selain itu Adit mengaku para mentor juga memberikan pengarahan dan sesi tanya jawab setiap minggunya melalui  video conference. Proses pembekalan tersebut berlangsung selama sepuluh minggu dan diakhiri dengan final project.

Usai proses pembekalan para peserta masuk ke tahap Capstone Project. Dimana mahasiswa dibagi menjadi sebuah kelompok berisi sepuluh anggota yang diambil dari setiap jalur. Nantinya, setiap kelompok diwajibkan membuat sebuah game yang akan dinilai oleh para juri yang merupakan ahli dibidang pengembangan game. Game dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Game Serius, Game Entertainment, dan Game Edukasi.

Menurut Adit, dengan mengikuti Studi Independen di ICE Institute memberikannya pengalaman lebih selain disisi edukasi. Dalam pelaksanannya juga dibutuhkan kerjasama dalam tim, pembagian waktu, dan bertemu dengan orang baru yang memiliki sifat berbeda.

“ Banyak hal kecil yang dapat dijadikan pengalaman baru untuk bersiap di dunia kerja. Oleh karena itu, kedepannya Saya harap program MBKM tetap terus berlanjut dan ditingkatkan agar lebih baik lagi,” tutup Adit.(*)

SURABAYA – Studi Independen merupakan salah satu kegiatan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau bisa disebut MBKM. Program ini adalah kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim. Tujuannya memberikan fasilitas mahasiswa untuk belajar dan mencari ilmu pada bidang maupun non bidang yang ditekuni di bangku perkuliahan masing-masing.

Banyak pilihan bidang yang dapat diambil oleh para mahasiswa dalam mengikuti Studi Independen. Selain menentukan bidang yang ingin dipilih, diharuskan juga menentukan mitra mana yang ingin mahasiswa percaya selama kegiatan berlangsung. Tentunya bidang dan mitra yang bagus, terpercaya, juga ahli dalam memberikan materi.

Seperti pengalaman Aditya Primayudha, Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur ini mengambil peran Game Programmer dalam program yang berlangsung.  Adit bersama dengan kelompoknya berhasil membuat sebuah game Entertainment bertipe Side Scrolling 2D dan mampu meraih nilai 82,79 dari para juri.

-

Game yang dibuat Adit bersama kelompoknya mengusung tema tren saat ini yaitu Boba. Nama gamenya sendiri adalah Boba Adventure. Boba Adventure adalah permainan yang mengisahkan sebuah minuman boba kosong yang memerlukan komposisi minuman boba, seperti air, boba, topping dan lainya.

“Dalam game ini pada awalnya boba kosong akan berjalan di area yang dipilih oleh player, kemudian boba kosong akan berjalan mencari komposisi minuman yang diperlukan sampai isi minuman memenuhi target. Boba akan melewati setiap rintangan benda-benda tajam yang membuat boba nanti akan kehilangan poin atau mati,” terang Adit.

Dalam pelaksanaannya Adit memilih ICE Institute sebagai satu mitra didalamnya yang membawakan materi dalam bidang pengembangan game. Dilaksanakan selama satu semester dimulai pada tanggal 15 Februari dan berakhir pada 1 Juli 2022. ICE Institute dalam pelaksanaannya memberikan lima pilihan jalur yang masing-masing memiliki peran dalam pengembangan Game. Yakni Game Programmer, Game Artist, Game Designer, Game Project Management, dan Educational Game Programmer.

Mahasiswa yang menjadi peserta akan mendapatkan pemberian dari para mentor universitas ternama. Dalam pembekalan tersebut peserta diberikan waktu yang sangat fleksibel untuk mempelajarinya, sehingga tidak takut dalam ketinggalan pelajaran dari kampusnya masing-masing.

“Kami diwajibkan membuat logbook kegiatan setiap minggu untuk mengawasi jalannya pembelajaran. Ada juga tugas yang harus dikerjakan sesuai jalur masing-masing agar nilai dan ilmu yang didapatkan maksimal,” ungkap Adit.

Selain itu Adit mengaku para mentor juga memberikan pengarahan dan sesi tanya jawab setiap minggunya melalui  video conference. Proses pembekalan tersebut berlangsung selama sepuluh minggu dan diakhiri dengan final project.

Usai proses pembekalan para peserta masuk ke tahap Capstone Project. Dimana mahasiswa dibagi menjadi sebuah kelompok berisi sepuluh anggota yang diambil dari setiap jalur. Nantinya, setiap kelompok diwajibkan membuat sebuah game yang akan dinilai oleh para juri yang merupakan ahli dibidang pengembangan game. Game dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Game Serius, Game Entertainment, dan Game Edukasi.

Menurut Adit, dengan mengikuti Studi Independen di ICE Institute memberikannya pengalaman lebih selain disisi edukasi. Dalam pelaksanannya juga dibutuhkan kerjasama dalam tim, pembagian waktu, dan bertemu dengan orang baru yang memiliki sifat berbeda.

“ Banyak hal kecil yang dapat dijadikan pengalaman baru untuk bersiap di dunia kerja. Oleh karena itu, kedepannya Saya harap program MBKM tetap terus berlanjut dan ditingkatkan agar lebih baik lagi,” tutup Adit.(*)

Most Read

Berita Terbaru

/