alexametrics
30 C
Gresik
Thursday, 18 August 2022

Rumah Vokasi Berdiri, Gubernur Khofifah Berharap Peran Aktif Industri

GRESIK-Rumah vokasi milik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik resmi dibuka pagi kemarin (24/6). Program baru milik Kadin ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Gresik hingga menunjang kebutuhan sumber daya manusia bagi industri di Gresik.

Seperti diketahui, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gresik masih tinggi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021 angka TPT di Kota Pudak mencapai 8,00 persen. Angka itu jaug lebih tinggi dari rata-rata Jatim yang hanya 5,74. Pada 2019, Gresik pernah mencatatkan TPT terbaik. Yakni, hanya 5,54 persen.

Pagi kemarin, Gubernur Khofifah Indar Parawansa membuka Rumah Vokasi di Jalan Panglima Sudirman, Gresik. Nantinya, Rumah Vokasi itu merupakan upaya untuk menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan siap kerja melalui pendidikan dan pelatihan Vokasi.

Khofifah menyebut, dalam rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo disampaikan bahwa pentingnya pendidikan vokasi. Menindaklanjuti itu, pihaknya juga sudah berbicara dengan Bupati Fandi Akhmad Yani bahwa pemerintah perlu melakukan telaah mengenai pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Gresik ini kota industri, sehingga dibutuhkan vokasi tertentu atau khusus. Apa yang sebetulnya dibutuhkan industri di gresik ini bisa dibentuk di rumah vokasi ini. Sehingga tidak hanya menjadi penonton,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu melanjutkan bahwa dengan adanya rumah vokasi ini pihaknya berharap SMK di Gresik juga sudah mulai mengarahkan sesuai kompetensi yang dibutuhkan industri sekitar.

Menurut Khofifah, dengan adanya rumah vokasi ini bisa untuk sinergitas sejumlah elemen. Mulai industri, pemerintah, hingga lembaga pendidikan.

“Sesuai Perpres 68/2022, saya mendengar bahwa Kadin Jatim merupakan Kadin pertama kali membreakdown fungsi Kadin untuk fasilitasi vokasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa TPT di Gresik banyak disumbang oleh lulusan SMK, karena itu dengan adanya rumah vokasi ini diharapkan bisa menekan angka TPT ke depan.

“Kami ingin memberi mental yang kuat untuk SMK dengan pelatihan dan ketrampilan. Ke depan, kami akan terus menjalin kerjasama dengan seluruh perusahaan di Gresik dan juga seluruh SMK,” kata Yani, sapaan Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto memberikan apresiasi terhadap realisasi program rumah vokasi di Gresik ini. Menurut Adik, keberadaan pendidikan vokasi penting untuk membentuk angkatan kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Industri di Gresik cukup banyak, baik nasional atau asing. Namun, saya lihat belum ada link and match dengan angkatan kerja lokal, sehingga banyak diisi pekerja dari luar Gresik. Ke depan saya titip Kadin Gresik harus membangun ini, sehingga tidak ada masyarakat lokal yang menganggur,” ujar Adik.

Dirinya menyebut bahwa rumah vokasi ini menjadi rumah bersama. Yakni untuk melakukan pelatihan, fasilitasi antara dunia pendidikan dan industri dengan menyesuaikan kurikulum. Sehingga nanti lulusan smk bisa sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.

“Jika tidak ada persiapan dalam hal kompetensi SDM yang mumpuni dan lapangan pekerjaan. Maka akan tercipta kondisi ekstrem, yaitu meningkatnya angka pengangguran,” tandasnya. (fir/han)

GRESIK-Rumah vokasi milik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Gresik resmi dibuka pagi kemarin (24/6). Program baru milik Kadin ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Gresik hingga menunjang kebutuhan sumber daya manusia bagi industri di Gresik.

Seperti diketahui, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Gresik masih tinggi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021 angka TPT di Kota Pudak mencapai 8,00 persen. Angka itu jaug lebih tinggi dari rata-rata Jatim yang hanya 5,74. Pada 2019, Gresik pernah mencatatkan TPT terbaik. Yakni, hanya 5,54 persen.

Pagi kemarin, Gubernur Khofifah Indar Parawansa membuka Rumah Vokasi di Jalan Panglima Sudirman, Gresik. Nantinya, Rumah Vokasi itu merupakan upaya untuk menyiapkan SDM yang kompeten, kompetitif dan siap kerja melalui pendidikan dan pelatihan Vokasi.

-

Khofifah menyebut, dalam rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo disampaikan bahwa pentingnya pendidikan vokasi. Menindaklanjuti itu, pihaknya juga sudah berbicara dengan Bupati Fandi Akhmad Yani bahwa pemerintah perlu melakukan telaah mengenai pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Gresik ini kota industri, sehingga dibutuhkan vokasi tertentu atau khusus. Apa yang sebetulnya dibutuhkan industri di gresik ini bisa dibentuk di rumah vokasi ini. Sehingga tidak hanya menjadi penonton,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu melanjutkan bahwa dengan adanya rumah vokasi ini pihaknya berharap SMK di Gresik juga sudah mulai mengarahkan sesuai kompetensi yang dibutuhkan industri sekitar.

Menurut Khofifah, dengan adanya rumah vokasi ini bisa untuk sinergitas sejumlah elemen. Mulai industri, pemerintah, hingga lembaga pendidikan.

“Sesuai Perpres 68/2022, saya mendengar bahwa Kadin Jatim merupakan Kadin pertama kali membreakdown fungsi Kadin untuk fasilitasi vokasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyampaikan bahwa TPT di Gresik banyak disumbang oleh lulusan SMK, karena itu dengan adanya rumah vokasi ini diharapkan bisa menekan angka TPT ke depan.

“Kami ingin memberi mental yang kuat untuk SMK dengan pelatihan dan ketrampilan. Ke depan, kami akan terus menjalin kerjasama dengan seluruh perusahaan di Gresik dan juga seluruh SMK,” kata Yani, sapaan Bupati Fandi Akhmad Yani.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto memberikan apresiasi terhadap realisasi program rumah vokasi di Gresik ini. Menurut Adik, keberadaan pendidikan vokasi penting untuk membentuk angkatan kerja yang dibutuhkan perusahaan.

“Industri di Gresik cukup banyak, baik nasional atau asing. Namun, saya lihat belum ada link and match dengan angkatan kerja lokal, sehingga banyak diisi pekerja dari luar Gresik. Ke depan saya titip Kadin Gresik harus membangun ini, sehingga tidak ada masyarakat lokal yang menganggur,” ujar Adik.

Dirinya menyebut bahwa rumah vokasi ini menjadi rumah bersama. Yakni untuk melakukan pelatihan, fasilitasi antara dunia pendidikan dan industri dengan menyesuaikan kurikulum. Sehingga nanti lulusan smk bisa sesuai yang dibutuhkan dunia kerja.

“Jika tidak ada persiapan dalam hal kompetensi SDM yang mumpuni dan lapangan pekerjaan. Maka akan tercipta kondisi ekstrem, yaitu meningkatnya angka pengangguran,” tandasnya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/