alexametrics
26 C
Gresik
Monday, 3 October 2022

Kelompok 16 Mahasiswa KKN Unigres Tingkatkan Ekonomi Warga Sidorukun

GRESIK-KKN Universitas Gresik (Unigres) menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan menyasar berbagai desa di Kabupaten Gresik. Salah satunya kelompok 16 yang mengabdi di Desa Sidorukun Kecamatan Gresik.

Dalam kegiatan tersebut, kelompok 16 sebelumnya menggelar survei di lapangan dan diskusi dengan perangkat desa. Dari hasil survei tersebut kelompok 16 mengidentifikasi pengembangan potensi desa dan pemberdayaan usaha kecil menengah.

Anggota kelompok 16 KKN Unigres menemukan belum optimalnya digitalisasi kependudukan karena kekurangan sumber daya. Baik itu dalam hal pengelolaan website desa, pengelolaan limbah baglog jamur dan  permasalahan seputar pengurusan izin usaha kecil pengolahan jamur

Ketua Kelompok 16 Barbara mengungkapkan Desa Sidorukun mempunyai potensi usaha kecil yang bisa diandalkan dan dikembangkan dalam meningkatakan ekonomi kerakyatan pasca pandemic Covid 19.

“Budidaya jamur tiram memiliki peluang bisnis. Budidayanya juga mudah dilakukan bahkan dengan metode tanam ramah lingkungan jelas sangat bagus bagi kesehatan tubuh,” terang mahasiswa program studi Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut.

Baca Juga : Mahasiswa KKN Unigres Bantu Tingkatkan Ekonomi Warga Pulopancikan

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)  Hj. Etiyasningsih M.Pd menambahkan, pengelolaan hasil panen jamur mampu meningkatkan nilai ekonomi. “Sebagian besar jamur dijual secara curah dan masih segar, dengan mengolah jamur  menjadi berbagai makanan olahan mampu meningkatkan nilai ekonomi jamur sampai dengan 300 persen,” tutur perempuan yang juga Dekan FKIP tersebut.

GRESIK-KKN Universitas Gresik (Unigres) menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan menyasar berbagai desa di Kabupaten Gresik. Salah satunya kelompok 16 yang mengabdi di Desa Sidorukun Kecamatan Gresik.

Dalam kegiatan tersebut, kelompok 16 sebelumnya menggelar survei di lapangan dan diskusi dengan perangkat desa. Dari hasil survei tersebut kelompok 16 mengidentifikasi pengembangan potensi desa dan pemberdayaan usaha kecil menengah.

Anggota kelompok 16 KKN Unigres menemukan belum optimalnya digitalisasi kependudukan karena kekurangan sumber daya. Baik itu dalam hal pengelolaan website desa, pengelolaan limbah baglog jamur dan  permasalahan seputar pengurusan izin usaha kecil pengolahan jamur

-

Ketua Kelompok 16 Barbara mengungkapkan Desa Sidorukun mempunyai potensi usaha kecil yang bisa diandalkan dan dikembangkan dalam meningkatakan ekonomi kerakyatan pasca pandemic Covid 19.

“Budidaya jamur tiram memiliki peluang bisnis. Budidayanya juga mudah dilakukan bahkan dengan metode tanam ramah lingkungan jelas sangat bagus bagi kesehatan tubuh,” terang mahasiswa program studi Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut.

Baca Juga : Mahasiswa KKN Unigres Bantu Tingkatkan Ekonomi Warga Pulopancikan

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)  Hj. Etiyasningsih M.Pd menambahkan, pengelolaan hasil panen jamur mampu meningkatkan nilai ekonomi. “Sebagian besar jamur dijual secara curah dan masih segar, dengan mengolah jamur  menjadi berbagai makanan olahan mampu meningkatkan nilai ekonomi jamur sampai dengan 300 persen,” tutur perempuan yang juga Dekan FKIP tersebut.

Most Read

Berita Terbaru

/