25 C
Gresik
Monday, 28 November 2022

KKN STAIDA Gresik Berpartisipasi dalam Karnaval Kesenian Wonorejo

GRESIK – Beranggotakan 22 mahasiswa, Kelompok empat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) mengabdi di Desa Wonorejo Kecatam Balongpanggang, Gresik. Salah satu program kerja yang mereka lakukan adalah partisipasi dalam penjurian di karnaval Dusun Mojogandik.

Kegiatan KKN berlangsung sejak 10 Agustus hingga 10 September, dalam kesempatan tersebut Kelompok 4 turut memeriahkan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia dengan ikut serta menjadi panitia lomba karnaval yang digelar Sabtu, (3/9).

Zakiyuddin Al Farisi, selaku koordinator kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan karnaval sejatinya sudah menjadi agenda tahunan warga Dusun Mojogandik. Namun pada tahun ini kelompok 4 turut memeriahkan kegiatan karnaval ini.

“Dalam karnaval yang digelar ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya warga. Seperti penampilan sembilan ogoh-ogoh, jaran kepang, juga sinden yang sudah terkenal hingga keluar Gresik,” terangnya.

Perlu diketahui Dusun Mojogandik Desa Wonorejo terkenal dengan pelatihan sinden yang banyak didatangi pesinden luar kota. Dusun Mojogandik juga memiliki kesenian jaranan dan karawitan.

Dalam pelaksanaan karnaval dimulai dengan rute dari Dusun Mojogandik, melewati Dusun Wonorejo, masuk Dusun Gogor, lalu kembali ke Mojogandik melalui jalan raya. Dimana di setiap pos akan dijuri dari segi aspek keindahan, kreatifitas, kekompakan, dan ketertiban.

Rizqi Rusdianto, selaku Koordinator Desa menambahkan selain program tersebut, kelompok 4 juga memiliki program kerja lainnya.

“Kelompok 4 juga memiliki program penyuluhan pranikah, tahsin quran, ngaji pranikah, juga memberikan pengajaran di lembaga sekolah menggunakan kuantum teaching. Kita juga memberikan pembiasaan apel pagi, penerapan mencuci tangan dengan sasaran siswa SD,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Wonorejo Roto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN di Desa Wonorejo.

“Warga Wonorejo sangat terbantu karena setiap ada kegiatan mahasiswa KKN selalu ikut serta. Inovasi yang mahasiswa kembangkan terhadap peningkatan potensi Desa sangat baik,” pungkasnya.

Diharapkan kedepannya warga Mojogandik akan semakin kreatif, terutama dalam mengadakan karnaval. Rencanannya kegiatan KKN akan ditutup dengan tahsin quran. (rir/han)

GRESIK – Beranggotakan 22 mahasiswa, Kelompok empat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa (STAIDA) mengabdi di Desa Wonorejo Kecatam Balongpanggang, Gresik. Salah satu program kerja yang mereka lakukan adalah partisipasi dalam penjurian di karnaval Dusun Mojogandik.

Kegiatan KKN berlangsung sejak 10 Agustus hingga 10 September, dalam kesempatan tersebut Kelompok 4 turut memeriahkan peringatan HUT ke-77 Republik Indonesia dengan ikut serta menjadi panitia lomba karnaval yang digelar Sabtu, (3/9).

Zakiyuddin Al Farisi, selaku koordinator kegiatan mengungkapkan bahwa kegiatan karnaval sejatinya sudah menjadi agenda tahunan warga Dusun Mojogandik. Namun pada tahun ini kelompok 4 turut memeriahkan kegiatan karnaval ini.

-

“Dalam karnaval yang digelar ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya warga. Seperti penampilan sembilan ogoh-ogoh, jaran kepang, juga sinden yang sudah terkenal hingga keluar Gresik,” terangnya.

Perlu diketahui Dusun Mojogandik Desa Wonorejo terkenal dengan pelatihan sinden yang banyak didatangi pesinden luar kota. Dusun Mojogandik juga memiliki kesenian jaranan dan karawitan.

Dalam pelaksanaan karnaval dimulai dengan rute dari Dusun Mojogandik, melewati Dusun Wonorejo, masuk Dusun Gogor, lalu kembali ke Mojogandik melalui jalan raya. Dimana di setiap pos akan dijuri dari segi aspek keindahan, kreatifitas, kekompakan, dan ketertiban.

Rizqi Rusdianto, selaku Koordinator Desa menambahkan selain program tersebut, kelompok 4 juga memiliki program kerja lainnya.

“Kelompok 4 juga memiliki program penyuluhan pranikah, tahsin quran, ngaji pranikah, juga memberikan pengajaran di lembaga sekolah menggunakan kuantum teaching. Kita juga memberikan pembiasaan apel pagi, penerapan mencuci tangan dengan sasaran siswa SD,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Wonorejo Roto mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN di Desa Wonorejo.

“Warga Wonorejo sangat terbantu karena setiap ada kegiatan mahasiswa KKN selalu ikut serta. Inovasi yang mahasiswa kembangkan terhadap peningkatan potensi Desa sangat baik,” pungkasnya.

Diharapkan kedepannya warga Mojogandik akan semakin kreatif, terutama dalam mengadakan karnaval. Rencanannya kegiatan KKN akan ditutup dengan tahsin quran. (rir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/