alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Khofifah Tinjau PTM SMA/SMK, Semoga Tidak Ada Klaster Pendidikan

GRESIK-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi dan Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani meninjau pelaksnaan Pembelajaran Tatap Muka  di SMKN 1 Cerme dan SMAN 1 Cerme. Peninjauan itu dilaksanakan dalam rangka memantau langsung proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan 100 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan berdasarkan SKB 4 Menteri yakni Mendikbudristek, Menkes,  Mendagri dan Menag mulai Senin, (3/1) satuan pendidikan dapat menggelar PTM  hingga 100 persen sesuai dengan kriteria persyaratan yang ditetapkan.  Pengaturan kapasitas peserta didik didasarkan pada jumlah cakupan vaksin dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di masing-masing satuan pendidikan.  Hal tersebut juga berpengaruh pada durasi jam pembelajaran.

Syarat lainnya yakni cakupan vaksinasi dosis dua bagi warga masyarakat lansia di tingkat Kabupaten/Kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus (kepulauan, pegunungan, dan pedalaman), karena kondisi geografis sesuai Kepmendikbudristek 160/p/2021. “Alhamdulillah mulai Senin, (3/1) kemarin seratus  persen satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas”, tururnya, Selasa, (4/1).

 

Dikatakannya, berbeda dengan PTM terbatas pada semester satu tahun ajaran 2021/2022 yang mana orang tua atau wali murid bisa memilih mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh (pjj). Di semester 2 tahun ajaran 2021/2022  seluruh siswa wajib mengikuti PTM terbatas.  “Jumlah kapasitas peserta didik tiap sekolah dalam mengikuti PTM terbatas akan berbeda. Tidak sama, karena didasarkan cakupan vaksinasi dosis dua pada guru dan tenaga kependidikan juga warga lansia di daerah setempat,” jelasnya.

Khofifah juga menegaskan akan ada sanksi administratif secara tegas dan pembinaan oleh satgas Covid-19 jika terdapat satuan pendidikan yang melanggar protokol kesehatan.

Gubernur Khofifah  menyebut bahwa ketentuan pelaksanaan PTM terbatas bagi daerah PPKM di level 1 dan 2 adalah kategori pertama, capaian vaksinasi dosis dua pada sekolah dengan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) di atas 80 persen dan masyarakat lansia di atas 50 persen. Peserta didik bisa masuk setiap hari, yang diikuti 100 persen jumlah peserta didik dari kapasitas ruang kelas. Durasi pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran per hari. “Jadi PTM pada dasarnya saat ini wajib. Berbeda dengan tahun lalu, kalau ada orangtua yang tidak mengizinkan maka anak tidak boleh dipaksakan dan tidak boleh diberikan sanksi. Semoga tidak ada klaster pendidikan,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan capaian vaksinasi di Kabupaten Gresik sudah hampir mencapai 100 persen. Artinya, untuk kegiatan PTM di Kabupaten Gresik sudah siap dilaksanakan. “Mengacu pada penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Gus Yani. (yud/han)

GRESIK-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi dan Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani meninjau pelaksnaan Pembelajaran Tatap Muka  di SMKN 1 Cerme dan SMAN 1 Cerme. Peninjauan itu dilaksanakan dalam rangka memantau langsung proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berjalan 100 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menuturkan berdasarkan SKB 4 Menteri yakni Mendikbudristek, Menkes,  Mendagri dan Menag mulai Senin, (3/1) satuan pendidikan dapat menggelar PTM  hingga 100 persen sesuai dengan kriteria persyaratan yang ditetapkan.  Pengaturan kapasitas peserta didik didasarkan pada jumlah cakupan vaksin dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di masing-masing satuan pendidikan.  Hal tersebut juga berpengaruh pada durasi jam pembelajaran.

Syarat lainnya yakni cakupan vaksinasi dosis dua bagi warga masyarakat lansia di tingkat Kabupaten/Kota, dikecualikan bagi satuan pendidikan pada daerah khusus (kepulauan, pegunungan, dan pedalaman), karena kondisi geografis sesuai Kepmendikbudristek 160/p/2021. “Alhamdulillah mulai Senin, (3/1) kemarin seratus  persen satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas”, tururnya, Selasa, (4/1).

-

 

Dikatakannya, berbeda dengan PTM terbatas pada semester satu tahun ajaran 2021/2022 yang mana orang tua atau wali murid bisa memilih mengikuti PTM atau pembelajaran jarak jauh (pjj). Di semester 2 tahun ajaran 2021/2022  seluruh siswa wajib mengikuti PTM terbatas.  “Jumlah kapasitas peserta didik tiap sekolah dalam mengikuti PTM terbatas akan berbeda. Tidak sama, karena didasarkan cakupan vaksinasi dosis dua pada guru dan tenaga kependidikan juga warga lansia di daerah setempat,” jelasnya.

Khofifah juga menegaskan akan ada sanksi administratif secara tegas dan pembinaan oleh satgas Covid-19 jika terdapat satuan pendidikan yang melanggar protokol kesehatan.

Gubernur Khofifah  menyebut bahwa ketentuan pelaksanaan PTM terbatas bagi daerah PPKM di level 1 dan 2 adalah kategori pertama, capaian vaksinasi dosis dua pada sekolah dengan GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) di atas 80 persen dan masyarakat lansia di atas 50 persen. Peserta didik bisa masuk setiap hari, yang diikuti 100 persen jumlah peserta didik dari kapasitas ruang kelas. Durasi pembelajaran maksimal 6 jam pelajaran per hari. “Jadi PTM pada dasarnya saat ini wajib. Berbeda dengan tahun lalu, kalau ada orangtua yang tidak mengizinkan maka anak tidak boleh dipaksakan dan tidak boleh diberikan sanksi. Semoga tidak ada klaster pendidikan,” ujar Khofifah.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan capaian vaksinasi di Kabupaten Gresik sudah hampir mencapai 100 persen. Artinya, untuk kegiatan PTM di Kabupaten Gresik sudah siap dilaksanakan. “Mengacu pada penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Gus Yani. (yud/han)

Most Read

Berita Terbaru

/