alexametrics
26 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

RC Gresik Persiapkan Transisi Post School Bagi Anak Disabilitas

GRESIK – UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menyiapkan metode transisi post school. Ini dilakukan untuk memastikan anak disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Kepala UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin mengatakan, bahwa transisi post school ini mempunyai tiga model pelayanan yaitu pertama pra transisi program anak berkebutuhan khusus usia nol hingga sebelum atau pra sekolah untuk diterapi. Jika mereka butuh terapi lebih, itu termasuk pelayanan dan menjadi tugas dari Resource Center.

“Anak – anak pra sekolah ini akan lebih dulu di terapi oleh tim UPT Resource Center untuk mengetahui apa problem yang didapat pada anak tersebut sebelum masuk ke jenjang sekolah,”kata Innik.

Kemudian kedua ketika anak sudah menginjak usia sekolah, maka akan diantar dan direkomendasikan sekolah dimana yang cocok, dimana sekolahnya lebih dekat. Namun ketika sekolah tidak respon, tim Resource Center akan melakukan jemput bola dengan mengundang kepala sekolah untuk memberikan penjelasan.

“Ketika anak sudah siap sekolah entah TK, SD, SMP atau SMA. Kami akan antar serta memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah. Tapi jika pihak sekolah menolak, kami akan mengundang dan didekati untuk memberikan pengertian dan penjelasan,”jelasnya.

Lebih lanjut, untuk ke jenjang sekolah, Resource Center tidak diam disitu, tapi akan selalu mengawal hingga lulus dari jenjang sekolah. “Kami akan selalu mengawal, memberi arahan dan rekomendasi kepada anak-anak jika ingin melanjutkan sekolah. Misalnya anak sudah selesai sekolah TK, maka akan rekomendasikan sekolah lanjutan di mana dan seterusnya,”ucapnya.

Kemudian untuk SMP atau melanjutkan kuliah atau kerja. Jadi untuk melanjutkan kuliah akan diberikan arahan dan saat ini ada 15 anak disabilitas yang sudah kuliah di universitas negeri dan swasta. “Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada 15 anak disabilitas yang kita kawal melalui program transisi post scholl bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta,”terangnya.

Selanjutnya yang ketiga, bagi yang ingin bekerja bisa masuk program yang kedua yakni post school. Anak yang sudah selesai sekolah tapi ingin bekerja akan ditata dengan diberikan keterampilan. “Saat sudah ada 30 anak didikan Resource Center sudah bekerja di beberapa bidang seperti menjahit dan bidang keterampilan lain di kantor yang bekerjasama dengan Resource Center,” ungkapnya. (jar/rof)

GRESIK – UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menyiapkan metode transisi post school. Ini dilakukan untuk memastikan anak disabilitas bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Kepala UPT Resource Center Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin mengatakan, bahwa transisi post school ini mempunyai tiga model pelayanan yaitu pertama pra transisi program anak berkebutuhan khusus usia nol hingga sebelum atau pra sekolah untuk diterapi. Jika mereka butuh terapi lebih, itu termasuk pelayanan dan menjadi tugas dari Resource Center.

“Anak – anak pra sekolah ini akan lebih dulu di terapi oleh tim UPT Resource Center untuk mengetahui apa problem yang didapat pada anak tersebut sebelum masuk ke jenjang sekolah,”kata Innik.

-

Kemudian kedua ketika anak sudah menginjak usia sekolah, maka akan diantar dan direkomendasikan sekolah dimana yang cocok, dimana sekolahnya lebih dekat. Namun ketika sekolah tidak respon, tim Resource Center akan melakukan jemput bola dengan mengundang kepala sekolah untuk memberikan penjelasan.

“Ketika anak sudah siap sekolah entah TK, SD, SMP atau SMA. Kami akan antar serta memberikan rekomendasi kepada pihak sekolah. Tapi jika pihak sekolah menolak, kami akan mengundang dan didekati untuk memberikan pengertian dan penjelasan,”jelasnya.

Lebih lanjut, untuk ke jenjang sekolah, Resource Center tidak diam disitu, tapi akan selalu mengawal hingga lulus dari jenjang sekolah. “Kami akan selalu mengawal, memberi arahan dan rekomendasi kepada anak-anak jika ingin melanjutkan sekolah. Misalnya anak sudah selesai sekolah TK, maka akan rekomendasikan sekolah lanjutan di mana dan seterusnya,”ucapnya.

Kemudian untuk SMP atau melanjutkan kuliah atau kerja. Jadi untuk melanjutkan kuliah akan diberikan arahan dan saat ini ada 15 anak disabilitas yang sudah kuliah di universitas negeri dan swasta. “Alhamdulillah sampai saat ini sudah ada 15 anak disabilitas yang kita kawal melalui program transisi post scholl bisa melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta,”terangnya.

Selanjutnya yang ketiga, bagi yang ingin bekerja bisa masuk program yang kedua yakni post school. Anak yang sudah selesai sekolah tapi ingin bekerja akan ditata dengan diberikan keterampilan. “Saat sudah ada 30 anak didikan Resource Center sudah bekerja di beberapa bidang seperti menjahit dan bidang keterampilan lain di kantor yang bekerjasama dengan Resource Center,” ungkapnya. (jar/rof)

Most Read

Berita Terbaru

/