alexametrics
31 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Gresik Meningkat

GRESIK – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik terus melakukan pengurangan kekerasan pada anak dan perempuan di Gresik. Pasalnya, dari Januari sampai November 2021, jumlah kekerasan pada anak yang melapor mencapai 151 orang. Angka itu lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, drg. Saifudin Ghozali mengatakan,  pihaknya memberi perhatian secara khusus supaya jumlah kekerasan anak dan perempuan termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Gresik terus menurun.

“Kekerasan pada anak itu harus ada upaya pencengahan. Setidaknya, diminimalisir supaya tidak terjadi yaitu frekunsif (langkah – langkah pencegahan),” kata Ghozali.

Maka dari itu, semua pihak harus bergerak dari tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan dan juga Kabupaten harus terjun disini. Salah satunya dengan membentuk forum FFTKA (Forum Frekuentatif Terhadap Kekerasan Anak). Mereka diharapkan sosialisasi ke desa dalam mengoptimalkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Desa RPPA). “Saya menargetkan tahun 2022 sudah ada kawasan percontohan desa RPPA baik di Gresik utara, tengah, kota dan selatan,” kata Ghozali.

Sementara itu, pendamping perempuan dan anak Kabupaten Gresik Khosiah mengaku akan melakukan sosialisasi ke beberapa desa lewat zoom atau secara langsung dan targetnya tahun depan dan ini sudah terbentuk.

“Untuk saat ini masih dalam sosialisasi tahap advokasi dan dalam tahap untuk awal dalam pembentukan itu dan tahun depan harus membentuk itu Dinas RPPA ini di beberapa desa,”ungkapnya. (jar/han)

GRESIK – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik terus melakukan pengurangan kekerasan pada anak dan perempuan di Gresik. Pasalnya, dari Januari sampai November 2021, jumlah kekerasan pada anak yang melapor mencapai 151 orang. Angka itu lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, drg. Saifudin Ghozali mengatakan,  pihaknya memberi perhatian secara khusus supaya jumlah kekerasan anak dan perempuan termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Gresik terus menurun.

“Kekerasan pada anak itu harus ada upaya pencengahan. Setidaknya, diminimalisir supaya tidak terjadi yaitu frekunsif (langkah – langkah pencegahan),” kata Ghozali.

-

Maka dari itu, semua pihak harus bergerak dari tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan dan juga Kabupaten harus terjun disini. Salah satunya dengan membentuk forum FFTKA (Forum Frekuentatif Terhadap Kekerasan Anak). Mereka diharapkan sosialisasi ke desa dalam mengoptimalkan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Desa RPPA). “Saya menargetkan tahun 2022 sudah ada kawasan percontohan desa RPPA baik di Gresik utara, tengah, kota dan selatan,” kata Ghozali.

Sementara itu, pendamping perempuan dan anak Kabupaten Gresik Khosiah mengaku akan melakukan sosialisasi ke beberapa desa lewat zoom atau secara langsung dan targetnya tahun depan dan ini sudah terbentuk.

“Untuk saat ini masih dalam sosialisasi tahap advokasi dan dalam tahap untuk awal dalam pembentukan itu dan tahun depan harus membentuk itu Dinas RPPA ini di beberapa desa,”ungkapnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/