alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Cahya Ramadan Pecahkan Rekor Juggling Nasional

GRESIK – Cahya Ramadan (14) yang berhasil memecahkan rekor nasional dalam lomba juggling di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik, kemarin. Cahya Durasi memecahkan rekor nasional 1. 15.19 detik. Dalam lomba juggling tersebut untuk Youth Fun Juggling menyambut piala dunia U-20.

Ayah Cahya Ramadan, Susanto mengatakan, anaknya punya bakat alami semenjak kecil. Dari play group  sudah bermain bola hingga bergabung dengan Pasoepati Banjarsari Cerme Gresik. “Setelah usia lebih dari U-13 langsung pindah ke Akademi Wahana Cipta Pesepakbola (A WCP) Gresik tahun 2018,” jelasnya. Putra dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan sebagai Sersan Dua, Kodim 0817/08 Gresik itu akhirnya dibina Widodo Cahyono Putra. Cahya belajar fisik, teknik dan lain – lain di A WCP Gresik sampai sekarang.

“Dalam mengikuti lomba juggling kemarin tidak ada persiapan. Juggling sudah menjadi sarapan setiap hari,”jelas dia. WCP Gresik melakukan latihan seminggu sebelum lomba juggling. Sebagai orang tua, Susanto selalu mendukung anaknya. Bahkan, dia pernah masuk tim persebaya U-13 untuk Piala Askot (Asosiasi Kota) dan internal semut hitam. Mereka pulang membawa juara ke 3 di Piala Askot kemarin.

Sementara Cahya Ramadan mengaku saat ini mengidolakan pemain sepakbola yaitu Bustomi dan Cristiano Ronaldo. “Teknik permainannya saya tiru juga, utamanya dalam tendangan melengkung (tendangan pisang). Cita – cita menjadi pemain sepak bola profesional, bahkan ingin sekolah di diklat Ragunan Jakarta supaya masuk timnas,” harapnya. (jar/han)

GRESIK – Cahya Ramadan (14) yang berhasil memecahkan rekor nasional dalam lomba juggling di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) Gresik, kemarin. Cahya Durasi memecahkan rekor nasional 1. 15.19 detik. Dalam lomba juggling tersebut untuk Youth Fun Juggling menyambut piala dunia U-20.

Ayah Cahya Ramadan, Susanto mengatakan, anaknya punya bakat alami semenjak kecil. Dari play group  sudah bermain bola hingga bergabung dengan Pasoepati Banjarsari Cerme Gresik. “Setelah usia lebih dari U-13 langsung pindah ke Akademi Wahana Cipta Pesepakbola (A WCP) Gresik tahun 2018,” jelasnya. Putra dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan sebagai Sersan Dua, Kodim 0817/08 Gresik itu akhirnya dibina Widodo Cahyono Putra. Cahya belajar fisik, teknik dan lain – lain di A WCP Gresik sampai sekarang.

“Dalam mengikuti lomba juggling kemarin tidak ada persiapan. Juggling sudah menjadi sarapan setiap hari,”jelas dia. WCP Gresik melakukan latihan seminggu sebelum lomba juggling. Sebagai orang tua, Susanto selalu mendukung anaknya. Bahkan, dia pernah masuk tim persebaya U-13 untuk Piala Askot (Asosiasi Kota) dan internal semut hitam. Mereka pulang membawa juara ke 3 di Piala Askot kemarin.

-

Sementara Cahya Ramadan mengaku saat ini mengidolakan pemain sepakbola yaitu Bustomi dan Cristiano Ronaldo. “Teknik permainannya saya tiru juga, utamanya dalam tendangan melengkung (tendangan pisang). Cita – cita menjadi pemain sepak bola profesional, bahkan ingin sekolah di diklat Ragunan Jakarta supaya masuk timnas,” harapnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/