alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Memelihara Kesehatan Kulit Dimasa Pandemi Covid-19

GRESIK – pandemi covid-19, penggunaan antiseptic dan desinfektan menjadi barang wajib. Di satu sisi berguna untuk mecegah penularan virus, tetapi di sisi lain beresiko menyebabkan gangguan kesehatan kulit.

Beberapa gangguan kesehatan kulit yang sering ditemukan yang terkait dengan paparan penggunaan pembersih tersebut antara lain, dermatitis kontak iritan, yaitu peradangan pada kulit yang terjadi akibat paparan bahan-bahan penyebab iritasi pada kulit. Radang kulit ditandai kulit memerah, mengelupas, dan bengkak, gejala yang dirasakan kulit menjadi kering, gatal, rasa ketat, dan kadang disertai nyeri pada area yang terpapar.

Kemudian, kerusakan pada kulit (skin damage), yaitu perubahan struktur kulit luar dan dalam oleh berbagai penyebab. Kulit menjadi berkerut, terjadi bercak atau bintik perubahan warna yang menunjukkan tanda penuaan dini pada kulit.

Berdasarkan penelitian oleh Jia jia Lan, MD, Union Hospital, Wuhan, area kulit yang sering mengalami kerusakan yaitu batang hidung (83,1 persen), pipi (78,7 persen), tangan (74,5 persen), dan dahi (57,2 persen). Sedangkan bentuknya yaitu, kulit mengelupas (62,2 persen), Kemerahan (49,4 persen), maserasi kulit (39, 9 persen), kulit pecah-pecah (38, 8 persen), bruntusan (32, 9 persen), luka lecet (10, 1 persen), plenting berair (1, 3 persen), dan biduran (0,4 persen).

Masalah lain pada kulit seperti jerawat, disebut juga acne mechania, karena wajah yang selalu tertutup. Kemudian miliaria atau ruam karena panas (keringat buntet) karena keringat berlebihan, dan juga rambut rontok akibat pemakaian cap kepala dan stress.

Berbagai gangguan kesehatan kulit tersebut dapat diatasi dan dicegah melalui upaya memelihara kesehatan kulit. Di antaraya, dengan mengoleskan hand cream dua kali sehari pada tangan, mengoleskan krim moisturizer pada wajah saat malam hari untuk meningkatkan fungsi barrier kulit, menggunakan band aid, soft silicone tape di bawah tepi masker yang melindungi kulit dari tekanan, bagi nakes yang mengunakan masker khusus.

Kemudian, menggunakan barrier cream sebelum memakai masker khusus nakes, mencuci tangan atau wajah dengan sabun ringan dan menggunakan salap untuk penyembuh radang apabila terdapat ruam, menggunakan kancing untuk menyangkutkan tali masker yang berkaret earloop, sehingga tidak menekan belakang telinga, lakukan pembersihan wajah sebelum tidur, Mandi dan ganti baju setiap pulangkerja, gunakan lotion anti iritasi pada kulit yang teriritasi, konsumsi makanan sehat dan suplemen multivitamin serta memeriksakan diri pada dokter Spesialis kulit terdekat bila gejala berlanjut.

Bisa juga melakukan program terapi atau perawatan kulit, di klinik perawatan. Tapi harus dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain melakukan program perawatan, agar kesehatan kulit tetap terjaga juga harus menghindari beberapa hal. Yakni, makan kudapan high glicemic indeks seperti roti, mie, pizza dan gorengan. Hal ini dapat memicu jerawat dan menyebabkan kegemukan.

Kemudian, menghindari menggunakan make up tebal, bulu mata palsu, cat kuku, karena mengurangi efektifitas pembersihan. Menghindari memakai perhiasan dan jam tangan, karena mengurangi efektifitas pembersihan, menghindari memakai pakaian ketat berbahan spandek yang tidak menyerap keringat serta menghindari menggunakan antibiotic topikal yang mengiritasi kulit, seperti basitrasin dan neomisin.

Dengan melakukan tips-tips perawatan kulit dimasa pandemic Covid-19 diharapkan akan membantu dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulit sehingga tetap terpelihara dan tetap tampil percaya diri dalam keseharian.

Bila masyarakat terjadi keluhan atau ditemukan gejala-gejala yang tidak wajar maka dapat mengunjungi klinik kulit & kelamin VIP lantai 2 gedung Paviliun di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. (*)

GRESIK – pandemi covid-19, penggunaan antiseptic dan desinfektan menjadi barang wajib. Di satu sisi berguna untuk mecegah penularan virus, tetapi di sisi lain beresiko menyebabkan gangguan kesehatan kulit.

Beberapa gangguan kesehatan kulit yang sering ditemukan yang terkait dengan paparan penggunaan pembersih tersebut antara lain, dermatitis kontak iritan, yaitu peradangan pada kulit yang terjadi akibat paparan bahan-bahan penyebab iritasi pada kulit. Radang kulit ditandai kulit memerah, mengelupas, dan bengkak, gejala yang dirasakan kulit menjadi kering, gatal, rasa ketat, dan kadang disertai nyeri pada area yang terpapar.

Kemudian, kerusakan pada kulit (skin damage), yaitu perubahan struktur kulit luar dan dalam oleh berbagai penyebab. Kulit menjadi berkerut, terjadi bercak atau bintik perubahan warna yang menunjukkan tanda penuaan dini pada kulit.

-

Berdasarkan penelitian oleh Jia jia Lan, MD, Union Hospital, Wuhan, area kulit yang sering mengalami kerusakan yaitu batang hidung (83,1 persen), pipi (78,7 persen), tangan (74,5 persen), dan dahi (57,2 persen). Sedangkan bentuknya yaitu, kulit mengelupas (62,2 persen), Kemerahan (49,4 persen), maserasi kulit (39, 9 persen), kulit pecah-pecah (38, 8 persen), bruntusan (32, 9 persen), luka lecet (10, 1 persen), plenting berair (1, 3 persen), dan biduran (0,4 persen).

Masalah lain pada kulit seperti jerawat, disebut juga acne mechania, karena wajah yang selalu tertutup. Kemudian miliaria atau ruam karena panas (keringat buntet) karena keringat berlebihan, dan juga rambut rontok akibat pemakaian cap kepala dan stress.

Berbagai gangguan kesehatan kulit tersebut dapat diatasi dan dicegah melalui upaya memelihara kesehatan kulit. Di antaraya, dengan mengoleskan hand cream dua kali sehari pada tangan, mengoleskan krim moisturizer pada wajah saat malam hari untuk meningkatkan fungsi barrier kulit, menggunakan band aid, soft silicone tape di bawah tepi masker yang melindungi kulit dari tekanan, bagi nakes yang mengunakan masker khusus.

Kemudian, menggunakan barrier cream sebelum memakai masker khusus nakes, mencuci tangan atau wajah dengan sabun ringan dan menggunakan salap untuk penyembuh radang apabila terdapat ruam, menggunakan kancing untuk menyangkutkan tali masker yang berkaret earloop, sehingga tidak menekan belakang telinga, lakukan pembersihan wajah sebelum tidur, Mandi dan ganti baju setiap pulangkerja, gunakan lotion anti iritasi pada kulit yang teriritasi, konsumsi makanan sehat dan suplemen multivitamin serta memeriksakan diri pada dokter Spesialis kulit terdekat bila gejala berlanjut.

Bisa juga melakukan program terapi atau perawatan kulit, di klinik perawatan. Tapi harus dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain melakukan program perawatan, agar kesehatan kulit tetap terjaga juga harus menghindari beberapa hal. Yakni, makan kudapan high glicemic indeks seperti roti, mie, pizza dan gorengan. Hal ini dapat memicu jerawat dan menyebabkan kegemukan.

Kemudian, menghindari menggunakan make up tebal, bulu mata palsu, cat kuku, karena mengurangi efektifitas pembersihan. Menghindari memakai perhiasan dan jam tangan, karena mengurangi efektifitas pembersihan, menghindari memakai pakaian ketat berbahan spandek yang tidak menyerap keringat serta menghindari menggunakan antibiotic topikal yang mengiritasi kulit, seperti basitrasin dan neomisin.

Dengan melakukan tips-tips perawatan kulit dimasa pandemic Covid-19 diharapkan akan membantu dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulit sehingga tetap terpelihara dan tetap tampil percaya diri dalam keseharian.

Bila masyarakat terjadi keluhan atau ditemukan gejala-gejala yang tidak wajar maka dapat mengunjungi klinik kulit & kelamin VIP lantai 2 gedung Paviliun di RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik. (*)

Most Read

Berita Terbaru

/