alexametrics
31 C
Gresik
Tuesday, 5 July 2022

Cegah Stunting, Dinas BKP3A Perkuat BKB dan BKR

GRESIK – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik terus melakukan upaya untuk pencegahan stunting di Gresik. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi lewat zoom meeting kepada kader Binaan Keluarga Balita (BKB) dan kader Bina Keluarga Remaja (BKR).

Kepala KBPPPA Gresik, Adi Yumanto mengatakan, sosialisasi dilakukan kepada kader BKB dan kader BKR untuk diteruskan kepada ibu hamil dan perkembangan bayi di berbagai lingkungan. “Sejumlah strategi dilakukan agar kasus stunting bisa diatas walau kondisi pandemi seperti ini. Kami mendorong kader BKB dan BKR maksimal menjalankan tugasnya memantau perkembangan bayi baru lahir,” jelas Adi.

Dalam hal ini, lanjut Adi, kader bersama petugas atau kader gizi memantau mengawasi tumbuh kembang balita bersama keluarganya.  “Jangan ada alasan karena pandemi, tidak ada kontrol dari petugas, jadi tetap terpantau balita-balita di Gresik,” kata Adi.

Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Sejahtera dan Advokasi KBPPPA Gresik, Hidayatul Muslimah mengatakan, peserta BKB dan BKR berasal dari empat kecamatan yaitu Kecamatan Kebomas, Dukun, Duduksampeyan, dan Driyorejo. Tujuannya untuk melihat perkembangan bayi dalam kandungan sampai dua tahun. Kader BKR yaitu memantau para remaja yang mempersiapkan pernikahan dengan melihat gizinya guna persiapan hamil. “Harapannya, angka stunting menurun. Saat ini data di nasional menurun. Kami berharap kasus stunting terus menurun dan nol di Gresik,” harap Hidayatul. (jar/han)

GRESIK – Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik terus melakukan upaya untuk pencegahan stunting di Gresik. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi lewat zoom meeting kepada kader Binaan Keluarga Balita (BKB) dan kader Bina Keluarga Remaja (BKR).

Kepala KBPPPA Gresik, Adi Yumanto mengatakan, sosialisasi dilakukan kepada kader BKB dan kader BKR untuk diteruskan kepada ibu hamil dan perkembangan bayi di berbagai lingkungan. “Sejumlah strategi dilakukan agar kasus stunting bisa diatas walau kondisi pandemi seperti ini. Kami mendorong kader BKB dan BKR maksimal menjalankan tugasnya memantau perkembangan bayi baru lahir,” jelas Adi.

Dalam hal ini, lanjut Adi, kader bersama petugas atau kader gizi memantau mengawasi tumbuh kembang balita bersama keluarganya.  “Jangan ada alasan karena pandemi, tidak ada kontrol dari petugas, jadi tetap terpantau balita-balita di Gresik,” kata Adi.

-

Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Sejahtera dan Advokasi KBPPPA Gresik, Hidayatul Muslimah mengatakan, peserta BKB dan BKR berasal dari empat kecamatan yaitu Kecamatan Kebomas, Dukun, Duduksampeyan, dan Driyorejo. Tujuannya untuk melihat perkembangan bayi dalam kandungan sampai dua tahun. Kader BKR yaitu memantau para remaja yang mempersiapkan pernikahan dengan melihat gizinya guna persiapan hamil. “Harapannya, angka stunting menurun. Saat ini data di nasional menurun. Kami berharap kasus stunting terus menurun dan nol di Gresik,” harap Hidayatul. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/