alexametrics
31 C
Gresik
Wednesday, 19 January 2022

Tutup Magang MBKM, UMG Serahkan Keramba Apung ke Warga Banyuurip

GRESIK-Kegiatan Penutupan Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove Ujungpangkah dan Penyerahan 1 unit Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH) Prodi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadyah Gresik (UMG) ke Pengurus Banyuurip Mangrove Center (BMC) berjalan lancar di Balai Desa Banyuurip, kemarin.

Hadir dalam acara ini Perwakilan Dishut Prov Jatim, BBKSDA Jatim, DLH Kab. Gresik, Dinas Perikanan Kab. Gresik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaan, Dekan Fakultas Pertanian, Kepala Desa dan BPD Desa Banyuurip, Pangkahkulon, Pangkahwetan, Rukun Nelayan Banyuurip, Ketua Tani Tambak Pangkahkulon, Ketua Petambak Ikan dan Udang Pangkahwetan, Ketua Karang Taruna, Ketua Pokmaswas Masing-masing desa, Mitra Merdeka Belajar, Mahasiswa Magang Merdeka Belajar.

Acara dimulai dengan laporan oleh Ketua Panitia sekaligus Dosen Pembimbing MBKM Prodi Budidaya Perikanan UMG, Dr. Farikhah, M.Si. Beberapa sambutan antara lain Kepala Desa Banyuurip, Sambutan Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Dekan Fakultas Perikanan UMG sekaligus menutup acara program Magang MBKM.

Kepala Desa Banyuurip, Ikhsanul Haris  mengucapkan terimakasih dengan Magang MBKM di KEE Mangrove Ujungpangkah, tepatnya di Desa Banyuurip. “Kami merasakan dampak posistif dengan program nyata melalui pembuatan Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH), sangat luar biasa hasilnya, kedepan akan kami kembangkan sehingga hasil panen nelayan lebih optimal,” kata Ikhsanul.

Hasil panen keramba ini nantinya akan kami olah menjadi makanan khas Desa Banyuurip yaitu Kerang krispi, Krupuk Kopang, sate kerang dan lain-lain. Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH) berdimensi 12 m x 12 m x 5 m, bahan utama dari drum plastic, bambu 78 batang, tali ukuran 8 mm, 4 mm, tali urai/gandul, tali jangkar 14 mm, karbit 3 kg, jangkar 4 buah. Bobot total Keramba 1,8 ton dan kapasitas produksi 22 ton.

Perlu diinformasikan melalui program MBKM Prodi Budidaya Perikanan UMG di KEE Mangrove Ujungpangkah memperoleh kegiatan pendanaan lanjutan berupa Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) serta Apresiasi Abdidaya dari Kemendikbud.

Abdidaya adalah gelar bagi pelaksana PHP2D terpilih yang dinilai berhasil dalam pelaksanaan program. Abdidaya yang diperoleh ini meliputi 2 Kategori yaitu Dosen Pembimbing dan Lembaga Mitra Abdidaya. Program PHP2D ini akan dilanjutkan di tahun 2022 oleh mahasiswa Prodi Budidaya Perikanan UMG semester berikutnya. “Selain itu program MBKM ini juga mendapat apresiasi dari University of Turku Finlandia sebab kegiatan Magang Merdeka Belajar di KEE MUP dapat menjembatani kebutuhan Riset Lapangan yang sedang digarap oleh Tim Riset dari Finlandia dan Jepang bekerja sama dengan Fak pertanian UMG.

Atas hal tersebut, University of Turku yang memberi kesempatan pertukaran Pelajar (Student Exchange) di Summer Course 2021-2022 kepada 5 mahasiswa berprestasi dari Fak. PERTANIAN, dan 3 diantaranya dari Program Studi Budidaya Perikanan.
Di akhir acara dilakukan penyerahan secara simbolis 1 unit Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH) Prodi Budidaya Perikanan Universitas Muhamadyah Gresik (UMG) ke Pengurus Banyuurip Mangrove Center (BMC). (rir/han)

GRESIK-Kegiatan Penutupan Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kawasan Ekosistem Esensial Mangrove Ujungpangkah dan Penyerahan 1 unit Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH) Prodi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadyah Gresik (UMG) ke Pengurus Banyuurip Mangrove Center (BMC) berjalan lancar di Balai Desa Banyuurip, kemarin.

Hadir dalam acara ini Perwakilan Dishut Prov Jatim, BBKSDA Jatim, DLH Kab. Gresik, Dinas Perikanan Kab. Gresik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaaan, Dekan Fakultas Pertanian, Kepala Desa dan BPD Desa Banyuurip, Pangkahkulon, Pangkahwetan, Rukun Nelayan Banyuurip, Ketua Tani Tambak Pangkahkulon, Ketua Petambak Ikan dan Udang Pangkahwetan, Ketua Karang Taruna, Ketua Pokmaswas Masing-masing desa, Mitra Merdeka Belajar, Mahasiswa Magang Merdeka Belajar.

Acara dimulai dengan laporan oleh Ketua Panitia sekaligus Dosen Pembimbing MBKM Prodi Budidaya Perikanan UMG, Dr. Farikhah, M.Si. Beberapa sambutan antara lain Kepala Desa Banyuurip, Sambutan Dinas Perikanan, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Dekan Fakultas Perikanan UMG sekaligus menutup acara program Magang MBKM.

-

Kepala Desa Banyuurip, Ikhsanul Haris  mengucapkan terimakasih dengan Magang MBKM di KEE Mangrove Ujungpangkah, tepatnya di Desa Banyuurip. “Kami merasakan dampak posistif dengan program nyata melalui pembuatan Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH), sangat luar biasa hasilnya, kedepan akan kami kembangkan sehingga hasil panen nelayan lebih optimal,” kata Ikhsanul.

Hasil panen keramba ini nantinya akan kami olah menjadi makanan khas Desa Banyuurip yaitu Kerang krispi, Krupuk Kopang, sate kerang dan lain-lain. Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH) berdimensi 12 m x 12 m x 5 m, bahan utama dari drum plastic, bambu 78 batang, tali ukuran 8 mm, 4 mm, tali urai/gandul, tali jangkar 14 mm, karbit 3 kg, jangkar 4 buah. Bobot total Keramba 1,8 ton dan kapasitas produksi 22 ton.

Perlu diinformasikan melalui program MBKM Prodi Budidaya Perikanan UMG di KEE Mangrove Ujungpangkah memperoleh kegiatan pendanaan lanjutan berupa Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) serta Apresiasi Abdidaya dari Kemendikbud.

Abdidaya adalah gelar bagi pelaksana PHP2D terpilih yang dinilai berhasil dalam pelaksanaan program. Abdidaya yang diperoleh ini meliputi 2 Kategori yaitu Dosen Pembimbing dan Lembaga Mitra Abdidaya. Program PHP2D ini akan dilanjutkan di tahun 2022 oleh mahasiswa Prodi Budidaya Perikanan UMG semester berikutnya. “Selain itu program MBKM ini juga mendapat apresiasi dari University of Turku Finlandia sebab kegiatan Magang Merdeka Belajar di KEE MUP dapat menjembatani kebutuhan Riset Lapangan yang sedang digarap oleh Tim Riset dari Finlandia dan Jepang bekerja sama dengan Fak pertanian UMG.

Atas hal tersebut, University of Turku yang memberi kesempatan pertukaran Pelajar (Student Exchange) di Summer Course 2021-2022 kepada 5 mahasiswa berprestasi dari Fak. PERTANIAN, dan 3 diantaranya dari Program Studi Budidaya Perikanan.
Di akhir acara dilakukan penyerahan secara simbolis 1 unit Keramba Apung Kerang Hijau (KAKH) Prodi Budidaya Perikanan Universitas Muhamadyah Gresik (UMG) ke Pengurus Banyuurip Mangrove Center (BMC). (rir/han)

Most Read

Berita Terbaru