alexametrics
28 C
Gresik
Sunday, 22 May 2022

Kemenag Latih Guru Madrasah Lebih Profesional

GRESIK- Kementerian Agama (Kemenag) Gresik menggelar pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan, dari Kelompok Kerja (Pokja) Pengawas, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA), Kelompok Kerja Kepala MTs se-kabupaten Gresik.

Dalam program itu, lembaga akan mendapat bantuan Rp 30 juta. Untuk program peningkatan mutu madrasah melaluiĀ  pengembangan keprofesian berkelanjutan ini semarak dilaksanakan seiring dengan cairnya dana program MEQR (madrasah education quality reform) yang dananya berasal dari Bank Dunia.

Kepala Kemenag Gresik, Markus mengatakan, kegiatan ini diikuti peserta dari pokja KKM MA satu kelompok sebanyak 29 orang. Pokja KK MTS satu kelompok dengan jumlah 30 orang dan pokja pengawas Kabupaten Gresik sebanyak 30 orang. Dalam kegiatan ini sekaligus pemberian materi tentang menekankan adanya perubahan digitalisasi Madrasah yang dilaksanakan secara bertahan. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan diri seseorang secara terus menerus dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang profesional.

“Sebagian komponen BOS yang bisa dimanfaatkan untuk menuju ke arah digitalisasi madrasah. Pembinaan guru dilakukan secara kontinuitas atau berkelanjutan,”kata Markus.

Sementata Kasi Pendma, Ahmad Yahya menjelaskan, dalam kegiatan itu memberikan materi tentang toleransi dalam keberagaman. Dalam pelaksanaan pengelolaan madrasah, banyak keberagaman antara para guru di lembaga. “Seyogyanya dengan perbedaan bisa mewujudkan kebersamaan untuk meningkatkan mutu madrasah,” harap Yahya. (jar/han)

GRESIK- Kementerian Agama (Kemenag) Gresik menggelar pelatihan pengembangan keprofesian berkelanjutan, dari Kelompok Kerja (Pokja) Pengawas, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA), Kelompok Kerja Kepala MTs se-kabupaten Gresik.

Dalam program itu, lembaga akan mendapat bantuan Rp 30 juta. Untuk program peningkatan mutu madrasah melaluiĀ  pengembangan keprofesian berkelanjutan ini semarak dilaksanakan seiring dengan cairnya dana program MEQR (madrasah education quality reform) yang dananya berasal dari Bank Dunia.

Kepala Kemenag Gresik, Markus mengatakan, kegiatan ini diikuti peserta dari pokja KKM MA satu kelompok sebanyak 29 orang. Pokja KK MTS satu kelompok dengan jumlah 30 orang dan pokja pengawas Kabupaten Gresik sebanyak 30 orang. Dalam kegiatan ini sekaligus pemberian materi tentang menekankan adanya perubahan digitalisasi Madrasah yang dilaksanakan secara bertahan. Pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan diri seseorang secara terus menerus dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang profesional.

-

“Sebagian komponen BOS yang bisa dimanfaatkan untuk menuju ke arah digitalisasi madrasah. Pembinaan guru dilakukan secara kontinuitas atau berkelanjutan,”kata Markus.

Sementata Kasi Pendma, Ahmad Yahya menjelaskan, dalam kegiatan itu memberikan materi tentang toleransi dalam keberagaman. Dalam pelaksanaan pengelolaan madrasah, banyak keberagaman antara para guru di lembaga. “Seyogyanya dengan perbedaan bisa mewujudkan kebersamaan untuk meningkatkan mutu madrasah,” harap Yahya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/