alexametrics
29 C
Gresik
Saturday, 4 December 2021

Era Digitalisasi, Karakter Siswa Perlu Diperkuat

GRESIK – Era digitalisasi yang perkembangannya makin massif selama pandemi membuat para guru khawatir dengan siswanya. Sebab, selain hal positif, dampak negative dari digitalisasi sangat banyak. Untuk meminimalisir dampak negative, perlu ada penguatan karakter siswa.

Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Sidomukti Kebomas Gresik, Muhammad  Nasikh mengatakan perlu ada penguatan pendidikan karakter, akhlakul karimah, mengembangkan budaya literasi, numerasi, sain dan sosial budaya. Sehingga anak – anak diajak berfikir kritis, kreatif dan komunikatif. Kemudian pendekatan pembelajaran saintifik, model pembelajaran problem solving, discovery learning, project based learning, inquiry (menemukan) dan lain – lain.

“Pembelajaran era digitalisasi ini untuk penguatan karakter, akhlakul karimah, mengembangkan budaya literasi, numerasi, sain dan sosial budaya. Sehingga anak – anak diajak berfikir kritis, kreatif dan komunikatif,”tambah dia.

Selain itu juga di setiap kelas sudah terpasang monitor TV untuk presentasi setiap siswa. “Setelah belajar anak – anak di kasih presentasi melalui monitor TV untuk materi yang sudah diajarkan,”jelasnya.

Kemudian untuk kedisiplinan para siswa yang terlambat masuk sekolah juga dikenakan sanksi berupa membersihkan sampah di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa disiplin untuk tidak telat masuk sekolah. “Untuk siswa yang telat masuk ke sekolah dikasih hukuman berupa membersihkan sampah di lingkungan sekolah, agar disiplin,”tutupnya. (jar/rof)


GRESIK – Era digitalisasi yang perkembangannya makin massif selama pandemi membuat para guru khawatir dengan siswanya. Sebab, selain hal positif, dampak negative dari digitalisasi sangat banyak. Untuk meminimalisir dampak negative, perlu ada penguatan karakter siswa.

Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ma’arif Sidomukti Kebomas Gresik, Muhammad  Nasikh mengatakan perlu ada penguatan pendidikan karakter, akhlakul karimah, mengembangkan budaya literasi, numerasi, sain dan sosial budaya. Sehingga anak – anak diajak berfikir kritis, kreatif dan komunikatif. Kemudian pendekatan pembelajaran saintifik, model pembelajaran problem solving, discovery learning, project based learning, inquiry (menemukan) dan lain – lain.

“Pembelajaran era digitalisasi ini untuk penguatan karakter, akhlakul karimah, mengembangkan budaya literasi, numerasi, sain dan sosial budaya. Sehingga anak – anak diajak berfikir kritis, kreatif dan komunikatif,”tambah dia.

-

Selain itu juga di setiap kelas sudah terpasang monitor TV untuk presentasi setiap siswa. “Setelah belajar anak – anak di kasih presentasi melalui monitor TV untuk materi yang sudah diajarkan,”jelasnya.

Kemudian untuk kedisiplinan para siswa yang terlambat masuk sekolah juga dikenakan sanksi berupa membersihkan sampah di lingkungan sekolah. Tujuannya agar siswa disiplin untuk tidak telat masuk sekolah. “Untuk siswa yang telat masuk ke sekolah dikasih hukuman berupa membersihkan sampah di lingkungan sekolah, agar disiplin,”tutupnya. (jar/rof)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru