alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Hidupkan Lahan Bekas Tambang di Tuban,UISI Gelar program Bioremediasi

GRESIK – Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) berkolaborasi dengan Komunitas Peternak Kabupaten Tuban, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menghidupkan kembali lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero), Tbk melalui Program bioremediasi. Dalam program itu, Komunitas Peternak di Tuban yang diwakili oleh Puri Farm Living, dan PT Semen Indonesia (Persero), Tbk pabrik Tuban.

Sejumlah 1.500 bibit telah dilakukan penyemaian dengan rincian 1.000 bibit akan ditanam di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. 500 bibit akan ditanam pada akhir Bulan Januari 2022 di Kecamaan Semanding, kemudian dilanjutkan ketahapan penanaman terakhir yang akan dilakukan di Kecamatan Merakurak.

Pada proses penanaman yang telah dilakukan, tim akan melakukan evaluasi hasil penanaman bibit Indigofera.

SUBURKAN LAHAN : Tanaman Indigofera dipilih karena tanaman ini juga dapat menjadi media untuk mengembalikan unsur hara di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan dapat dimanfaatkan oleh Komunitas Peternak di Tuban dan lingkup penelitian oleh UISI

Hari Senin (10/1) telah dilakukan penyemaian dan penanaman sebanyak 350 bibit tanaman Indigofera di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan melibatkan Mahasiswa UISI yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Mahasiswa UISI yang tinggal di sekitar wilayah Kebupaten Tuban.

Tanaman Indigofera dipilih karena dapat menjadi bahan konsentrat hijau yang dapat dimanfaatkan oleh Komunitas Peternak di Tuban dan lingkup penelitian oleh UISI. Di sampingitu, tanaman ini juga dapat menjadi media untuk mengembalikan unsur hara di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

“PT Semen Indonesia menawarkan kerjasama dalam bentuk MoU atau MoA, yang nantinya pada penanaman kedua akan didiskusikan poin-poin apa saja yang akan kita lakukan kerjasama”, ungkap Anni Rahmat, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing KKN UISI.

Dalam hal itu, pihaknya memiliki roadmap yang cukup panjang untuk fase uji coba yang akan dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan berhasil. (jar/han)

GRESIK – Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) berkolaborasi dengan Komunitas Peternak Kabupaten Tuban, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menghidupkan kembali lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero), Tbk melalui Program bioremediasi. Dalam program itu, Komunitas Peternak di Tuban yang diwakili oleh Puri Farm Living, dan PT Semen Indonesia (Persero), Tbk pabrik Tuban.

Sejumlah 1.500 bibit telah dilakukan penyemaian dengan rincian 1.000 bibit akan ditanam di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. 500 bibit akan ditanam pada akhir Bulan Januari 2022 di Kecamaan Semanding, kemudian dilanjutkan ketahapan penanaman terakhir yang akan dilakukan di Kecamatan Merakurak.

Pada proses penanaman yang telah dilakukan, tim akan melakukan evaluasi hasil penanaman bibit Indigofera.

SUBURKAN LAHAN : Tanaman Indigofera dipilih karena tanaman ini juga dapat menjadi media untuk mengembalikan unsur hara di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan dapat dimanfaatkan oleh Komunitas Peternak di Tuban dan lingkup penelitian oleh UISI
-

Hari Senin (10/1) telah dilakukan penyemaian dan penanaman sebanyak 350 bibit tanaman Indigofera di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan melibatkan Mahasiswa UISI yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Mahasiswa UISI yang tinggal di sekitar wilayah Kebupaten Tuban.

Tanaman Indigofera dipilih karena dapat menjadi bahan konsentrat hijau yang dapat dimanfaatkan oleh Komunitas Peternak di Tuban dan lingkup penelitian oleh UISI. Di sampingitu, tanaman ini juga dapat menjadi media untuk mengembalikan unsur hara di lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

“PT Semen Indonesia menawarkan kerjasama dalam bentuk MoU atau MoA, yang nantinya pada penanaman kedua akan didiskusikan poin-poin apa saja yang akan kita lakukan kerjasama”, ungkap Anni Rahmat, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing KKN UISI.

Dalam hal itu, pihaknya memiliki roadmap yang cukup panjang untuk fase uji coba yang akan dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan berhasil. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/