alexametrics
30 C
Gresik
Monday, 23 May 2022

Fasilitasi Warga Putus Sekolah, PKK Gresik Usulkan Program Jaketku

GRESIK – Selain kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),persoalan perempuan dan masyarakat Gresik yakni pendidikan. Banyak warga Gresik yang putus sekolah baik karena ekonomi maupun pandemi Covid-19. Maka dari itu, tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengusulkan program Kejar Paket Sampai Tuntas (Jaketku) dalam musyawarah rencana pembangunan (musrembang) perempuan di Batu, Selasa (16/3).

Ketua PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini mengatakan, putus sekolah menjadi hal penting dalam upaya meningkatkan taraf hidup perempuan maupun masyarakat Gresik. “Program putus sekolah ini sudah sering jadi usulan dalam musrembang, namun belum pernah terealisasi programnya. Maka dari itu, kami PKK mengupayakan memutus rantas persoalan pendidikan ini melalui program Jaketku (Kejar Paket Sampai Tuntas),” kata Nurul.

Dalam hal itu, lanjut Nurul, PKK melakukan fasilitas pendataan nama warga dan perempuan yang putus sekolah di Gresik. Saat ini, data sudah digodok dan bakal segera dikirimkan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. “Insyaallah, ajaran baru Juni 2022 sudah mulai Jaketku ini, drai paket A, B hingga C,” kata Nurul.

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, musrembang perempuan ini adalah bukti Pemkab yang responsif gender. “Kami juga mendorong kecamatan bisa menggelar musrembang perempuan, sehingga persoalan dan aspirasi perempuan bisa disampaikan dan mampu diwujudkan untuk kemajuan Gresik Baru,” kata Aminatun. (jar/han)

GRESIK – Selain kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),persoalan perempuan dan masyarakat Gresik yakni pendidikan. Banyak warga Gresik yang putus sekolah baik karena ekonomi maupun pandemi Covid-19. Maka dari itu, tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengusulkan program Kejar Paket Sampai Tuntas (Jaketku) dalam musyawarah rencana pembangunan (musrembang) perempuan di Batu, Selasa (16/3).

Ketua PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini mengatakan, putus sekolah menjadi hal penting dalam upaya meningkatkan taraf hidup perempuan maupun masyarakat Gresik. “Program putus sekolah ini sudah sering jadi usulan dalam musrembang, namun belum pernah terealisasi programnya. Maka dari itu, kami PKK mengupayakan memutus rantas persoalan pendidikan ini melalui program Jaketku (Kejar Paket Sampai Tuntas),” kata Nurul.

Dalam hal itu, lanjut Nurul, PKK melakukan fasilitas pendataan nama warga dan perempuan yang putus sekolah di Gresik. Saat ini, data sudah digodok dan bakal segera dikirimkan ke Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik. “Insyaallah, ajaran baru Juni 2022 sudah mulai Jaketku ini, drai paket A, B hingga C,” kata Nurul.

-

Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah mengatakan, musrembang perempuan ini adalah bukti Pemkab yang responsif gender. “Kami juga mendorong kecamatan bisa menggelar musrembang perempuan, sehingga persoalan dan aspirasi perempuan bisa disampaikan dan mampu diwujudkan untuk kemajuan Gresik Baru,” kata Aminatun. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/