alexametrics
30 C
Gresik
Sunday, 26 September 2021

Kolaborasi Pengabdian, Dosen Gelar Penyuluhan pada Poktan Wonoploso

SURABAYA-Para dosen antar kampus berkolaborasi melakukan penyuluhan kepada Kelompok Tani Desa Wonoploso Kabupaten Mojokerto, 13 – 14 Agustus 2021. Dosen UPN Veteran Jawa Timur yakni Dr. Ir. Maroeto, M.P, Dr. Ir. Rossyda Priyadarshini. M.P, Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd dan Wahyu Santoso, S.P, M MA.

Sedangkan, Dosen dari Universitas Negeri Malang adalah  Dr  H Agung Winarno, M M, Yuli Agustina ,S.E., M.M, Bagus Shandy Narmaditya, S.Pd, M.Pd dan Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kemudian, Dosen Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Mega Prani Ningsih, S.Pd M.Pd.

Ketua tim pengabdian masyarakatDr. Ir. Maroeto mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat itu bertajuk Penyuluhan Produksi Pestisida dan Pupuk Organik dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal sebagai Solusi Kesehatan Tanaman. Pesertanya berasal dari kelompok tani (poktan) Desa Wonoploso, Mojokerto. “Ada 10 orang yang ikut. Jumlah peserta dibatasi terkait adanya PPKM,” kata Maroeto.

Dipaparkannya, beberapa materi yang diberikan yakni, 1. Pengenalan bahan-bahan organik untuk pembuatan pestisida organik, yaitu (1) Bahan padat organik pilihan, (2) bahan cair, dan (3) bahan aktivator.

Pengenalan alat-alat pembuatan pestisida organik. Dosen juga mengajarkan tentang cara pembuatan dan takaran masing-masing bahan dan  menggunakan pestisida cair pada tanaman berdasarkan luas sawah dan volume pestisida yang dapat digunakan.

Menurutnya, dalam pengabdian tersebut, para dosen memberikan cara melakukan pengolahan pestisida dan pupuk organik cair. “Pengolahan dua bahan itu bisa sebagai pupuk organik cair, pestisida organic dan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman,” jelas Maroeto.

Banyak keunggulan pengelolaan pestisida dan pupuk organic cair. Di antaranya, tidak meningggalkan residu kimia di dalam tubuh, ramah lingkungan, sebagai bahan baku tersedia di alam dan murah. Yang tidak kalah penting juga bisa memberikan nutrisi dalam jumlah berlebihan tidak membuat tanaman mati. “Hasil produksi maksimal dengan biaya produksi lebih murah,” kata Maroeto.

Sementara itu, Kepala Desa Wonoploso, Mojokerto Naning Hartini mengucapkan terimakasih terhadap  penyuluhan yang dilakukan oleh para dosen baik dari UPN Veteran Jatim maupun UNM. “Alhamdulillah, para petani merasa terbantu mengatasi permasalahan hama yang menyebabkan gagal panen dan menimbulkan banyak kerugian,” kata Naning.

Menurutnya, selama ini hama yang menyerang lahan petani di desa Wonoploso antara lain wereng, tikus, dan ular. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan penyuluhan pembuatan perstisida organik dan pupuk organik untuk mengatasi permasalahan para petani di Desa Wonoploso, Mojokerto. (jar/han)


SURABAYA-Para dosen antar kampus berkolaborasi melakukan penyuluhan kepada Kelompok Tani Desa Wonoploso Kabupaten Mojokerto, 13 – 14 Agustus 2021. Dosen UPN Veteran Jawa Timur yakni Dr. Ir. Maroeto, M.P, Dr. Ir. Rossyda Priyadarshini. M.P, Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd dan Wahyu Santoso, S.P, M MA.

Sedangkan, Dosen dari Universitas Negeri Malang adalah  Dr  H Agung Winarno, M M, Yuli Agustina ,S.E., M.M, Bagus Shandy Narmaditya, S.Pd, M.Pd dan Dra. Wiwik Wahyuni, M.Pd. Kemudian, Dosen Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Mega Prani Ningsih, S.Pd M.Pd.

Ketua tim pengabdian masyarakatDr. Ir. Maroeto mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat itu bertajuk Penyuluhan Produksi Pestisida dan Pupuk Organik dengan Memanfaatkan Kearifan Lokal sebagai Solusi Kesehatan Tanaman. Pesertanya berasal dari kelompok tani (poktan) Desa Wonoploso, Mojokerto. “Ada 10 orang yang ikut. Jumlah peserta dibatasi terkait adanya PPKM,” kata Maroeto.

Dipaparkannya, beberapa materi yang diberikan yakni, 1. Pengenalan bahan-bahan organik untuk pembuatan pestisida organik, yaitu (1) Bahan padat organik pilihan, (2) bahan cair, dan (3) bahan aktivator.

-

Pengenalan alat-alat pembuatan pestisida organik. Dosen juga mengajarkan tentang cara pembuatan dan takaran masing-masing bahan dan  menggunakan pestisida cair pada tanaman berdasarkan luas sawah dan volume pestisida yang dapat digunakan.

Menurutnya, dalam pengabdian tersebut, para dosen memberikan cara melakukan pengolahan pestisida dan pupuk organik cair. “Pengolahan dua bahan itu bisa sebagai pupuk organik cair, pestisida organic dan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman,” jelas Maroeto.

Banyak keunggulan pengelolaan pestisida dan pupuk organic cair. Di antaranya, tidak meningggalkan residu kimia di dalam tubuh, ramah lingkungan, sebagai bahan baku tersedia di alam dan murah. Yang tidak kalah penting juga bisa memberikan nutrisi dalam jumlah berlebihan tidak membuat tanaman mati. “Hasil produksi maksimal dengan biaya produksi lebih murah,” kata Maroeto.

Sementara itu, Kepala Desa Wonoploso, Mojokerto Naning Hartini mengucapkan terimakasih terhadap  penyuluhan yang dilakukan oleh para dosen baik dari UPN Veteran Jatim maupun UNM. “Alhamdulillah, para petani merasa terbantu mengatasi permasalahan hama yang menyebabkan gagal panen dan menimbulkan banyak kerugian,” kata Naning.

Menurutnya, selama ini hama yang menyerang lahan petani di desa Wonoploso antara lain wereng, tikus, dan ular. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan dan penyuluhan pembuatan perstisida organik dan pupuk organik untuk mengatasi permasalahan para petani di Desa Wonoploso, Mojokerto. (jar/han)


Most Read

Berita HITS

Berita Terbaru