alexametrics
27 C
Gresik
Thursday, 19 May 2022

Kegiatan Rekreasi Sekolah di Gresik Bisa Manfaatkan Wisata Lokal

GRESIK – Memasuki akhir tahun ajaran, sejumlah sekolah bersiap menggelar rekreasi. Hal ini mendapat sorotan dari kalangan dewan. Wakil rakyat meminta agar sekolah memanfaatkan wisata lokal dari pada harus keluar kota.

Anggota Komisi IV DPRD Gresik Syaichu Busyiri mengatakan studi wisata atau rekreasi selalu menjadi polemik. Pasalnya, tidak semua wali murid mampu untuk membiayai anaknya. “Namun, kebanyakan tidak berani mengutarakan terang-terangan di sekolah. Ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Menurut dia, sekolah harus memahami hal ini. Mereka harus mencarikan solusi bagi siswa yang tidak mampu. Jangan memaksakan. “Mestinya sekolah bisa evaluasi diri. Mungkin bisa mencari terobosan study wisata yang murah,” ungkapnya.

Misalnya, dengan memanfaatkan studi wisata ke perusahaan yang ada di Gresik. Selain lebih banyak manfaat, juga berbiaya murah. “Kami yakin perusahaan juga mau membantu menyediakan transportnya. Siswa juga mendapatkan ilmu baru untuk mengisi waktu libur,” terangnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IV Noto Utomo. Politisi PDIP ini mengimbau sekolah untuk mempedulikan wali murid yang tidak mampu. “Kami tidak melarang. Tapi harus ada solusi bagi wali murid yang tidak mampu. Agar mereka tidak keberatan,” ungkapnya.

Pasalnya, biaya rekreasi yang nominalnya lebih dari Rp 1 juta tidaklah murah. Mungkin bagi yang mampu tidak jadi soal. Tapi bagi wali murid yang tidak mampu ini beban. “Mereka susah untuk menolak, karena anaknya pasti juga kepingin. Ini yang harus jadi evaluasi sekolah,” terangnya.

Menurut dia, memang kalau memanfaatkan wisata yang ada di Gresik sangat baik untuk memantu pemulihan ekonomi pasca pandemi. Tapi apakah siswa mau. Mereka pastinya juga ingim keluar kota. “Kami sebetulnya tidak melarang. Asalkan jangan sampai membebani wali murid,” imbuhnya. (rof/han)

GRESIK – Memasuki akhir tahun ajaran, sejumlah sekolah bersiap menggelar rekreasi. Hal ini mendapat sorotan dari kalangan dewan. Wakil rakyat meminta agar sekolah memanfaatkan wisata lokal dari pada harus keluar kota.

Anggota Komisi IV DPRD Gresik Syaichu Busyiri mengatakan studi wisata atau rekreasi selalu menjadi polemik. Pasalnya, tidak semua wali murid mampu untuk membiayai anaknya. “Namun, kebanyakan tidak berani mengutarakan terang-terangan di sekolah. Ini menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Menurut dia, sekolah harus memahami hal ini. Mereka harus mencarikan solusi bagi siswa yang tidak mampu. Jangan memaksakan. “Mestinya sekolah bisa evaluasi diri. Mungkin bisa mencari terobosan study wisata yang murah,” ungkapnya.

-

Misalnya, dengan memanfaatkan studi wisata ke perusahaan yang ada di Gresik. Selain lebih banyak manfaat, juga berbiaya murah. “Kami yakin perusahaan juga mau membantu menyediakan transportnya. Siswa juga mendapatkan ilmu baru untuk mengisi waktu libur,” terangnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi IV Noto Utomo. Politisi PDIP ini mengimbau sekolah untuk mempedulikan wali murid yang tidak mampu. “Kami tidak melarang. Tapi harus ada solusi bagi wali murid yang tidak mampu. Agar mereka tidak keberatan,” ungkapnya.

Pasalnya, biaya rekreasi yang nominalnya lebih dari Rp 1 juta tidaklah murah. Mungkin bagi yang mampu tidak jadi soal. Tapi bagi wali murid yang tidak mampu ini beban. “Mereka susah untuk menolak, karena anaknya pasti juga kepingin. Ini yang harus jadi evaluasi sekolah,” terangnya.

Menurut dia, memang kalau memanfaatkan wisata yang ada di Gresik sangat baik untuk memantu pemulihan ekonomi pasca pandemi. Tapi apakah siswa mau. Mereka pastinya juga ingim keluar kota. “Kami sebetulnya tidak melarang. Asalkan jangan sampai membebani wali murid,” imbuhnya. (rof/han)

Most Read

Berita Terbaru

/