alexametrics
32 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

PTM Boleh Digelar Dengan Dibatasi 50 Persen Kapasitas Siswa

GRESIK- Pemerintah Kabupaten Gresik mulai melakukan Pembelajar Tatap Muka (PTM). Meski begitu, PTM digelar dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Salah satunya, adanya pembatasan 50 persen siswa.

Kepala Sekolah UPT SD Negeri 6 Gresik, Hamsiyah mengatakan, memang ada pembatasan 50 persen kapasitas siswa. Tiga kelas mulai dari kelas 2,4 dan 6 dilakukan PTM dan kelas 1, 3 dan 5 dilakukan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Siswa masuk secara bergantian,” ungkap dia.

Pihaknya telah mengimbau kepada wali siswa untuk memberikan bekal makanan untuk siswa yang melakukan PTM. Karena dalam PTM ini tidak ada jam istirahat. “Alhamdulillah tadi bawa bekal semua, untuk kelas 1 sampai 3 PTM dilakukan selama dua jam mulai pukul 07.00 sampai pukul 09.00 dan untuk kelas 4 sampai 6 tiga jam mulai pukul 07.00 sampai 10.00,”jelasnya.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang melihat langsung proses PTM di UPT SDN 6 Gresik. Bupati menyarankan kepada pihak sekolah untuk melakukan evaluasi setiap minggu. “Para guru harus sudah vaksin semua dan bila perlu evaluasi mingguan. Sekalian nanti para guru dilakukan swab antigen, dan kalau nanti ada terindikasi positif jangan mengajar dulu,”ujar Gus Yani.

Selama pelaksanaan PTM ini pihaknya akan berusaha mempercepat vaksinasi di Kabupaten Gresik. Dengan serentak wilayah Aglomerasi Surabaya Raya (Gresik, Surabaya dan Sidoarjo). “Dan akan segera  ada vaksinasi pelajar,”tegas dia.

Hal senada disampaikan oleh, Plt Kepala Dispendik Gresik, S Hariyanto mengatakan, melihat PTM ini sangat luar biasa. Diantaranya baik siswa, guru dan wali murid yang sudah lama menunggu untuk PTM ini. “Antusias dari guru, siswa dan wali murid sangat luar biasa dengan adanya PTM ini,”jelasnya. Lebih lanjut, untuk PTM akan dilakukan evaluasi setiap minggu sampai 2 bulan ke depan. “Nantinya kalau tidak ada laporan dari setiap lembaga akan diteruskan PTM seperti biasanya,”ungkapnya. (jar/han)

GRESIK- Pemerintah Kabupaten Gresik mulai melakukan Pembelajar Tatap Muka (PTM). Meski begitu, PTM digelar dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Salah satunya, adanya pembatasan 50 persen siswa.

Kepala Sekolah UPT SD Negeri 6 Gresik, Hamsiyah mengatakan, memang ada pembatasan 50 persen kapasitas siswa. Tiga kelas mulai dari kelas 2,4 dan 6 dilakukan PTM dan kelas 1, 3 dan 5 dilakukan daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Siswa masuk secara bergantian,” ungkap dia.

Pihaknya telah mengimbau kepada wali siswa untuk memberikan bekal makanan untuk siswa yang melakukan PTM. Karena dalam PTM ini tidak ada jam istirahat. “Alhamdulillah tadi bawa bekal semua, untuk kelas 1 sampai 3 PTM dilakukan selama dua jam mulai pukul 07.00 sampai pukul 09.00 dan untuk kelas 4 sampai 6 tiga jam mulai pukul 07.00 sampai 10.00,”jelasnya.

-

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang melihat langsung proses PTM di UPT SDN 6 Gresik. Bupati menyarankan kepada pihak sekolah untuk melakukan evaluasi setiap minggu. “Para guru harus sudah vaksin semua dan bila perlu evaluasi mingguan. Sekalian nanti para guru dilakukan swab antigen, dan kalau nanti ada terindikasi positif jangan mengajar dulu,”ujar Gus Yani.

Selama pelaksanaan PTM ini pihaknya akan berusaha mempercepat vaksinasi di Kabupaten Gresik. Dengan serentak wilayah Aglomerasi Surabaya Raya (Gresik, Surabaya dan Sidoarjo). “Dan akan segera  ada vaksinasi pelajar,”tegas dia.

Hal senada disampaikan oleh, Plt Kepala Dispendik Gresik, S Hariyanto mengatakan, melihat PTM ini sangat luar biasa. Diantaranya baik siswa, guru dan wali murid yang sudah lama menunggu untuk PTM ini. “Antusias dari guru, siswa dan wali murid sangat luar biasa dengan adanya PTM ini,”jelasnya. Lebih lanjut, untuk PTM akan dilakukan evaluasi setiap minggu sampai 2 bulan ke depan. “Nantinya kalau tidak ada laporan dari setiap lembaga akan diteruskan PTM seperti biasanya,”ungkapnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/