alexametrics
30 C
Gresik
Wednesday, 25 May 2022

Dinkes Intensif Dampingi 18 Program PHBS di Ponpes

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mulai melakukan pendampingan pos kesehatan pesantren (poskestren) di Gresik selatan. Salah satunya di Ponpes Al Hidayah An Nuriyah Desa Jambu Benjeng Kabupaten Gresik, Rabu, (26/8).

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Gresik, M Nuhkan mengatakan, program poskestren sudah terbentuk sejak 2015. Namun, mulai tahun ini dinkes kian intensif melakukan pendampingan.  “Dalam era new normal baru perlu adanya pendampingan. Harapannya, santri bisa menjadi kader husada yang tangguh dan melaksanakan 18 program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di ponpes,” kata  Nukhan.

Dipaparkannya, 18 program PHBS yakni kebersihan perorangan, penggunaan air bersih, kebersihan tempat wudhu, menggunakan jamban, kebersihan asrama, kepadatan penghuni asrama, kebersihan ruang belajar, kebersihan halaman, kader santri/ husada, kader terlatih, kegiatan kader, bak penampungan air bebas, jentik, garam beryodium, makanan gizi seimbang, pemanfaatan sarana yankes, tidak merokok, sadar aids dan menjadi peserta dana sehat. “Targetnya dengan 18 PHBS indikator tatanan pondok yang baik dan bersih,” jelasnya.

Kegiatan pendampingan poskestren digelar hingga November. Kemudian, dilanjutkan petugas puskesmas Benjeng. “Santri dan semua jajaran ponpes sehat, baik individu maupun lingkungan harus bebas dari virus. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan kembali pada kehidupan seperti biasanya,” harapnya. (jar/han)

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mulai melakukan pendampingan pos kesehatan pesantren (poskestren) di Gresik selatan. Salah satunya di Ponpes Al Hidayah An Nuriyah Desa Jambu Benjeng Kabupaten Gresik, Rabu, (26/8).

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Gresik, M Nuhkan mengatakan, program poskestren sudah terbentuk sejak 2015. Namun, mulai tahun ini dinkes kian intensif melakukan pendampingan.  “Dalam era new normal baru perlu adanya pendampingan. Harapannya, santri bisa menjadi kader husada yang tangguh dan melaksanakan 18 program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di ponpes,” kata  Nukhan.

Dipaparkannya, 18 program PHBS yakni kebersihan perorangan, penggunaan air bersih, kebersihan tempat wudhu, menggunakan jamban, kebersihan asrama, kepadatan penghuni asrama, kebersihan ruang belajar, kebersihan halaman, kader santri/ husada, kader terlatih, kegiatan kader, bak penampungan air bebas, jentik, garam beryodium, makanan gizi seimbang, pemanfaatan sarana yankes, tidak merokok, sadar aids dan menjadi peserta dana sehat. “Targetnya dengan 18 PHBS indikator tatanan pondok yang baik dan bersih,” jelasnya.

-

Kegiatan pendampingan poskestren digelar hingga November. Kemudian, dilanjutkan petugas puskesmas Benjeng. “Santri dan semua jajaran ponpes sehat, baik individu maupun lingkungan harus bebas dari virus. Semoga pandemi ini cepat berakhir dan kembali pada kehidupan seperti biasanya,” harapnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/