alexametrics
27 C
Gresik
Saturday, 31 July 2021

Banyak Pasien Covid Meninggal, Dinkes Gresik Buat Tim Pemulasaran

GRESIK – Antrean pemulasaran jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina mulai tidak dapat dikendalikan. Setiap harinya rumah sakit tipe B ini mendapatkan kiriman 15 jenazah dari berbagai penjuru di Gresik untuk dipulasarakan.  Dengan jumlah tenaga pemulasaraan sebanyak 12 orang yang terbagi dalam 3 shift tentu membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam merawat para jenazah.

Kepala Penunjang Medik (Jangmed) RSUD Ibnu Sina Gresik, Ani Latifah mengatakan, setiap harinya jenazah yang dipulasarakan di RSUD Ibnu Sina jumlahnya mencapai belasan jenazah. Tidak jarang pihaknya kewalahan dalam mengurai antrian jenazah. Belum lagi unit ambulans yang terbatas membuat jenazah yang sudah dirawat tidak kunjung bisa dikirim ke pemakaman.  “Khusus hari ini saja sampai pukul 13.25 jumlah jenazah yang kami pulasarakan mencapai 14 jenazah. Baik jenazah pasien isolasi mandiri, jenazah pasien kontak erat, maupun jenazah yang sudah terkonfirmasi positif Covid 19 dari luar maupun dari RS,” kata Ani Latifah.

Terjadinya lonjakan aktivitas pemulasaraan jenazah di RSUD Ibnu Sina tercatat sejak dua minggu yang lalu. Dengan demikian, apabila rata-rata jenazah yang dipulasara dari RSUD Ibnu Sina mencapai 15 jenazah perhari maka selama dua minggu tim instalasi kamar jenazah telah memulasara lebih dari 200 jenazah.

“Data yang kami sampaikan ini berdasarkan entry (data masuk) ke Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS). Dalam data itu sudah meliputi semua jenazah yang sudah dipulasara maupun yang saat ini masih dalam antrian,” tandasnya.

Di bagian lain, Wakil Direktur Bidang Administrasi yang sekaligus membawahi Humas RSUD Ibnu Sina, Maftukan berharap ada tambahan armada mobil pengantar jenazah untuk mendukung aktivitas instalasi kamar jenazah. Pasalnya, selama ini kendala yang dihadapi adalah sarana transportasi jenazah menuju ke pemakaman.

“Armada yang kami miliki saat ini belum cukup. Hal ini menciptakan antrean di kamar jenazah karena kami tidak kunjung segera mengirim jenazah ke pemakaman,” kata Maftukan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg. Syaifuddin Ghozali tidak menampik kondisi ini. Menurutnya, pihaknya telah menambah delapan unit mobil jenazah yang ada di puskesmas untuk membackup layanan RSUD. “Delapan mobil jenazah ini setiap hari juga tidak parkir saja. Mereka terus mobile menjemput jenazah dari rumah untuk dibawah ke RSUD,” kata Ghozali. Adapun strategi lain untuk mengurai antrian pemulasaraan jenazah di RSUD, kata Ghozali, pihaknya akan segera membentuk tim satgas pemulasaraan jenazah Kabupaten. Tim ini nantinya beranggotakan 9 rumah sakit tipe C dan B di Gresik. “Saat ini relawan pemulasaraan jenazah sedang kami rekrut sambil menunggu peraturan bupati (Perbub). Mudah-mudahan dengan adanya tim ini nanti tidak terjadi antrean pemulasaraan jenazah di RSUD Ibnu Sina,” pungkasnya. (fir/han)


GRESIK – Antrean pemulasaran jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina mulai tidak dapat dikendalikan. Setiap harinya rumah sakit tipe B ini mendapatkan kiriman 15 jenazah dari berbagai penjuru di Gresik untuk dipulasarakan.  Dengan jumlah tenaga pemulasaraan sebanyak 12 orang yang terbagi dalam 3 shift tentu membutuhkan waktu yang cukup panjang dalam merawat para jenazah.

Kepala Penunjang Medik (Jangmed) RSUD Ibnu Sina Gresik, Ani Latifah mengatakan, setiap harinya jenazah yang dipulasarakan di RSUD Ibnu Sina jumlahnya mencapai belasan jenazah. Tidak jarang pihaknya kewalahan dalam mengurai antrian jenazah. Belum lagi unit ambulans yang terbatas membuat jenazah yang sudah dirawat tidak kunjung bisa dikirim ke pemakaman.  “Khusus hari ini saja sampai pukul 13.25 jumlah jenazah yang kami pulasarakan mencapai 14 jenazah. Baik jenazah pasien isolasi mandiri, jenazah pasien kontak erat, maupun jenazah yang sudah terkonfirmasi positif Covid 19 dari luar maupun dari RS,” kata Ani Latifah.

Terjadinya lonjakan aktivitas pemulasaraan jenazah di RSUD Ibnu Sina tercatat sejak dua minggu yang lalu. Dengan demikian, apabila rata-rata jenazah yang dipulasara dari RSUD Ibnu Sina mencapai 15 jenazah perhari maka selama dua minggu tim instalasi kamar jenazah telah memulasara lebih dari 200 jenazah.

“Data yang kami sampaikan ini berdasarkan entry (data masuk) ke Sistem Informasi Rumah Sakit (SIMRS). Dalam data itu sudah meliputi semua jenazah yang sudah dipulasara maupun yang saat ini masih dalam antrian,” tandasnya.

-

Di bagian lain, Wakil Direktur Bidang Administrasi yang sekaligus membawahi Humas RSUD Ibnu Sina, Maftukan berharap ada tambahan armada mobil pengantar jenazah untuk mendukung aktivitas instalasi kamar jenazah. Pasalnya, selama ini kendala yang dihadapi adalah sarana transportasi jenazah menuju ke pemakaman.

“Armada yang kami miliki saat ini belum cukup. Hal ini menciptakan antrean di kamar jenazah karena kami tidak kunjung segera mengirim jenazah ke pemakaman,” kata Maftukan.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg. Syaifuddin Ghozali tidak menampik kondisi ini. Menurutnya, pihaknya telah menambah delapan unit mobil jenazah yang ada di puskesmas untuk membackup layanan RSUD. “Delapan mobil jenazah ini setiap hari juga tidak parkir saja. Mereka terus mobile menjemput jenazah dari rumah untuk dibawah ke RSUD,” kata Ghozali. Adapun strategi lain untuk mengurai antrian pemulasaraan jenazah di RSUD, kata Ghozali, pihaknya akan segera membentuk tim satgas pemulasaraan jenazah Kabupaten. Tim ini nantinya beranggotakan 9 rumah sakit tipe C dan B di Gresik. “Saat ini relawan pemulasaraan jenazah sedang kami rekrut sambil menunggu peraturan bupati (Perbub). Mudah-mudahan dengan adanya tim ini nanti tidak terjadi antrean pemulasaraan jenazah di RSUD Ibnu Sina,” pungkasnya. (fir/han)


Berita Terkait

Berita HITS

Berita Terbaru