alexametrics
23 C
Gresik
Thursday, 26 May 2022

Dinkes Gresik Dampingi Kesehatan Santri Lewat Dhurung Bawean

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus memikirkan strategi dalam upaya memutuskan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan membuat dhurung Bawean atau sejenis tempat pertemuan khusus pembahasan Covid-19.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Gresik, M. Nuhkan  mengatakan, konsep dhurung Bawean itu juga akan ada pendampingan pondok pesantren (ponpes) di Gresik. “Para pegawai puskesmas atau bidan bisa melakukan pendampingan kepada pos kesehatan ponpes,”kata Nuhkan. Rencananya, ada 15 pos kesehatan pondok pesantren (poskestren) yang akan ikut dalam pembahasan covid di dhurung Bawean.

Sementara itu, petugas promkes puskesmas Driyorejo, Lestari Islamiah mengaku, dengan konsep dhurung adalah diskusi terkait kesehatan di pondok pesantren. “Ponpes kan identik jorok, tempat penyakit, terutama seperti penyakit kulit, diare bahwa TBC dan lain – lain,”ucap dia. Program poskestren itu fokus disosialiasikan pada pengasuh pondok, ormas, santri dan tenaga kesehatan. “Dhurung ini sebagai upaya promotif, penyuluhan dan preventif atau pencegahan penularan Covid-19,” ungkapnya.  Harapannya, ponpes menjadi tempat santri mencari ilmu agama tumbuh juga bisa sehat jasmani dan rohani. “Nantinya, di dhurung Bawean ini akan ada penyuluhan, pemberian tablet fe atau tablet tambah darah untuk yang perempuan. Ada skrining kesehatan biasanya dilakukan di awal tahun ajaran. Selain itu juga alat untuk mengukur TB, BB, tensi dan pemeriksaan kesehatan fisik. Jadi kalau ada yang sakit bisa langsung ke dhurung Bawean,” pungkasnya. (jar/han)

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik terus memikirkan strategi dalam upaya memutuskan penyebaran Covid-19. Salah satunya dengan membuat dhurung Bawean atau sejenis tempat pertemuan khusus pembahasan Covid-19.

Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Gresik, M. Nuhkan  mengatakan, konsep dhurung Bawean itu juga akan ada pendampingan pondok pesantren (ponpes) di Gresik. “Para pegawai puskesmas atau bidan bisa melakukan pendampingan kepada pos kesehatan ponpes,”kata Nuhkan. Rencananya, ada 15 pos kesehatan pondok pesantren (poskestren) yang akan ikut dalam pembahasan covid di dhurung Bawean.

Sementara itu, petugas promkes puskesmas Driyorejo, Lestari Islamiah mengaku, dengan konsep dhurung adalah diskusi terkait kesehatan di pondok pesantren. “Ponpes kan identik jorok, tempat penyakit, terutama seperti penyakit kulit, diare bahwa TBC dan lain – lain,”ucap dia. Program poskestren itu fokus disosialiasikan pada pengasuh pondok, ormas, santri dan tenaga kesehatan. “Dhurung ini sebagai upaya promotif, penyuluhan dan preventif atau pencegahan penularan Covid-19,” ungkapnya.  Harapannya, ponpes menjadi tempat santri mencari ilmu agama tumbuh juga bisa sehat jasmani dan rohani. “Nantinya, di dhurung Bawean ini akan ada penyuluhan, pemberian tablet fe atau tablet tambah darah untuk yang perempuan. Ada skrining kesehatan biasanya dilakukan di awal tahun ajaran. Selain itu juga alat untuk mengukur TB, BB, tensi dan pemeriksaan kesehatan fisik. Jadi kalau ada yang sakit bisa langsung ke dhurung Bawean,” pungkasnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/