alexametrics
27C
Gresik
Wednesday, 24 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Keuangan BPJS Kesehatan Diklaim Membaik

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK-Keuangan BPJS Kesehatan sebelumnya selalu defisit di setiap tahunnya kini mulai membaik. Hingga 2020, BPJS Kesehatan mengklaim seluruh tagihan rumah sakit sudah dibayar tanpa tunggakan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, menilai surplus itu menunjukkan mulai sehatnya keuangan BPJS Kesehatan. “Kami sampaikan di akhir tahun pengabdian 2020 itu tidak terdapat gagal bayar, tagihan rumah sakit dibayar semua. Saat ini BPJS Kesehatan surplus sebesar Rp 18,73 triliun,” jelas Fachmi dalam virtual conference BPJS Kesehatan, kemarin.

Dengan positifnya arus kas tersebut, pihaknya optimistis pelayanan kesehatan, terutama program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat lebih baik ke depan secara kualitas. Selain itu, ia juga mengeklaim membaiknya kinerja BPJS sejalan dengan tingkat kepuasan peserta yang meningkat. Terutama dalam kaitan akses kesehatan di tengah situasi pandemi COVID-19.

Ia merinci, angka kepuasan peserta dari 80,1 persen di tahun 2019, naik menjadi 81,5 persen di 2020. Sementara kepuasan terhadap fasilitas kesehatan naik dari 79,1 persen menjadi 81,3 untuk periode yang sama.

Surplus tersebut terjadi salah satunya tentu karena perbaikan kondisi keuangan. Selain itu meningkatnya jumlah peserta program JKN-KIS juga berdampak. Iuran BPJS Kesehatan mengalami penyesuaian di tahun 2021. Artinya, terhitung per hari pertama 2021, berlaku perubahan iuran yang mesti dibayarkan peserta.

Penyesuaian ini khususnya berupa pengurangan subsidi untuk peserta kelas 3, sejalan dengan amanat Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan Nasional.

Deputi Direksi Bidang Manajemen Iuran BPJS Kesehatan Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, menjelaskan besaran iuran untuk kelas 3 masih sama dengan tahun 2020, yakni Rp 42.000 per bulan sebagaimana yang diatur oleh Perpres. Hanya saja, jumlah yang harus dibayarkan peserta naik, dari yang tahun ini Rp 25.500 menjadi Rp 35.000.

Kenaikan tersebut terjadi lantaran besaran subsidi dari pemerintah berkurang, dari Rp 16.500 menjadi Rp 7.000. “Tidak ada perubahan iuran pada kedua kelas ini di tahun 2021. Besaran iuran yang dibebankan untuk peserta kelas 1 yakni Rp 150.000 per bulan. “Adapun untuk kelas 2 yakni Rp 100.000 per bulan. Besaran iuran ini sudah berlaku sejak Agustus 2020 dan masih sama untuk tahun 2021,” pungkasnya. (jar/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK-Keuangan BPJS Kesehatan sebelumnya selalu defisit di setiap tahunnya kini mulai membaik. Hingga 2020, BPJS Kesehatan mengklaim seluruh tagihan rumah sakit sudah dibayar tanpa tunggakan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, menilai surplus itu menunjukkan mulai sehatnya keuangan BPJS Kesehatan. “Kami sampaikan di akhir tahun pengabdian 2020 itu tidak terdapat gagal bayar, tagihan rumah sakit dibayar semua. Saat ini BPJS Kesehatan surplus sebesar Rp 18,73 triliun,” jelas Fachmi dalam virtual conference BPJS Kesehatan, kemarin.

Dengan positifnya arus kas tersebut, pihaknya optimistis pelayanan kesehatan, terutama program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dapat lebih baik ke depan secara kualitas. Selain itu, ia juga mengeklaim membaiknya kinerja BPJS sejalan dengan tingkat kepuasan peserta yang meningkat. Terutama dalam kaitan akses kesehatan di tengah situasi pandemi COVID-19.

Mobile_AP_Half Page

Ia merinci, angka kepuasan peserta dari 80,1 persen di tahun 2019, naik menjadi 81,5 persen di 2020. Sementara kepuasan terhadap fasilitas kesehatan naik dari 79,1 persen menjadi 81,3 untuk periode yang sama.

Surplus tersebut terjadi salah satunya tentu karena perbaikan kondisi keuangan. Selain itu meningkatnya jumlah peserta program JKN-KIS juga berdampak. Iuran BPJS Kesehatan mengalami penyesuaian di tahun 2021. Artinya, terhitung per hari pertama 2021, berlaku perubahan iuran yang mesti dibayarkan peserta.

Penyesuaian ini khususnya berupa pengurangan subsidi untuk peserta kelas 3, sejalan dengan amanat Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan Nasional.

Deputi Direksi Bidang Manajemen Iuran BPJS Kesehatan Ni Made Ayu Sri Ratna Sudewi, menjelaskan besaran iuran untuk kelas 3 masih sama dengan tahun 2020, yakni Rp 42.000 per bulan sebagaimana yang diatur oleh Perpres. Hanya saja, jumlah yang harus dibayarkan peserta naik, dari yang tahun ini Rp 25.500 menjadi Rp 35.000.

Kenaikan tersebut terjadi lantaran besaran subsidi dari pemerintah berkurang, dari Rp 16.500 menjadi Rp 7.000. “Tidak ada perubahan iuran pada kedua kelas ini di tahun 2021. Besaran iuran yang dibebankan untuk peserta kelas 1 yakni Rp 150.000 per bulan. “Adapun untuk kelas 2 yakni Rp 100.000 per bulan. Besaran iuran ini sudah berlaku sejak Agustus 2020 dan masih sama untuk tahun 2021,” pungkasnya. (jar/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru