alexametrics
28 C
Gresik
Saturday, 12 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Insentif Naik, Dokter Antre Tugas di RS Umar Masud

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIKĀ  – Untuk pemerataan layanan kesehatan di Bawean, Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik berusaha membenahi insentif tenaga medis yang bekerja di Pulau Bawean. Tidak hanya itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani berjanjia akan menyekolahkan pelajar di Bawean ke fakultas kedokteran sebagai upaya memenuhi kekurangan tenaga medis di daerah tersebut.

“Ketika sudah diberi beasiswa, mereka akan mengabdi menjadi dokter di sini. Contohnya ada, Dirut RSUD Ibnu Sina sekarang, juga dapat program seperti ini di era Bupati KH Robbach Ma’shum,” kata Gus Yani-sapaan Fandi Akhmad Yani. Ke depan pemerintah daerah juga bakal mendorong putra – putri asal Bawean untuk diberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis.

Selain program menyekolahkan pelajar asal Bawean, pihaknya juga mengusung program pemberian insentif bagi para dokter spesialis naik hingga 100 persen dan insentif paramedis juga naik. Kenaikan insentif bagi dokter spesialis merupakan jangka pendek terhadap pelayanan kesehatan di Bawean.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali menambahkan, untuk memberikan layanan kesehatan warga kepulauan, dirinya bakal berkolaborasi dengan membuat program Terjang Ombak. “Terjang Ombak ini akan program sinergi untuk pelayanan kesehatan warga kepulauan di Bawean ini,”jelasnya. Kenaikan insentif bagi dokter spesialis di RS Umar Masud ini membuat para dokter antre mengabdi di Bawean. Untuk saat ini, baru ada lima dokter spesialis yang merupakan program dari Kemenkes RI dan Pemprov Jatim.

“Alhamdulillah, sekarang sudah antre karena insentifnya naik. Semoga dibarengi dengan layanan kesehatan yang bagus,”ungkapnya. (jar/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIKĀ  – Untuk pemerataan layanan kesehatan di Bawean, Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik berusaha membenahi insentif tenaga medis yang bekerja di Pulau Bawean. Tidak hanya itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani berjanjia akan menyekolahkan pelajar di Bawean ke fakultas kedokteran sebagai upaya memenuhi kekurangan tenaga medis di daerah tersebut.

“Ketika sudah diberi beasiswa, mereka akan mengabdi menjadi dokter di sini. Contohnya ada, Dirut RSUD Ibnu Sina sekarang, juga dapat program seperti ini di era Bupati KH Robbach Ma’shum,” kata Gus Yani-sapaan Fandi Akhmad Yani. Ke depan pemerintah daerah juga bakal mendorong putra – putri asal Bawean untuk diberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis.

Selain program menyekolahkan pelajar asal Bawean, pihaknya juga mengusung program pemberian insentif bagi para dokter spesialis naik hingga 100 persen dan insentif paramedis juga naik. Kenaikan insentif bagi dokter spesialis merupakan jangka pendek terhadap pelayanan kesehatan di Bawean.

Mobile_AP_Half Page

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gresik, drg Saifudin Ghozali menambahkan, untuk memberikan layanan kesehatan warga kepulauan, dirinya bakal berkolaborasi dengan membuat program Terjang Ombak. “Terjang Ombak ini akan program sinergi untuk pelayanan kesehatan warga kepulauan di Bawean ini,”jelasnya. Kenaikan insentif bagi dokter spesialis di RS Umar Masud ini membuat para dokter antre mengabdi di Bawean. Untuk saat ini, baru ada lima dokter spesialis yang merupakan program dari Kemenkes RI dan Pemprov Jatim.

“Alhamdulillah, sekarang sudah antre karena insentifnya naik. Semoga dibarengi dengan layanan kesehatan yang bagus,”ungkapnya. (jar/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru