alexametrics
28 C
Gresik
Saturday, 12 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Kasus DBD Meningkat, Waspadai Demam Tinggi Diiringi Pendarahan Gusi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mengingatkan masyarakat untuk hati-hari dengan kasus demam berdarah dangue (DBD). Pasalnya, jumlah laporan pasien (DBD)di beberapa rumah sakit dan puskesmas meningkat. Tercatat sudah 83 kasus demam berdarah yang tercatat di rumah sakit. Ada yang sembuh hingga meninggal dunia.

Tiga kecamatan yang jumlah kasus DBD tertinggi yakni Gresik dengan 21 pasien, 14 orang asal Kebomas dan Manyar mencapai 11 penderita.  Kepala Dinkes Gresik, drg. Saifudin Ghozali melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr Ummi Khoiroh, mengatakan pasien tertinggi  mayoritas mereka di daerah yang penduduknya padat.

“Dinkes Gresik sudah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PNS) yang sesuai dengan surat edaran dari Bupati Gresik tentang PNS. Promosi kesehatan untuk hidup bersih dan sehat pada musim pancaroba saat ini,”kata dr Ummi.

Dengan musim pancaroba, masyarakat secara aktif untuk menjaga lingkungan rumahnya dari 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur. Warga juga diminta menggunakan kelambu, obat nyamuk bakar bahkan lotion ketika tidur.

Spesialis Penyakit Dalam, Poli Rumah Sakit (RS) Semen Gresik dan apotik Semen Gresik 2 GKB Gresik, dr Caesar Ayudi  menambahkan, kasus DBD di rumah sakitnya meningkat. April lalu, 50 pasien menjalani rawat inap. Mei, jumlah pasien DBD mencapai 63. Kini totalnya, 113 pasien menjalani rawat inap.

“Tetap tingkatkan imun juga bisa dengan istirahat cukup, makanan yang bergizi supaya tidak mudah sakit,”terang dr Caesar. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada dengan gejala yang mirip mirip dengan Covid-19. Persamaannya baik DBD dan covid-19 suhu tubuh naik. Biasanya DBD yang diiringi batuk, flu dan mengarah kepada Covid-19. Perlu diwaspadai jika timbul gejala perdarahan seperti gusi berdarah saat sikat gigi, mimisan, bintik merah di kulit dan timbul kondisi syok dan menandakan demam berdarah berat. Pasien juga terasa lemas, susah diajak komunikasi dan tangan dan kakinya dingin basah bahkan tidak mau makan.

“Ini juga perlu dibawa ke rumah sakit. Kita tinggalkan dulu ketakutan ke rumah sakit  untuk menyelamatkan nyawa pasien. Kami sarankan kalau ke rumah sakit dan tetap menjaga protokol kesehatan,”tutup dia.

Sementara itu,  Penanggung Jawab Klinik Satelit Kalimantan GKB Gresik, Dr Naniek Tri Julaichah  mengaku, sudah banyak pasien demam berdarah yang opname di klinik. Dalam seminggu, dua hingga tiga pasien demam berdarah yang sudah berobat. “Ciri penyakitnya, demam dengan panas yang tidak turun selama tiga hari. Trombositnya mengalami kenaikan,” jelas Naniek. Menghadapi penyakit itu, pasien diharapkan memperbanyak air putih. Masyarakat harus lebih waspada terhadap demam berdarah dengan membersihkan rumah dan rutin membuang air yang menggenang. (jar/han)

Mobile_AP_Rectangle 1

GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mengingatkan masyarakat untuk hati-hari dengan kasus demam berdarah dangue (DBD). Pasalnya, jumlah laporan pasien (DBD)di beberapa rumah sakit dan puskesmas meningkat. Tercatat sudah 83 kasus demam berdarah yang tercatat di rumah sakit. Ada yang sembuh hingga meninggal dunia.

Tiga kecamatan yang jumlah kasus DBD tertinggi yakni Gresik dengan 21 pasien, 14 orang asal Kebomas dan Manyar mencapai 11 penderita.  Kepala Dinkes Gresik, drg. Saifudin Ghozali melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gresik, dr Ummi Khoiroh, mengatakan pasien tertinggi  mayoritas mereka di daerah yang penduduknya padat.

“Dinkes Gresik sudah melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PNS) yang sesuai dengan surat edaran dari Bupati Gresik tentang PNS. Promosi kesehatan untuk hidup bersih dan sehat pada musim pancaroba saat ini,”kata dr Ummi.

Mobile_AP_Half Page

Dengan musim pancaroba, masyarakat secara aktif untuk menjaga lingkungan rumahnya dari 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur. Warga juga diminta menggunakan kelambu, obat nyamuk bakar bahkan lotion ketika tidur.

Spesialis Penyakit Dalam, Poli Rumah Sakit (RS) Semen Gresik dan apotik Semen Gresik 2 GKB Gresik, dr Caesar Ayudi  menambahkan, kasus DBD di rumah sakitnya meningkat. April lalu, 50 pasien menjalani rawat inap. Mei, jumlah pasien DBD mencapai 63. Kini totalnya, 113 pasien menjalani rawat inap.

“Tetap tingkatkan imun juga bisa dengan istirahat cukup, makanan yang bergizi supaya tidak mudah sakit,”terang dr Caesar. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tetap waspada dengan gejala yang mirip mirip dengan Covid-19. Persamaannya baik DBD dan covid-19 suhu tubuh naik. Biasanya DBD yang diiringi batuk, flu dan mengarah kepada Covid-19. Perlu diwaspadai jika timbul gejala perdarahan seperti gusi berdarah saat sikat gigi, mimisan, bintik merah di kulit dan timbul kondisi syok dan menandakan demam berdarah berat. Pasien juga terasa lemas, susah diajak komunikasi dan tangan dan kakinya dingin basah bahkan tidak mau makan.

“Ini juga perlu dibawa ke rumah sakit. Kita tinggalkan dulu ketakutan ke rumah sakit  untuk menyelamatkan nyawa pasien. Kami sarankan kalau ke rumah sakit dan tetap menjaga protokol kesehatan,”tutup dia.

Sementara itu,  Penanggung Jawab Klinik Satelit Kalimantan GKB Gresik, Dr Naniek Tri Julaichah  mengaku, sudah banyak pasien demam berdarah yang opname di klinik. Dalam seminggu, dua hingga tiga pasien demam berdarah yang sudah berobat. “Ciri penyakitnya, demam dengan panas yang tidak turun selama tiga hari. Trombositnya mengalami kenaikan,” jelas Naniek. Menghadapi penyakit itu, pasien diharapkan memperbanyak air putih. Masyarakat harus lebih waspada terhadap demam berdarah dengan membersihkan rumah dan rutin membuang air yang menggenang. (jar/han)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

Berita Terkait

Desktop_AP_Rectangle 1

Berita HITS

Desktop_AP_Rectangle 2

Berita Terbaru