alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Lebih Mengenal Konstipasi dan Cara Penanganannya (dr.Danny Kristanto)

GRESIK- KONSTIPASI atau biasa disebut sembelit, adalah kondisi sulit buang air besar. Seseorang dapat dinyatakan mengalami konstipasi jika buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Frekuensi buang air besar pada setiap orang berbeda-beda. Semakin lama frekuensi buang air besar, feses menjadi semakin sulit dikeluarkan dari dubur. Konstipasi ditandai dengan konsistensi feses yang kering dan keras, nyeri perut, dan rasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Setiap orang dapat mengalami konstipasi. Konstipasi terjadi karena usus besar terlalu banyak menyerap kandungan air dalam feses, sehingga membuat feses menjadi keras dan sulit melewati usus. Konstipasi dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain pola hidup yang buruk, efek samping obat, kondisi medis tertentu, dan kehamilan.

Oleh karena itu, untuk mengatasi konstipasi, langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Perbanyak makan makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan gandum. Sebaliknya, kurangi makanan berlemak seperti daging, telur, dan keju. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air yang cukup, yaitu sekitar dua liter per hari.

Hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi. Olahraga secara teratur juga dapat mencegah gejala konstipasi. Perbaiki posisi tubuh saat buang air besar. Posisi yang optimal saat buang air besar adalah duduk menekuk lutut lebih tinggi dari pinggul.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menumpu kaki menggunakan kursi jongkok atau benda sejenisnya yang cukup stabil, sehingga kaki tidak memijak lantai secara langsung. Selain posisi, perhatikan juga berapa lama waktu buang air besar Anda. BAB terlalu lama dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada rektum sehingga menyebabkan ambeien atau wasir. Hindari kebiasaan bermain handphone saat buang air besar yang membuat Anda berlama-lama di toilet.

Beberapa obat-obatan dapat menyebabkan gejala konstipasi, antara lain obat penenang, obat antidepresi, suplemen besi, obat antihipertensi, obat alergi, obat kejang, dan lain-lain.  Sedangkan beberapa kondisi medis yang menyebabkan konstipasi antara lain kehamilan, diabetes, hipotiroid, stroke, dan berbagai gangguan usus.

Konstipasi biasanya bukan merupakan kondisi serius dan berlangsung hanya sebentar. Akan tetapi, segera periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan jika terdapat tanda-tanda yang serius seperti adanya darah pada feses, penurunan berat badan yang tidak wajar, nyeri perut yang hebat, konstipasi yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu, atau perut yang semakin membesar dan tidak dapat buang gas. (*)

GRESIK- KONSTIPASI atau biasa disebut sembelit, adalah kondisi sulit buang air besar. Seseorang dapat dinyatakan mengalami konstipasi jika buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Frekuensi buang air besar pada setiap orang berbeda-beda. Semakin lama frekuensi buang air besar, feses menjadi semakin sulit dikeluarkan dari dubur. Konstipasi ditandai dengan konsistensi feses yang kering dan keras, nyeri perut, dan rasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Setiap orang dapat mengalami konstipasi. Konstipasi terjadi karena usus besar terlalu banyak menyerap kandungan air dalam feses, sehingga membuat feses menjadi keras dan sulit melewati usus. Konstipasi dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain pola hidup yang buruk, efek samping obat, kondisi medis tertentu, dan kehamilan.

-

Oleh karena itu, untuk mengatasi konstipasi, langkah penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola makan dan gaya hidup. Perbanyak makan makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan gandum. Sebaliknya, kurangi makanan berlemak seperti daging, telur, dan keju. Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air yang cukup, yaitu sekitar dua liter per hari.

Hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi. Olahraga secara teratur juga dapat mencegah gejala konstipasi. Perbaiki posisi tubuh saat buang air besar. Posisi yang optimal saat buang air besar adalah duduk menekuk lutut lebih tinggi dari pinggul.

Oleh karena itu, Anda disarankan untuk menumpu kaki menggunakan kursi jongkok atau benda sejenisnya yang cukup stabil, sehingga kaki tidak memijak lantai secara langsung. Selain posisi, perhatikan juga berapa lama waktu buang air besar Anda. BAB terlalu lama dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan pada rektum sehingga menyebabkan ambeien atau wasir. Hindari kebiasaan bermain handphone saat buang air besar yang membuat Anda berlama-lama di toilet.

Beberapa obat-obatan dapat menyebabkan gejala konstipasi, antara lain obat penenang, obat antidepresi, suplemen besi, obat antihipertensi, obat alergi, obat kejang, dan lain-lain.  Sedangkan beberapa kondisi medis yang menyebabkan konstipasi antara lain kehamilan, diabetes, hipotiroid, stroke, dan berbagai gangguan usus.

Konstipasi biasanya bukan merupakan kondisi serius dan berlangsung hanya sebentar. Akan tetapi, segera periksakan diri Anda ke fasilitas kesehatan jika terdapat tanda-tanda yang serius seperti adanya darah pada feses, penurunan berat badan yang tidak wajar, nyeri perut yang hebat, konstipasi yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu, atau perut yang semakin membesar dan tidak dapat buang gas. (*)

Most Read

Berita Terbaru

/