alexametrics
29 C
Gresik
Monday, 16 May 2022

Gulat Okol Gresik Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda

GRESIK- Pemerintah pusat kembali menetapkan warisan budaya Gresik sebagai aset bangsa. Setelah damar kurung, sanggring kolak ayam, kini giliran gulat okol yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Dalam rangka pelindungan Warisan Budaya Takbenda (WBTb), Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memiliki program penetapan Waridan Budaya Takbenda Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Gresik Sutaji Ruji menyampaikan bahwa banyak sekali warisan budaya yang ada di Gresik ini. Namun yang terbaru ada tiga yang ditetapkan warisan budaya tak benda. “Masuknya gulat okol sebagai warisan budaya takbenda ini dikarenakan memenuhi sejumlah unsur,” kata dia.

Dikatakan, diwariskan dari generasi ke generasi, senantiasa diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, serta sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani. Gulat okol sendiri merupakan pertunjukan adu ketangkasan dalam bela diri. Gulat okol secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat Desa Setro Menganti setiap tahun. Tepatnya di bulan Agustus hingga September,” imbuhnya.

Rudi menuturkan sejarah gulat okol kala itu terjadi saat abad 19 desa Setro ini dilanda kemarau kering. Tumbuhan banyak yang mati. Hewan ternak terdampak. Kemudian pemimpin desa, cah angon (penggembal) dan warga desa mengadakan doa bersama. Nah, atas kehendak Tuhan, beberapa hari kemudian hujan turun sehingga warga bisa kembali bercocok tanam, tumbuhan segar kembali, dan hewan ternak bisa mendapat makanan.

Saking bahagianya karena hujan turun cah angon saling berpelukan dan mendorong di atas jerami dengan maksud meluapkan kegembiraan dan rasa syukur. Dari cerita turun temurun itu tradisi gulat okol dilakukan hingga sekarang. Bahkan, peserta gulat itu tidak hanya kaum adam saja. Melainkan juga ibu-ibu hingga anak-anak.

“Di tahun 2021 ini ditetapkan sebanyak 289 karya budaya menjadi WBTB di Indonesia. Jawa Timur ada 16, Gresik ada tiga,” pungkas Rudi. (fir/han)

GRESIK- Pemerintah pusat kembali menetapkan warisan budaya Gresik sebagai aset bangsa. Setelah damar kurung, sanggring kolak ayam, kini giliran gulat okol yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda.

Dalam rangka pelindungan Warisan Budaya Takbenda (WBTb), Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memiliki program penetapan Waridan Budaya Takbenda Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Gresik Sutaji Ruji menyampaikan bahwa banyak sekali warisan budaya yang ada di Gresik ini. Namun yang terbaru ada tiga yang ditetapkan warisan budaya tak benda. “Masuknya gulat okol sebagai warisan budaya takbenda ini dikarenakan memenuhi sejumlah unsur,” kata dia.

-

Dikatakan, diwariskan dari generasi ke generasi, senantiasa diciptakan kembali oleh berbagai komunitas dan kelompok sebagai tanggapan mereka terhadap lingkungannya, interaksinya dengan alam, serta sejarahnya, dan memberikan mereka rasa jati diri dan keberlanjutan untuk memajukan penghormatan keanekaragaman budaya dan daya cipta insani. Gulat okol sendiri merupakan pertunjukan adu ketangkasan dalam bela diri. Gulat okol secara turun temurun dilakukan oleh masyarakat Desa Setro Menganti setiap tahun. Tepatnya di bulan Agustus hingga September,” imbuhnya.

Rudi menuturkan sejarah gulat okol kala itu terjadi saat abad 19 desa Setro ini dilanda kemarau kering. Tumbuhan banyak yang mati. Hewan ternak terdampak. Kemudian pemimpin desa, cah angon (penggembal) dan warga desa mengadakan doa bersama. Nah, atas kehendak Tuhan, beberapa hari kemudian hujan turun sehingga warga bisa kembali bercocok tanam, tumbuhan segar kembali, dan hewan ternak bisa mendapat makanan.

Saking bahagianya karena hujan turun cah angon saling berpelukan dan mendorong di atas jerami dengan maksud meluapkan kegembiraan dan rasa syukur. Dari cerita turun temurun itu tradisi gulat okol dilakukan hingga sekarang. Bahkan, peserta gulat itu tidak hanya kaum adam saja. Melainkan juga ibu-ibu hingga anak-anak.

“Di tahun 2021 ini ditetapkan sebanyak 289 karya budaya menjadi WBTB di Indonesia. Jawa Timur ada 16, Gresik ada tiga,” pungkas Rudi. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/