alexametrics
30 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Mutasi Perdana Pemkab Gresik Bermasalah, Satu Pos Diisi Dua Pejabat

GRESIK-Gerbong mutasi jilid pertama terhadap 447 pejabat eselon II, III dan IV rupanya masih menyisahkan persoalan, bahkan terancam batal demi hukum. Salah satunya ada satu pos jabatan diisi dua pejabat. Hal itu menjadi bahan gunjingan ditengah jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Berdasarkan penelusuran Radar Gresik, ada dua pos jabatan yang diisi oleh empat orang pejabat. Antara lain Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik dan Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

Dua pejabat lama pada bidang tersebut yaitu Ach Shobiron dan M. Mukhid tidak mendapatkan undangan pelantikan, namun kursinya diserahkan pada pejabat lain. Mereka berdua kini hanya bisa pasrah karena tidak mendapatkan pos penempatan baru.

Kepada Radar Gresik, Ach Shobiron mengaku tidak tahu menahu perihal posisinya yang diisi pejabat baru. Dia justru baru tahu saat masuk ke kantor ada informasi jika seorang pejabat baru ingin meletakkan barang di ruangannya.

“Kaget juga posisi saya diisi orang lain karena pada pelantikan kemarin tidak mendapatkan undangan,” kata Ach Shobiron.

 

Meski demikian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dia patuh dengan keputusan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Shobiron akhirnya mengemasi barang-barangnya yang ada di ruangannya.

 

“Sebagai ASN saya akan bersikap loyal dan patuh terhadap seluruh keputusan pimpinan meskipun saat ini saya tidak tahu harus kemana,” tegas Shobiron.

 

Ditanya perihal penggantinya, dia menjawab jika yang menduduki posisinya adalah pejabat eselon IIIB pada instansi yang sama yaitu Sri Harini. Sebelumnya, Harini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Gresik.

 

“Meskipun SK penempatan belum turun, saya tetap masuk kantor. Mungkin sementara membantu rekan-rekan staf menyiapkan dokumen atau merapikan berkas,” tandasnya.

Hal yang sama juga dialami Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan DLH Gresik M. Mukhid. Posisi yang ditempati digantikan Irwanto yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Hidup.

Mukhid pun kini tidak tahu tugas apa yang harus dia kerjakan. Namun sebagai ASN dia juga berkomitmen untuk patuh dan menghormati keputusan pimpinannya. (fir/han)

GRESIK-Gerbong mutasi jilid pertama terhadap 447 pejabat eselon II, III dan IV rupanya masih menyisahkan persoalan, bahkan terancam batal demi hukum. Salah satunya ada satu pos jabatan diisi dua pejabat. Hal itu menjadi bahan gunjingan ditengah jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.

Berdasarkan penelusuran Radar Gresik, ada dua pos jabatan yang diisi oleh empat orang pejabat. Antara lain Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik dan Bidang Pengelolaan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik.

Dua pejabat lama pada bidang tersebut yaitu Ach Shobiron dan M. Mukhid tidak mendapatkan undangan pelantikan, namun kursinya diserahkan pada pejabat lain. Mereka berdua kini hanya bisa pasrah karena tidak mendapatkan pos penempatan baru.

-

Kepada Radar Gresik, Ach Shobiron mengaku tidak tahu menahu perihal posisinya yang diisi pejabat baru. Dia justru baru tahu saat masuk ke kantor ada informasi jika seorang pejabat baru ingin meletakkan barang di ruangannya.

“Kaget juga posisi saya diisi orang lain karena pada pelantikan kemarin tidak mendapatkan undangan,” kata Ach Shobiron.

 

Meski demikian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dia patuh dengan keputusan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani. Shobiron akhirnya mengemasi barang-barangnya yang ada di ruangannya.

 

“Sebagai ASN saya akan bersikap loyal dan patuh terhadap seluruh keputusan pimpinan meskipun saat ini saya tidak tahu harus kemana,” tegas Shobiron.

 

Ditanya perihal penggantinya, dia menjawab jika yang menduduki posisinya adalah pejabat eselon IIIB pada instansi yang sama yaitu Sri Harini. Sebelumnya, Harini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disparbud Gresik.

 

“Meskipun SK penempatan belum turun, saya tetap masuk kantor. Mungkin sementara membantu rekan-rekan staf menyiapkan dokumen atau merapikan berkas,” tandasnya.

Hal yang sama juga dialami Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan DLH Gresik M. Mukhid. Posisi yang ditempati digantikan Irwanto yang sebelumnya menjabat Kepala Seksi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan Hidup.

Mukhid pun kini tidak tahu tugas apa yang harus dia kerjakan. Namun sebagai ASN dia juga berkomitmen untuk patuh dan menghormati keputusan pimpinannya. (fir/han)

Most Read

Berita Terbaru

/