alexametrics
30 C
Gresik
Wednesday, 25 May 2022

Komisi III Usulkan Pembangunan Fly Over Manyar

GRESIK – Kemacetan panjang yang selalu terjadi di exit Tol Manyar mendapat perhatian serius dari kalangan dewan. Komisi III DPRD Gresik mengusulkan pembangunan fly over di lokasi tersebut. Komisi yang membidangi urusan infrastruktur ini berharap kemacetan di Manyar bisa terurai.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana. Menurut dia, pembangunan fly over di Manyar sangat urgen. Karena kemacetannya sangat parah. “Sudah selayaknya disana dibangun Fly Over, agar kemacetan bisa terurai,” ujarnya.

Selain Manyar, pihaknya juga mengusulkan pembangunan Fly Over di Pertigaan Boboh serta di Pertigaan Tenaru-Cangkir Driyorejo. Di dua lokasi tersebut juga memiliki kemacetan yang tinggi. “Sama seperti Manyar, Boboh dan Cangkir juga memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang cukup tinggi,” terangnya.

Dikatakan, pihaknya akan mengusulkan pembangunan fly over Manyar pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2021. Semoga Pemkab Gresik bisa menyetujui usulan tersebut. “Untuk keputusan final tetap Banggar bersama Tim-Ang. Kami Komisi III akan coba mengusulkan,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk proses pembangunannya kemungkinan juga memerlukan waktu. Karena perlu ada feasibilty study (FS) dan perencanaan pembangunan terlebih dahulu. “Sebab, Jalan Manyar merupakan Jalan Nasional yang kewenangannya ada di Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, kemacetan panjang selalu terjadi di Jalan Raya Manyar maupun Pertigaan Boboh. Kemacetan terparah terjadi pada saat jam berangkat maupun jam pulang kerja. Kemacetan semakin parah karena jalan tersebut merupakan akses utama kendaaraan angkutan barang. “Selalu macet setiap hari, seharusnya dari pada bangun underpass di Jalan Wahidin, lebih baik bangun fly over disini dulu,” ujar salah satu pengendara, Ali. (rof)

GRESIK – Kemacetan panjang yang selalu terjadi di exit Tol Manyar mendapat perhatian serius dari kalangan dewan. Komisi III DPRD Gresik mengusulkan pembangunan fly over di lokasi tersebut. Komisi yang membidangi urusan infrastruktur ini berharap kemacetan di Manyar bisa terurai.

Hal ini seperti yang disampaikan Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana. Menurut dia, pembangunan fly over di Manyar sangat urgen. Karena kemacetannya sangat parah. “Sudah selayaknya disana dibangun Fly Over, agar kemacetan bisa terurai,” ujarnya.

Selain Manyar, pihaknya juga mengusulkan pembangunan Fly Over di Pertigaan Boboh serta di Pertigaan Tenaru-Cangkir Driyorejo. Di dua lokasi tersebut juga memiliki kemacetan yang tinggi. “Sama seperti Manyar, Boboh dan Cangkir juga memiliki tingkat kepadatan kendaraan yang cukup tinggi,” terangnya.

-

Dikatakan, pihaknya akan mengusulkan pembangunan fly over Manyar pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2021. Semoga Pemkab Gresik bisa menyetujui usulan tersebut. “Untuk keputusan final tetap Banggar bersama Tim-Ang. Kami Komisi III akan coba mengusulkan,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk proses pembangunannya kemungkinan juga memerlukan waktu. Karena perlu ada feasibilty study (FS) dan perencanaan pembangunan terlebih dahulu. “Sebab, Jalan Manyar merupakan Jalan Nasional yang kewenangannya ada di Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Pantauan di lapangan, kemacetan panjang selalu terjadi di Jalan Raya Manyar maupun Pertigaan Boboh. Kemacetan terparah terjadi pada saat jam berangkat maupun jam pulang kerja. Kemacetan semakin parah karena jalan tersebut merupakan akses utama kendaaraan angkutan barang. “Selalu macet setiap hari, seharusnya dari pada bangun underpass di Jalan Wahidin, lebih baik bangun fly over disini dulu,” ujar salah satu pengendara, Ali. (rof)

Most Read

Berita Terbaru

/